#30 tag 24jam
8 Olahraga yang Pernah Dilakukan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Dalam hal hiburan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam pernah melakukan beberapa olahraga pada zaman beliau. Olahraga ini selain membuat badan kuat dan bugar,... | Halaman Lengkap [1,056] url asal
#syariat-islam #olahraga-rasulullah-saw #olahraga #sunnah-rasulullah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/06/26 13:15
v/260608/
Dalam hal hiburan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalampernah melakukan beberapa olahraga pada zaman beliau. Olahraga ini selain membuat badan kuat dan bugar, hati juga memperoleh kegembiraan.Berikut lima jenis olahragayang pernah dilakukan Rasulullah SAW dikutip dari buku "Halal dan Haram dalam Islam" karya Syaikh Muhammad Yusuf Qardhawi:
1. Lari Cepat
Para sahabat dulu biasa mengadakan perlombaan lari cepat, sedangkan Nabi Muhammad SAW sendiri membolehkannya. Sayyidina Ali adalah salah seorang yang paling cepat. Rasulullah SAW sendiri mengadakan pertandingan dengan istri beliau Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah guna memberikan pendidikan kesederhanaan dan kesegaran serta mengajar para sahabat-sahabatnya. Aisyah mengatakan: "Rasulullah bertanding dengan saya dan saya menang. Kemudian saya berhenti, sehingga ketika badan saya menjadi gemuk, Rasulullah bertanding lagi dengan saya dan ia menang, kemudian ia bersabda: Kemenangan ini untuk kemenangan itu." (HR Ahmad dan Abu Dawud)Dari riwayat ini, para ahli fiqih beristimbat hukum tentang dibenarkannya pertandingan lari cepat, baik itu dilakukan antara laki-laki dengan laki-laki atau antara laki-laki dengan perempuan mahramnya atau dengan istri-istrinya.
2. Gulat
Rasulullah SAW pernah bergulat dengan seorang laki-laki yang terkenal kuatnya, namanya Rukanah. Permainan ini dilakukan beberapa kali. (Riwayat Abu Dawud). Dalam satu riwayat dikatakan: "Sesungguhnya Rasulullah SAW gulat dengan Rukanah yang terkenal kuatnya itu, kemudian ia berkata: 'domba lawan domba. Kemudian Nabi bergulat, dan ia berkata: berjanjilah dengan saya. Untuk lain kali lagi, lantas Nabi bergulat dan ia berkata: berjanjilah dengan saya. Lantas Nabi bergulat untuk ketiga kalinya.Lalu seorang laki-laki itu bertanya: "Apa yang harus saya katakan kepada keluargaku?" Nabi menjawab: "Katakan 'domba telah dimakan oleh serigala, dan larilah domba." Kemudian apa pula yang aku katakan untuk yang ketiga? Nabi menjawab: "Kami tidak dapat mengalahkan kamu untuk bergulat dengan kamu dan untuk mengalahkan kamu, karena itu ambillah hadiahmu."
Ulama fiqih berpendapat bahwa lari cepat, gulat dan sebagainya tidak menghilangkan kekhusyukan, kehormatan, pengetahuan, keutamaan dan lanjutnya umur. Sebab Rasulullah SAW sendiri juga melakukannya.
3. Memanah
Olahraga berikutnya ialah bermain memanah dan perang-perangan. Nabi pernah berjalan-jalan menjumpai sekelompok sahabat yang sedang mengadakan pertandingan memanah. Maka waktu itu Rasulullah SAW memberikan dorongan kepada mereka dengan sabdanya: "Lemparkanlah panahmu itu, saya bersama kamu." (Riwayat Al-Bukhari).Pertandingan lempar panah itu bukan sekadar bermain saja, tetapi salah satu bentuk mempersiapkan kekuatan sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur'an: "Dan bersiap-siaplah kamu untuk menghadapi mereka (musuh) dengan kekuatanyang kamu sanggup." Dalam menafsirkan ayat ini Rasulullah bersabda: "Ketahuilah! Bahwa yang dimaksud 'kekuatan' itu ialah memanah -beliau mengucapkan kata-kata itu tiga kali." (Riwayat Muslim)
Riwayat lain, beliau bersabda: "Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainan." (Riwayat Al-Bazzar, at-Thabarani dengan sanad yang baik). Namun begitu, Rasulullah memperingatkan para pemain agar tidak menjadikan binatang-binatang jinak sebagai sasaran latihannya sebagaimana yang biasa dilakukan oleh orang-orang Arab jahiliah.
4. Menunggang Kuda (Berpacu Kuda)
Olahraga berikutnya adalah menungga kuda. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman: "Kuda, keledai dan himar adalah supaya kamu naiki dan sebagai perhiasan." (QS an-Nahl: 8). Rasulullah SAW pernah bersabda: "Kuda itu diikat jambulnya untuk kebaikan." (Riwayat Al-Bukhari)Dalam riwayat lain beliau bersabda: "Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah kuda." (HR Muslim)
Dan sabdanya lagi: "Tiap-tiap sesuatu yang bukan zikrullah berarti permainan dan kelalaian kecuali empat perkara: (1) Seorang laki-laki berjalan antara dua sasaran (untuk memanah). (2) Seorang yang mendidik kudanya. (3) Seseorang yang bermain-main (bersenda gurau) dengan istrinya. (4) Belajar berenang." (Riwayat At-Thabarani). Dan berkatalah Umar: "Ajarlah anak-anakmu berenang dan memanah; dan perintahlah mereka supayamelompat di atas punggung kuda."
Ibnu Umar meriwayatkan."Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah mengadakan pacuan kuda dan memberi hadiah kepada pemerangnya." (Riwayat Ahmad)
Taruhan yang dibenarkan dalam syariat ialah suatu hadiah yang dikumpulkan bukan dari orang-orang yang berpacu atau dari salah satunya saja, tetapi dari orang-orang lainnya. Adapun hadiah yang dikumpulkan dari masing-masing yang berpacu, kemudian siapa yang unggul itulah yang mengambilnya, maka hadiah semacam itu termasuk judi yang dilarang.
