Bisnis.com, JAKARTA — Hipertensi adalah salah satu penyakit yang paling banyak dialami di Indonesia dan juga di seluruh dunia. Hipertensi, alias tekanan darah tinggi, perlu dikelola untuk menurunkan risiko kondisi kesehatan lainnya, seperti serangan jantung atau stroke.
Untuk mengelola tekanan darah tinggi dengan sebaik-baiknya, Anda juga mungkin perlu menghindari suplemen tertentu karena dapat memengaruhi tekanan darah Anda atau membuat obat tekanan darah Anda kurang efektif.
Dilansir Health, berikut ini 5 suplemen umum yang harus dihindari bagi penderita hipertensi:
1. Vitamin D (Dosis Tinggi)
Vitamin D adalah vitamin yang secara alami ditemukan dalam makanan tertentu dan tersedia sebagai suplemen. Tubuh Anda juga memproduksi vitamin D ketika kulit Anda terpapar sinar ultraviolet (UV) dari matahari.
Vitamin D sebenarnya diperlukan untuk banyak fungsi tubuh, seperti kesehatan tulang dan peradangan. Namun, beberapa peneliti telah menemukan bahwa vitamin D dapat membantu mengobati tekanan darah tinggi, khususnya dosis 200-8.000 Unit Internasional (IU) per hari.
Dosis vitamin D yang lebih besar dari 10.000 IU per hari dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya, seperti kadar kalsium tinggi (hiperkalsemia). Hiperkalsemia dapat menyebabkan banyak masalah seiring waktu, termasuk tekanan darah tinggi.
Dosis tinggi vitamin D juga dapat berinteraksi dengan diuretik tertentu (obat pengencer air) yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Interaksi ini dapat menyebabkan tubuh Anda tidak membuang cukup kalsium, sehingga meningkatkan kadar kalsium dan mungkin meningkatkan tekanan darah Anda.
Konsultasikan dengan dokter perawatan primer Anda tentang kadar vitamin D Anda. Mereka dapat menguji kadar Anda untuk menentukan apakah suplementasi vitamin D akan bermanfaat bagi Anda dan tekanan darah Anda.
2. Akar Licorice
Akar licorice (Glycyrrhiza glabra) adalah ramuan yang kerap digunakan sebagai penyedap rasa dalam makanan, permen, dan produk tembakau. Dalam pengobatan tradisional, akar ini telah digunakan untuk mengobati penyakit paru-paru, penyakit hati, dan luka.
Akar licorice mengandung asam glisirizik (GA), bahan yang dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan efek samping serius jika Anda memiliki tekanan darah tinggi.
Berdasarkan berbagai studi, dosis GA serendah 100 miligram per hari telah terbukti meningkatkan tekanan darah.
Suplemen dengan GA juga dapat berinteraksi dengan diuretik dan obat tekanan darah. Suplemen tersebut dapat memengaruhi seberapa baik obat tekanan darah bekerja dan meningkatkan risiko efek samping.
Secara khusus, akar licorice juga dapat meningkatkan kadar natrium dan menurunkan kadar kalium dalam tubuh Anda. Efek ini, dikombinasikan dengan diuretik, dapat menyebabkan kadar kalium yang sangat rendah.
Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari penggunaan produk dengan akar licorice.
3. Suplemen yang Mengandung Kafein
Kafein tidak hanya ada dalam kopi pagi atau teh yang Anda minum sehari-hari. Kafein juga merupakan bahan umum dalam banyak suplemen yang mengklaim dapat meningkatkan energi, meningkatkan kewaspadaan, dan meningkatkan kinerja fisik.
Namun, suplemen ini dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sementara, sehingga menjadikannya pilihan yang berisiko bagi penderita hipertensi.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis menemukan bahwa suplemen kafein meningkatkan tekanan darah sistolik dan diastolik sebesar 2 mmHg.
Meskipun peningkatan tekanan darah yang dialami hanya sedikit dan tampak tidak berbahaya, tapi peningkatan sekecil sekitar 2 mmHg dapat memengaruhi kesehatan jantung pada individu berisiko tinggi.
Jika Anda bertanya-tanya berapa banyak yang aman, tubuh tiap orang memetabolisme kafein secara berbeda, sehingga dosis yang tepat akan berbeda untuk setiap orang. Bahkan sedikit kafein dapat meningkatkan tekanan darah pada beberapa orang, dan semakin banyak Anda mengonsumsi, semakin tinggi angka tersebut.
Selain mencari kafein pada label suplemen Anda, Anda juga perlu memperhatikan guarana. Bahan kaya kafein ini, yang sering ditemukan dalam suplemen dan minuman energi, juga meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
4. Guarana
Guarana mengandung kafein dan merupakan ramuan yang umum digunakan dalam minuman energi. Banyak minuman energi mengandung kafein dalam jumlah tinggi, dan penambahan guarana meningkatkan jumlah kafein.
Kafein yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan detak jantung serta menyebabkan gangguan irama jantung.
Namun, sebuah studi tahun 2019 mencatat bahwa jika batasan asupan kafein diikuti, konsumsi guarana kemungkinan tidak akan dikaitkan dengan risiko kesehatan serius apa pun.
5. Vitamin E
Vitamin E adalah antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Namun, dalam sebuah penelitian lama, ditemukan bahwa pengobatan vitamin E secara signifikan meningkatkan tekanan darah, tekanan nadi, dan detak jantung pada individu dengan diabetes tipe 2.
Namun, penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa vitamin E justru dapat menurunkan tekanan darah diastolik (angka bawah) dan tidak berpengaruh pada tekanan darah sistolik (angka atas).
Para penulis penelitian mencatat bahwa efek vitamin E pada tekanan darah sistolik dan diastolik masih kontroversial.