5. Jalan Kaki
Olahraga lainnya yang pernah dilakukan Rasulullah SAW adalah jalan kaki. Namun jalan kaki yang dilakukan Rasulullah beda dengan orang lain pada umumnya. Dalam satu riwayat dari Abu Hurairah dikatakan, "Dan tidaklah aku mengetahui seorang pun yang lebih cepat jalannya dibandingkan dengan Rasulullah SAW. Ketika beliau berjalan seakan-akan bumi ini digulung untuknya, kami telah bersungguh-sungguh menyamai beliau, namun beliau tidak bergeming sama sekali."Rasulullah SAW adalah orang yang jalan kaki dengan cepat namun tidak juga terlalu cepat seperti orang berlari. Dalam Kitab Jam'u al-Wasail fi Syarh Al-Syamail disebutkan bahwa Rasulullah SAW ketika berjalan cepat, maksudnya adalah bukan jalan terburu-buru dan gegabah. Namun berjalan dengan langkah cepat penuh ketenangan. Sehingga tidak menghilangkan keindahan dan kewibawaan beliau.
Rasulullah berjalan setiap harinya dengan langkah yang cepat. Cara berjalan cepat ini ternyata ternyata bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Selain kelima olahraga di atas, Rasulullah SAW juga menganjurkan dan membolehkan beberapa jenis olahraga lainnya, yaitu:
1. Berburu
Berburu pada hakikatnya adalah bersenang-senang dan termasuk bagian dari olahraga dan bekerja. Baik menggunakan alat seperti tombak dan panah, atau dengan melepaskan binatang berburu seperti anjing dan burung.2. Bermain Anggar
Rasulullah SAW pernah memperkenankan orang-orang Habasyah (Ethiopia) bermain anggar di dalam Masjid Nabawi dan beliau pun membolehkan pula Aisyah menyaksikan permainan itu. Ketika Umar bin Khattab bermaksud melarang orang-orang Habasyah yang sedang bermain anggar, lalu Nabi mencegah sikap Umar itu. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata: "Ketika orang-orang Habasyah sedang bermain anggar di hadapan Nabi, tiba-tiba Umar masuk kemudian mengambil kerikil dan melemparkannya kepada mereka. Kemudian Rasulullah berkata kepada Umar: "Biarkanlah mereka itu, wahai Umar." (HR Al-Bukhari dan Muslim)3. Berenang
Dalam satu riwayat dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang." (HR An-Nasa'i)Menurut Ustaz Ahmad Sarwat, kalau memperhatikan teks hadis di atas, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan sia-sia, sebagaimana perbuatan lainnya. Hanya saja beliau tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan.
Para ulama menyebut perintah berenang itu merupakan perintah dari Umar bin Khattab sebagaimana riwayat berikut:
Umar bin Al-Khattab berkata: "Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda."
Itulah beberapa olahraga yang pernah dilakukan Rasulullah SAW dan beberapa olahraga lain yang dianjurkan beliau. Semoga bermanfaat.
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Mengenal sejarah ibadah umrah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menarik untuk disimak. Dan ternyata, Baginda Nabi SAW, hanya melakukan umrah... | Halaman Lengkap [429] url asal
#rasulullah-saw #umrah #sunnah-rasulullah #sirah-nabawiyah #keutamaan-umrah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 21/04/26 13:57
v/197851/
Mengenal sejarah ibadah umrahyang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menarik untuk disimak. Dan ternyata, Baginda Nabi SAW, hanya melakukan umrah sebanyak 4 kali dalam seumur hidup. Berikut penjelasannya.Keempat umrah Rasulullah SAWtersebut memiliki latar belakang sejarah yang berbeda, mulai dari umrah yang tertunda karena perjanjian damai, hingga umroh yang dilakukan bersamaan dengan Haji Wada. Fakta ini menjadi rujukan penting dalam sejarah Islam dan sering disebut dalam berbagai kitab hadis dan sirah Nabi. Simak sejarah singkatnya di bawah ini:
Rasulullah SAW Umrah 4 Kali Seumur Hidupnya
1. Umrah Hudaybiyyah (6 Hijriah)
Pada bulan Zulkaidah tahun ke-6 Hijriah, Rasulullah ﷺ berangkat dari Madinah bersama sekitar 1.400 sahabat dengan niat tulus untuk menunaikan umroh.Namun sesampainya di wilayah Hudaybiyyah, kaum Quraisy justru menghalangi mereka masuk ke Makkah. Terjadilah negosiasi panjang yang akhirnya melahirkan Perjanjian Hudaybiyyah, sebuah kesepakatan damai antara kaum Muslimin dan Quraisy.
Salah satu syaratnya adalah Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin diperbolehkan melakukan ibadah umrah tahun depan, dengan syarat tidak membawa senjata. Mereka diperbolehkan berada di Mekah selama tiga hari, dan baru bisa memasuki Mekah setelah kaum Quraisy mengosongkan kota itu.
2. Umrah Qadha (7 Hijriah)
Setahun kemudian, tibalah waktu bagi Rasulullah ﷺ dan para sahabat untuk menunaikan Umrah Qadha, sebagai ganti umrah yang tertunda.Sebanyak 2.000 sahabat memasuki Makkah dengan penuh wibawa. Tidak ada peperangan, tidak ada ketegangan. Mereka thawaf, sa’i, dan menyembelih hewan kurban dengan damai.
Saat itu beredar rumor bahwa kaum Muslimin telah melemah di Madinah. Menanggapi hal tersebut, Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk berlari kecil pada tiga putaran pertama thawaf guna menunjukkan kekuatan fisik umat Islam (HR. Bukhari: 4256).
Umrah ini menjadi simbol bahwa Islam telah berdiri tegak, tidak lagi terpinggirkan di kota suci.
3. Umrah Ji’ranah (8 Hijriah)
Umrah ketiga dilakukan Rasulullah ﷺ setelah kemenangan besar dalam Perang Hunain. Dari daerah Ji’ranah, beliau berihram lalu masuk ke Makkah untuk menunaikan umroh pada malam hari (HR. An-Nasa’i: 2863).Di Ji’ranah, Rasulullah ﷺ sempat menunggu selama sekitar 10 hari sebelum membagikan harta rampasan perang, berharap kaum Hawazin datang untuk bertobat. Ketika mereka benar-benar datang dan memohon agar tawanan dibebaskan, Rasulullah ﷺ memilih sikap penuh kasih dan memerintahkan para sahabat untuk membebaskan para tawanan dengan cara yang baik.
Setelah itu, Rasulullah ﷺ langsung menunaikan umroh, lalu kembali ke Madinah. Sebuah teladan tentang kepemimpinan yang tegas namun penuh rahmat.
Saat ini, Masjid Ji’ronah jadi salah satu area miqat paling ramai yang didatangi jemaah umroh.
4. Umrah Bersama Haji Wada (10 Hijriah)
Umrah terakhir Rasulullah ﷺ diselesaikan bersamaan dengan Haji Wada pada 10 H. Pada masa inilah khutbah perpisahan dibacakan dan agama Islam telah disempurnakan oleh Allah SWT.[ۚarabOpen]… ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا…
Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan, dan Tata Caranya
Mandi wajib sebelum puasa Ramadan membersihkan fisik dan spiritual, dilakukan sebelum Subuh dengan niat tulus untuk kesucian dan kesiapan ibadah. [667] url asal
#mandi-wajib #niat-mandi #puasa-ramadan #tata-cara-mandi #mandi-sebelum-puasa #sunnah-rasulullah #doa-niat-mandi #niat-puasa-ramadan #manfaat-spiritual-mandi #mandi-wajib-ramadan #cara-mandi-wajib #man
(Bisnis.Com - Terbaru) 17/02/26 09:45
v/138519/
Bisnis.com, JAKARTA - Untuk menyambut bulan suci Ramadan, diharapkan Anda memiliki hati yang bersih dan jiwa yang suci.
Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah mandi sebelum puasa Ramadan. Mandi ini bertujuan untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk.
Mandi sebelum puasa Ramadan memiliki makna yang mendalam dalam tradisi Islam. Selain sebagai bentuk penyucian diri, mandi ini juga merupakan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Dengan melaksanakan mandi sebelum puasa Ramadan, kita mempersiapkan diri untuk memasuki bulan suci dengan kondisi yang bersih dan siap menjalankan berbagai ibadah dengan optimal.
Secara spiritual, mandi ini membantu membersihkan hati dan pikiran dari segala bentuk kotoran batin. Dengan demikian, kita dapat lebih fokus dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa serta amalan-amalan lainnya selama bulan Ramadhan. Selain itu, mandi sebelum puasa Ramadhan juga menjadi simbol kesiapan dan kesungguhan kita dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini.
Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan
Sebelum melaksanakan mandi, disunnahkan untuk membaca niat sebagai bentuk kesungguhan hati dalam menjalankan amalan tersebut. Berikut adalah bacaan niat mandi sebelum puasa Ramadhan:
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar wajib karena Allah Ta'ala."
Membaca niat ini menegaskan tujuan kita dalam melaksanakan mandi sebelum puasa Ramadhan, yaitu untuk mensucikan diri dan mempersiapkan diri secara optimal dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan niat yang tulus, diharapkan ibadah yang kita lakukan mendapatkan ridha dari Allah SWT.
Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadan
Melaksanakan mandi sebelum puasa Ramadhan sebaiknya mengikuti tata cara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Membaca Niat: Sebelum memasuki kamar mandi, bacalah niat mandi sebelum puasa Ramadhan seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Mencuci Tangan: Basuh tangan sebanyak tiga kali untuk memastikan kebersihannya.
Membersihkan Bagian Tubuh yang Tersembunyi: Gunakan tangan kiri untuk membersihkan bagian tubuh yang tersembunyi, seperti kemaluan, ketiak, dan area lain yang mungkin terdapat kotoran atau najis.
Berwudhu: Setelah membersihkan bagian tubuh tersebut, lakukan wudhu seperti biasa, dimulai dengan membasuh tangan, berkumur, membasuh wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki hingga mata kaki.
Membasuh Kepala: Guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali, pastikan air mencapai seluruh bagian kulit kepala dan rambut.
Membasuh Seluruh Tubuh: Siram seluruh tubuh dengan air, dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri, pastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewatkan.
Dengan mengikuti tata cara di atas, diharapkan mandi sebelum puasa Ramadhan dapat dilakukan dengan sempurna, sehingga kita benar-benar bersih secara fisik dan siap menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.
Waktu Pelaksanaan Mandi Sebelum Puasa Ramadhan
Waktu yang tepat untuk melaksanakan mandi sebelum puasa Ramadhan adalah sebelum fajar menyingsing, yaitu sebelum waktu Subuh tiba. Hal ini bertujuan agar kita memasuki waktu puasa dalam keadaan suci dan bersih. Namun, jika tidak memungkinkan, mandi dapat dilakukan pada malam hari sebelum tidur, asalkan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan kesucian setelahnya.
Selain itu, bagi mereka yang memiliki hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri atau setelah haid bagi wanita, diwajibkan untuk melakukan mandi wajib sebelum memulai puasa. Hal ini penting agar ibadah puasa yang dijalankan sah dan diterima oleh Allah SWT.
Manfaat Spiritual Mandi Sebelum Puasa Ramadan
Selain manfaat fisik berupa kebersihan tubuh, mandi sebelum puasa Ramadhan juga memiliki manfaat spiritual yang signifikan. Dengan membersihkan diri secara menyeluruh, kita secara simbolis membersihkan jiwa dan hati dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu. Hal ini membantu kita memasuki bulan Ramadhan dengan semangat baru dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Mandi ini juga menjadi momen refleksi bagi kita untuk merenungkan segala perbuatan yang telah dilakukan dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadhan. Dengan demikian, mandi sebelum puasa Ramadhan bukan hanya sekadar ritual fisik, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki hubungan spiritual kita dengan-Nya.
Melaksanakan doa mandi puasa Ramadhan merupakan salah satu cara bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan kondisi yang suci dan bersih. Dengan mengikuti tata cara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, kita dapat memastikan bahwa ibadah puasa yang akan dijalankan menjadi lebih khusyuk.
Tata Cara Salat Idul Fitri yang Benar dan Sesuai Sunnah Rasulullah
Panduan lengkap salat Idul Fitri: mulai dari takbir, berhias, makan sebelum salat, hingga tata cara salat dan khutbah sesuai sunnah Rasulullah. [653] url asal
#idul-fitri #salat-idul-fitri #tata-cara-salat #sunnah-rasulullah #amalan-sunnah #takbir-idul-fitri #pakaian-terbaik #makan-sebelum-salat #niat-salat-idul-fitri #rakaat-pertama #rakaat-kedua #khutbah-i
(Bisnis.Com - Terbaru) 21/01/26 13:10
v/109425/
Bisnis.com, JAKARTA - Hari Raya Idul Fitri merupakan momen istimewa bagi seluruh umat Islam. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, Idul Fitri hadir sebagai hari kemenangan yang dirayakan dengan penuh suka cita. Meski demikian, Islam tetap mengajarkan agar kebahagiaan tersebut diisi dengan amalan yang bernilai ibadah dan mengikuti tuntunan Rasulullah saw.
Dalam buku 'How Did the Prophet & His Companions Celebrate Eid?" disebutkan bahwa Rasulullah saw dan umat Islam pertama kali merayakan Idul Fitri pada tahun kedua Hijriah (624 M), tepat setelah Perang Badar. Sejak saat itu, berbagai sunnah dan tuntunan Rasulullah saw dalam menyambut Idul Fitri menjadi pedoman bagi umat Islam hingga hari ini.
Amalan Sunnah Menyambut Idul Fitri
Sebelum memasuki pembahasan utama tentang tata cara salat Idul Fitri, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan sebagai bentuk penyambutan hari raya.
1. Memperbanyak Takbir Idul Fitri
Rasulullah saw dianjurkan untuk mengumandangkan takbir sejak malam terakhir Ramadan hingga pagi hari 1 Syawal. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ
Artinya, “Dan sempurnakanlah bilangan Ramadan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah”. (QS. Al-Baqarah: 185)
Takbir Idul Fitri terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
- Takbir muqayyad, yakni takbir yang dibaca setelah salat fardu maupun sunnah.
- Takbir mursal, yaitu takbir yang dibaca kapan saja tanpa terikat waktu salat.
Kesunnahan takbir dimulai sejak matahari terbenam pada malam 1 Syawal hingga takbiratul ihram imam salat Id. Takbir dapat dikumandangkan di mana saja, baik di rumah, masjid, jalan, maupun tempat umum lainnya.
Salah satu bacaan takbir yang utama adalah:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
2. Berhias dan Mengenakan Pakaian Terbaik
Idul Fitri adalah waktu yang dianjurkan untuk menampakkan kebahagiaan dengan berpenampilan rapi dan bersih. Sunnah berhias dilakukan dengan membersihkan badan, memotong kuku, memakai wewangian, serta mengenakan pakaian terbaik. Pakaian berwarna putih dianjurkan, namun bila terdapat pakaian lain yang lebih baik dan layak, maka dianjurkan memakainya.
Anjuran berhias berlaku bagi semua orang, termasuk yang tidak menghadiri salat Id. Khusus bagi perempuan, berhias tetap harus memperhatikan batasan syariat, seperti menjaga aurat dan tidak berlebihan dalam menampilkan perhiasan.
3. Makan Sebelum Salat Idul Fitri
Pada hari raya Idul Fitri, umat Islam diharamkan berpuasa. Rasulullah saw bahkan membiasakan diri makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Id, biasanya dengan memakan kurma dalam jumlah ganjil.
Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Pada waktu Idul Fitri Rasulullah saw tidak berangkat ke tempat salat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari)
Tata Cara Salat Idul Fitri Lengkap dengan Niat dan Bacaan
Salat Idul Fitri merupakan amalan utama di hari raya. Salat ini dilaksanakan dua rakaat dan disunnahkan dikerjakan secara berjamaah, meskipun boleh dikerjakan sendiri apabila berhalangan hadir.
Salat Id dilaksanakan tanpa adzan dan iqamah, melainkan cukup dengan seruan “ash-shalâtu jâmi‘ah”.
1. Niat Salat Idul Fitri
Niat dilakukan di dalam hati, sementara melafalkannya hukumnya sunnah. Bacaan niatnya sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak‘ataini (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ.
“Aku niat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (sebagai makmum/imam) karena Allah ta‘ala.”
2. Rakaat Pertama
- Dimulai dengan takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Disunnahkan melakukan tujuh kali takbir tambahan
- Di sela-sela takbir membaca:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Atau:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
- Membaca Surat Al-Fatihah
- Dianjurkan membaca Surat Al-A‘la
- Dilanjutkan ruku’, sujud, dan seterusnya seperti salat biasa
3. Rakaat Kedua
- Berdiri kembali lalu melakukan lima kali takbir tambahan
- Membaca bacaan di sela-sela takbir
- Membaca Surat Al-Fatihah
- Dianjurkan membaca Surat Al-Ghâsyiyah
- Dilanjutkan ruku’, sujud, hingga salam
Takbir tambahan ini hukumnya sunnah, sehingga jika terlupa tidak membatalkan salat.
4. Mendengarkan Khutbah Idul Fitri
Setelah salam, jamaah dianjurkan tetap duduk untuk mendengarkan khutbah hingga selesai. Khutbah Idul Fitri dilakukan dua kali dan dipisahkan dengan duduk sejenak.
Dalam hadits disebutkan:
السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس
“Sunnah seorang imam berkhutbah dua kali pada salat hari raya dan memisahkan keduanya dengan duduk.” (HR. Asy-Syafi’i)
Salat Idul Fitri bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ibadah penuh makna yang mencerminkan rasa syukur atas nikmat Ramadan. Dengan memahami tata cara salat Idul Fitri yang benar dan menjalankannya sesuai sunnah Rasulullah saw, diharapkan umat Islam dapat meraih kesempurnaan ibadah sekaligus menjaga kemuliaan hari kemenangan ini.
Kisah Sahabat Nabi : Khubaib, Orang Pertama yang Melaksanakan Sunnah Nabi
Kisah sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam ini sangat menarik untuk disimak. Dialah orang pertama yang melaksanakan Sunnah Rasul sebelum akhirnya dibunuh. Siapa... | Halaman Lengkap [825] url asal
#kisah-sahabat-nabi #khubaib-bin-adi-ra #sunnah-rasulullah #sunnah-rasul
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 09/12/25 19:20
v/66815/
Kisah sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam ini sangat menarik untuk disimak. Dialah orang pertama yang melaksanakan Sunnah Rasul sebelum akhirnya dibunuh. Siapa sahabat tersebut?Dialah Khubaib bin 'Adi radhiyallahu'anhu, sahabat yang wafat syahid di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Khubaib, sahabat Nabi (kaum Anshar) yang ditawan dan dibunuh oleh kaum musyrikin di tiang gantungan.
Beliaulah orang pertama yang mengerjakan salat sunnah2 rakaat sebelum dibunuh. Riwayat lain mengatakan beliau adalah muslim pertama yang dieksekusi mati dengan cara digantung.
Dalam buku "37 Masalah Populer" karya Ustaz Abdul Somad (dai yang lulusan S3 Oumdurman Islamic University Sudan) diceritakan kisah sahabat yang mulia ini. Dari Abu Hurairah, ia berkata, " Rasulullah SAW mengutus utusan sebanyak sepuluh orang. Mereka dipimpin ‘Ashim bin Tsabit al-Anshari kakek ‘Ashim bin Umar bin al-Khaththab. Ketika mereka berada di al-Hadah lokasi antara 'Asafan dan Makkah.
Berita kedatangan mereka disampaikan ke satu kawasan dari Hudzail bernama Bani Lihyan, lalu dipersiapkan untuk menghadapi mereka hampir seratus orang pemanah. Pasukan musuh mengikuti jejak pasukan kaum muslimin hingga pasukan musuh mendapati makanan pasukan kaum muslimin yaitu kurma di tempat yang mereka diami.
Pasukan musuh berkata, "Ini kurma Yatsrib (Madinah)". Pasukan musuh terus mengikuti jejak pasukan kaum muslimin. Ketika 'Ashim dan para sahabatnya merasa bahwa mereka diikuti, mereka pun singgah di suatu tempat. Pasukan musuh mengelilingi mereka dan berkata, "Turunlah kalian, serahkan diri kalian. Bagian kalian perjanjian. Kami tidak akan membunuh seorang pun dari kalian". Ashim bin Tsabit berkata, "Wahai sahabat, aku tidak akan turun ke dalam perlindungan orang kafir. Ya Allah, beritahukan Nabi-Mu tentang kami". Pasukan musuh memanah pasukan kaum muslimin, mereka berhasil membunuh Ashim.
Tiga orang turun berdasarkan perjanjian, di antara mereka adalah Khubaib, Zaid bin ad-Datsinah dan seorang laki-laki. Ketika pasukan musuh dapat menguasai mereka, pasukan musuh melepaskan tali busur panah mereka dan mengikat pasukan kaum muslimin. Laki-laki yang ketiga itu berkata, "Demi Allah, inilah tipuan pertama, aku tidak akan bersama dengan kamu. Sesungguhnya aku suri tauladan bagi mereka", yang ia maksudkan adalah dalam hal pembunuhan.
Pasukan musuh terus menyeret dan mengajaknya, tapi ia tetap menolak untuk ikut bersama mereka. Lalu Khubaib dan Zaid bin ad-Datsinah dibawa hingga pasukan musuh menjual mereka berdua setelah perang Badar. Bani Al-Harits bin ‘Amir bin Naufal membeli Khubaib. Khubaib adalah orang yang membunuh Al-Harits bin 'Amir saat perang Badar.
Khubaib menetap di negeri mereka sebagai tawanan hingga mereka berkumpul untuk membunuhnya. Khubaib meminjam pisau silet kepada salah seorang perempuan dari anak perempuan al-Harits, perempuan itu meminjamkannya. Perempuan itu memiliki seorang anak laki-laki, ketika perempuan itu lengah, anak laki-lakinya datang kepada Khubaib. Perempuan itu mendapati anak laki-lakinya berada di atas pangkuan Khubaib sedangkan pisau silet berada di tangan Khubaib.
Perempuan itu berkata, "Aku sangat terkejut". Khubaib menyadari hal itu, ia berkata, "Apakah engkau khawatir aku membunuhnya? Aku tidak mungkin melakukan itu”. Perempuan itu berkata, "Demi Allah aku tidak pernah melihat seorang tawanan sebain Khubaib. Demi Allah, suatu hari aku dapati Khubaib memakan setangkai anggur di tangannya, padahal ia terikat dengan besi, sedangkan di Makkah tidak ada buah-buahan. Itulah adalah rezeki yang diberikan Allah Ta'ala kepada Khubaib".
Ketika pasukan musuh membawa Khubaib keluar untuk dibunuh di tanah halal (luar tanah haram). Khubaib berkata kepada mereka, "Biarkanlah aku melaksanakan salat dua rakaat". Mereka pun membiarkannya. Lalu Khubaib melaksanakan salat dua rakaat. Khubaib berkata, "Demi Allah, andai kalian tidak menyangka bahwa aku berkeluh-kesah, pastilah aku tambah (jumlah rakaat)".
Kemudian Khubaib berkata, "Ya Allah, hitunglah jumlah mereka, bunuhlah mereka segera, jangan sisakan seorang pun dari mereka". Kemudian Khubaib bersyair: "Aku tidak peduli ketika aku terbunuh sebagai muslim. Di sisi apa pun bagi Allah kematianku. Itu semua pada Tuhan yang satu jika Ia berkehendak. Allah memberikan berkah pada setiap bagian tubuh yang terputus".
Lalu Abu Sirwa’ah 'Uqbah bin al-Harits tegak berdiri membunuh Khubaib. Khubaib adalah orang pertama yang men-sunnah-kan shalat (sunnat) bagi setiap muslim yang terbunuh dalam keadaan sabar. (HR. Al-Bukhari).
Sedemikian kokohnya iman Khubaib sehingga ketika ia diminta oleh kafir Quraisy berbalik dari Islam dan Nabi SAW , ia menjawab: "Jika semua yang ada di atas bumi menjadi milikku, niscaya aku tidak akan pernah berbalik dari Islam".
Subhanallah, inilah keimanan sahabat yang sangat menggetarkan hati. Meski Khubaib dihina dan dibunuh sadis oleh musuh Islam, beliau tetap berpegang teguh kepada tauhid dan wafat dalam keadaan syahid .
Salat Sunnah 2 Rakaat Sebelum Dibunuh
Adapun amalan salat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan Khubaib bukanlah amalan biasa. Amalan ini tidak pernah dikerjakan oleh siapapun termasuk sahabat yang lain.Menurut Ustaz Abdul Somad , amalan salat sunnah 2 rakaat itu tidak pernah diajarkan Rasulullah SAW . "Hai orang-orang beriman, jika kamu akan dibunuh, salat sunnahlah dua rakaat". Nabi tidak pernah mengatakan demikian.
Namun, salat sunnah dua rakaat ini murni inisiatif dari Khubaib. Maka Khubaib melakukan perbuatan yang tidak dilakukan, tidak diucapkan dan tidak diajarkan Rasulullah SAW . Kendati masuk kategori bid'ah, tapi inilah bid’ah hasanah. Setelah disampaikan kepada Rasulullah SAW , diakui beliau, amalan ini pun menjadi Sunnah Taqririyyah.
Mengenal Sunnah Rasulullah, Arti, Jenis dan Contohnya yang Penting Diketahui
Mengenal Sunnah Rasulullah Shallalalahu Alaihi Wassalam penting diketahui umat Islam. Apa pengertian, jenis dan contoh Sunnah Rasul tersebut? Berikut penjelasannya... | Halaman Lengkap [609] url asal
#sunnah-nabi #sunnah-rasulullah #hukum-islam #sumber-hukum-islam #sunnah-rasul
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 09/12/25 15:55
v/66460/
Mengenal Sunnah RasulullahShallalalahu Alaihi Wassalam penting diketahui umat Islam. Apa pengertian, jenis dan contoh Sunnah Rasul tersebut? Berikut penjelasannyaDalam Islam ada empat sumber hukum Islam/syariat. Salah satu di antaranya adalah Sunnah Rasulullah atau Sunnah Nabi(Al-Hadis). Keempat sumber hukum Islamyang dimaksud adalah Al-Qur'an, Sunnah Nabi (Al-Hadis), Ijma' (kesepakatan ulama), dan Qiyas.
Ulasan kali ini kita akan membahas tentang pengertian Sunnah Nabi dan macam-macamnya. Berikut empat macam Sunnah Nabi yang perlu diketahui umat Islam agar tidak keliru memaknainya.
Di antaranya:
1. Sunnah Fi'liyah
Yaitu berkenaan dengan perbuatan dan perilaku Nabi Muhammad SAW, meskipun beliau tidak memerintahkan atau mensabdakannya.Misalnya: "Bertawassul kepada orang saleh yang telah wafat ketika berdoa kepada Allah. Diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani dalam Kitab al-Mu'jam al Kabir dan al-Ausath pada redaksi yang sangat panjang dari Anas, bahwa ketika Fatimah binti Asad bin Hasyim (ibu Sayyidina Ali) wafat, maka Rasulullah SAW turut menggali makam untuknya dan masuk ke dalam liang lahadnya sembari merebahkan diri di dalam liang tersebut.
Beliau berdoa:
Artinya: "Allah yang menghidupkan dan mematikan. Allah Maha hidup, tidak akan mati. Ampunilah ibuku, Fatimah binti Asad, tuntunlah hujjahnya dan lapangkan kuburnya, dengan haq Nabi-Mu dan para Nabi sebelumku. Sesungguhnya Engkau Zat yang paling mengasihi." (HR at-Thabrani dan Abu Nuaim dari Anas)
2. Sunnah Qouliyah
Yaitu berkenaan dengan yang apa yang disampaikan Nabi atau disabdakan beliau melalui lisan, meskipun belum ditemukan riwayat Rasulullah SAW pernah mengerjakannya. Sunnah Qouliyah ini identik dengan Hadis.Misalnya, amaliyah Tahlilan. Dalam satu riwayat yang dinukil dari Al-Tahqiqat juz III, Sunan an-Nasa'i juz II, beliau bersabda:
"Barang siapa menolong mayit dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan zikir, maka Allah memastikan surga baginya." (HR ad-Darimy dan Nasa'i dari Ibnu Abbas)
Artinya: "Bersedekahlah kalian untuk diri kalian dan orang-orang yang telah mati dari keluarga kalian walau hanya air seteguk. Jika kalian tak mampu dengan itu, bersedekahlah dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Jika kalian tidak mengerti Al-Qur'an, berdoalah untuk mereka dengan memintakan ampunan dan rahmat. Sungguh Allah telah berjanji akan mengabulkan doa kalian." (HR Ad-Darimi dan Nasa'i dari Ibnu Abbas)
3. Sunnah Taqririyah
Yaitu diamnya Rasulullah SAW terhadap perbuatan atau amalan yang dilakukan para sahabat. Artinya, diamnya Rasulullah SAW menjadi Sunnah bagi umatnya.Contohnya, salat sunnah syukril wudu yang dilakukan sahabat Nabi. Berikut riwayatnya:
Dari Abu Hurairaoh radhiyallohu 'anhu bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Bilal radhiyallohu 'anhu ketika salat Fajar (Subuh): "Wahai Bilal, ceritakan padaku amal yang paling utama yang kamu amalkan dalam Islam, sebab aku mendengar di hadapanku suara sandalmu dalam surga." Bilal berkata: "Tidak ada amal yang utama yang aku amalkan kecuali bahwa jika aku bersuci (berwudu) pada suatu malam ataupun siang melainkan aku selalu salat dengan wudhu tersebut di samping salat wajib." (HR Al-Bukhari 1081)
4. Sunnah Hamiyah
Yaitu sesuatu yang pernah direncanakan Rasulullah SAW tetapi beliau belum sempat mengerjakannya karena ditakdirkan wafat. Artinya, sesuatu yang diniatkan Nabi namun tidak sempat melaksanakannya. Contohnya, puasa sunnah 9 Asyura.Dikisahkan oleh Ibnu Abbas:
Artinya: "Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata: "Ya, Nabi Muhammad! Hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani." Rasulullah SAW bersabda, "Tahun yang akan datang insya Allah aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan." (HR Muslim)
Hadis di atas menyebutkan keinginan Rasulullah SAW untuk berpuasa pada hari ke-9 bulan Asyura. Namun, keinginan itu gagal direalisasikan karena beliau wafat sebelum sampai pada bulan Asyura tahun berikutnya.
Demikian pengertian Sunnah dalam pembahasan ini, tidak sebatas yang pernah dikerjakan atau dicontohkan Baginda Nabi Muhammad SAW saja. Semoga ulasan singkat ini bermanfaat.
Sunnah-sunnah Rasul yang Bermanfaat untuk Kesehatan, Simak di Sini!
Ada banyak sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam yang ternyata sangat bermanfaat dengan kesehatan kita. Apa saja kebiasaan Baginda Nabi SAW tersebut? Berikut... | Halaman Lengkap [754] url asal
#amalan-sunnah #sunnah-rasulullah #kesehatan-tubuh-dan-jiwa #sunnah-rasul
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 09/12/25 05:15
v/65639/
Ada banyak sunnah RasulullahShallallahu Alaihi Wassalam yang ternyata sangat bermanfaat dengan kesehatan kita. Apa saja kebiasaan Baginda Nabi SAW tersebut? Berikut ulasannya.Semasa hidup Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam tidak pernah ditimpa penyakit parah. Beliau pernah sekali menderita demam saat menjelang wafat. Mengapa Rasulullah SAW jarang sakit? Ternyata ada rahasia amalanyang perlu diketahui kaum muslimin. Selain menjaga pola hidup sehat,Rasulullah SAW melakukan hal-hal berikut yang menjadi sunnah beliau.
Sayangnya banyak di antara kaum muslimin mengabaikan sunnah-sunnah tersebut. Padahal, siapa yang mengamalkan sunnah-sunnah ini niscaya akan dijauhkan dari segala macam penyakit berbahaya. Apa saja amalan sunnah tersebut? Berikut ulasannya dikutip dari berbagai sumber.
1. BAB dengan Posisi Jongkok
Buang air besar (BAB) dengan posisi jongkok ini merupakan sunnah Nabi yang sangat menyehatkan. Dalam dunia kesehatan, BAB jongkok mengurangi risiko infeksi saluran kencing dan kelamin terutama pada perempuan karena perpindahan jamur, kuman dan bakteri dapat diminimalisir. Kemudian membantu kontraksi otot perut secara maksimal sehingga tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk 'mengeden'. BAB jongkok juga lebih bersih karena pembuangan kotoran lebih maksimal. Adapun BAB dengan posisi duduk beresiko tinggi terkena wasir/ambeien.2. Menghirup Air Melalui Hidung Saat Berwudu
Salah satu sunnah yang sering dilupakan ketika berwudu adalah menghirup air lewat hidung (istinsyaq). Dalam dunia kesehatan, Istinsyaq dapat mencegah penyakit stroke dan penyakit ISPA. Ketika air dihirup melalui rongga hidung maka segala macam kotoran seperti debu, bakteri dan virus akan hilang. Hiruplah air melalui hidung sampai terasa di ubun-ubun.3. Buang Air Kecil dengan Posisi Jongkok
Nabi SAW mengajarkan cara buang air kecil dengan posisi jongkok. Sunnah yang satu ini sering diabaikan banyak orang. Padahal jongkok merupakan posisi alami untuk buang air kecil. Kencing dengan posisi jongkok dapat mencegah penyakit prostat dan batu ginjal. Selain menyehatkan, buang air kecil jongkok lebih membersihkan air kencing secara maksimal. Jika kencing berdiri, tanpa disadari sisa air kencing sering terbawa ketika salat. Itulah mengapa Nabi SAW mengajarkan umatnya untuk buang air kecil dengan posisi jongkok disertai berdehem agar sisa airnya keluar dengan maksimal.4. Makan dengan Tangan
Sunnah Nabi yang satu ini memiliki rahasia kesehatan yang mendatangkan manfaat untuk tubuh. Makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan. Ada enzim di tangan yang membantu makanan lebih mudah dicerna. Nabi SAW juga mengajarkan agar menjilati sisa makanan yang menempel di jari. Dalam ilmu medis, ruas-ruas jari tangan ketika digunakan untuk makan itu mengeluarkan sejenis cairan yang membantu proses pencernaan makan dalam lambung. Makan dengan kanan lebih berkah dibanding dengan sendok besi, kayu, atau plastik.5. Makan dan Minum dengan Posisi Duduk
Nabi SAW memerintahkan kita agar makan dan minum dengan posisi duduk. Selain menyehatkan, posisi duduk juga lebih santun dan berkah. Dalam ilmu kesehatan, makan minum dengan posisi duduk akan membuat lambung bekerja dengan baik dan tidak terganggu. Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang yaitu udara, makanan dan air. Jika ingin memiliki lambung dan pencernaah yang sehat, amalkan sunnah ini.6. Mengonsumsi Buah Sebelum Makan
Makan buah sebelum makan merupakan sunnah Nabi yang sering diabaikan banyak orang. Pernah seseorang datang ke Nabi SAW dengan membawa wadah berisi kurma basah dan kurma kering, kemudian beliau berkata, makanlah ini (buah kurma), kemudian mengambil hidangan dan kemudian pergi. Dalam ilmu kedokteran, mengonsumsi buah sebelum makan membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap. Buah memiliki peranan penting untuk mendetoksifikasi sistem tubuh. Apabila makan buah setelah makan dapat menyebabkan gangguan lambung, karena ada reaksi asam.7. Tidur Miring ke Kanan
Nabi SAW bersabda, "Jika engkau hendak menuju pembaringanmu, maka berwudulah seperti engkau berwudu untuk salat, kemudian berbaringlah di rusukmu sebelah kanan." Adapun manfaat tidur miring ke kanan bagi kesehatan adalah mengurangi beban jantung. Saat tubuh miring ke kanan, maka darah akan mengalir lebih merata dan terkonsentrasi pada tubuh bagian kanan. Para ahli menganjurkan posisi tidur ke kanan karena merupakan posisi tidur yang baik bagi tubuh. Nabi SAW melarang umatnya tidur tengkurap, selain tidak bagus untuk kesehatan, tidur tengkurep adalah tidurnya setan.8. Bersiwak
Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan bahwa ada empat hal yang termasuk dari Sunnah Nabi yakni memakai minyak wangi, menikah, bersiwak, dan rasa malu. Bersiwakmerupakanamalan yang dicintai Nabi SAW dan disukai para Malaikat. Adapundalam ilmu kesehatan, bersiwak dapat mencegah gigi berlubang dan menghilangkan bau mulut. Ini karena batang atau ranting siwak mengandung zat antibakteri alami yang dapat menghambat pertumbuhan kuman atau bakteri di mulut.Demikian sunnah-sunnah Nabi yang dapat mencegah penyakit bagi tubuh. Sebenarnya masih banyak amalan sunnah yang menyehatkan seperti mengonsumsi makanan dan minuman sehat ala Rasulullah. Semoga kita diberi taufik agar dapat mengamalkan sunnah-sunnah di atas. Wallahu A'lam
3 Keistimewaan Puasa Hari Senin, Simak di Sini!
Puasa sunnah Senin merupakan salah satu amalan yang sangat dahsyat. Amalan ini memiliki keutamaan yang tersambung dengan amalan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi... | Halaman Lengkap [250] url asal
#puasa-sunnah #puasa-sunnah-senin #puasa-senin #keutamaan-hari-senin #sunnah-rasulullah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 10/11/25 10:38
v/33500/
Ada beberapa keistimewaan puasa Seninyang penting diketahui kaum Muslim. Puasa Senin adalah puasa sunnah yang diamalkan pada hari Senin. Puasa sunnah Seninmerupakan salah satu amalan yang sangat dahsyat. Amalan ini memiliki keutamaan yang tersambung dengan amalan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam .Berikut Keistimewaan Puasa Senin :
1. Mendapat keutamaan besar karena beribadah saatcatatan amal dihadapkan kepada Allah Ta'ala.2. Memberi Kemaslahatan bagi tubuh karena ada waktu istirahat setiap pekannya.
3. Mendapat pahala dan keberkahan karena mengamalkan sunnah Nabi.
Adapun dalil anjuran berpuasa sunnah Senin, dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas Beliau SAW menjawab:
"Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku." (HR. Muslim No. 1162)
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW Bersabda:
"Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa ." (HR. Tirmidzi No. 747. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini Hasan Gharib)
Dari Sayyidah 'Aisyah RA Beliau mengatakan :
" Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam biasa menaruh pilihan berpuasa pada Hari Senin dan Kamis". (HR. An-Nasa'i No 2360 dan Ibnu Majah No. 1739)
Cara mengerjakan puasa Sunnah Senin hampir sama dengan puasa wajib di bulan Ramadhan. Dianjurkan untuk mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Yang membedakannya hanya di lafaz niat. (Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah )
Niat Puasa Sunnah Hari Senin:
Nawaitu Shauma Yaumil Itsnaini Sunnatan Lillahi Ta'ala.
Artinya: "Saya Niat Puasa Sunnah Hari Senin karena Allah Ta'ala"
Dahsyatnya Puasa Senin-Kamis, Sunnah yang Disukai Rasulullah SAW
Puasa Senin-Kamis memiliki keistimewaan luar biasa, amalan sunnah yang disukai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Mengapa puasa ini sangat dianjurkan? Apa... | Halaman Lengkap [447] url asal
#puasa-sunnah #sunnah-rasulullah #keutamaan-puasa-sunnah #puasa-sunah-senin-kamis #keutamaan-hari-senin
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 10/11/25 09:19
v/33404/
Puasa Senin-Kamis memiliki keistimewaan luar biasa, amalan sunnahyang disukai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Mengapa puasa ini sangat dianjurkan? Apa alasan Rasulullah sering melakukannya?Hadis yang mengabarkan tentang puasa Senin-Kamis diceritakan ibunda Aisyah radhiallahu ta’ala ‘anha, ia berkata :
“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam itu, bersemangat untuk berpuasa hari senin dan kamis”
Lantas apa alasannya? Ustadz Ratno, Lc, alumni Universitas Islam Madinah Jurusan Hadis menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sering melakukan puasa Senin-Kamis .
Pertama, karena hari Senin merupakan hari kelahiran beliau, dan kita tahu, bahwa beliau adalah rahmat bagi alam semesta.
Kedua, hari itu juga, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi rasul. Beliau pernah ditanya, tentang puasa hari senin, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, beliau pun menjawab:
“Hari senin merupakan hari kelahiranku, Hari senin juga merupakan hari pengutusanku sebagai rasul, atau hari pertama diturunkan Al-Qur’an”(HR Muslim)
Ketiga, hari Senin dan Kamis adalah hari dimana amalan diangkat dan dihadapkan kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Amalan manusia dihadapkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis”
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sangat senang, bisa berpuasa, saat amalannya dihadapkan kepada Allah, Beliau bersabda :
“Amalan dihadapkan kepada Allah pada hari senin dan kamis, dan aku senang, saat amalanku dihadapkan (kepada Allah) aku dalam keadaan puasa”
Keempat, adalah karena pada hari senin dan kamis pintu surga dibuka.
Kelima, adalah hari dimana dosa-dosa seorang mukmin diampuni. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan.”
Lalu dikatakan: “Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai! Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai! Tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai!”
Lantas, bolehkah berpuasa hari Senin saja, tanpa berpuasa hari Kamis? Dan bolehkan berpuasa pada hari Kamis saja tanpa hari Senin? Syaikh bin Baz -rahimahullah- pernah ditanya : "Syaikh yang mulia, saya tidak bisa puasa hari kamis karena suatu halangan tertentu. Apakah saya bisa puasa hari senin saja setiap minggunya (tanpa puasa hari kamis), ataukah harus berpuasa dua hari itu semuanya ?
Syaik bin Baz menjawab :
“Tidak mengapa seorang berpuasa pada salah satu dari dua hari yang disebutkan”
“Berpuasa hari Senin dan Kamis adalah sunnah tidak wajib”
“Siapa yang bisa berpuasa pada dua hari tersebut, atau salah satu diantara keduanya, maka ia berada diatas kebaikan yang sangat besar”
“Dan tidak wajib untuk menggabungkan dua hari tersebut semuanya, dan hukum menggabungkan puasa hari senin dan kamis adalah sunnah”
“Berdasarkan hadis-hadis shahih yang diriwayatkan dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,”
“dan hanya Allah saja yang memberikan taufiq.”
Wallahu A'lam
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56