Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan dan memperluas pemerataan pembangunan di tingkat desa.
Hingga 2029, pemerintah menargetkan terbentuk dan beroperasinya 80.000 unit KDKMP di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan peresmian 1.061 KDKMP yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan Mei lalu merupakan tahap awal dari program berskala nasional tersebut.
"Pemerintah menargetkan pembangunan 80.000 unit KDKMP di seluruh Indonesia hingga 2029. Jadi ini pembangunannya terus bertahap. Peresmian pada pertengahan Mei lalu merupakan langkah awal dari rangkaian peresmian yang akan terus dilakukan secara bertahap seiring kesiapan masing-masing unit di berbagai daerah," ujar Qodari dalam keterangan pers di Gedung Bakom, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan data per 8 Juni 2026, sebanyak 1.061 koperasi telah beroperasi di dua provinsi. Dari jumlah tersebut, 530 unit berada di Jawa Timur dan 531 unit lainnya tersebar di Jawa Tengah.
Di luar koperasi yang telah beroperasi, pembangunan jaringan KDKMP juga terus berlangsung di berbagai daerah. Data dari PT Agrinas Pangan Nusantara menunjukkan terdapat 23.010 titik yang saat ini berada dalam proses pembangunan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.232 titik telah menyelesaikan pembangunan fisik dan tengah memasuki tahap persiapan operasional sebelum dapat diresmikan dan melayani masyarakat.
"Perkembangan pembangunan pun terus berjalan. Berdasarkan data dari PT Agrinas Pangan Nusantara selaku pelaksana pembangunan KDKMP, sebanyak 23.010 titik sedang dalam proses pembangunan, dengan 12.232 titik di antaranya telah rampung secara fisik dan kini memasuki tahapan persiapan operasional," kata Qodari.
Pemerintah juga mencatat sekitar 70.000 unit koperasi lainnya masih berada dalam tahap pembangunan maupun pemetaan lahan sebagai bagian dari target nasional 80.000 KDKMP hingga akhir 2029.
Untuk mempercepat realisasi program, pemerintah menargetkan gelombang peresmian berikutnya pada Agustus 2026. Berdasarkan laporan pelaksana proyek, sekitar 20.000 titik ditargetkan siap diresmikan pada periode tersebut.
"Berdasarkan informasi dari PT Agrinas Pangan, sebanyak 20.000 titik ditargetkan dapat diresmikan pada Agustus yang akan datang," ujar Qodari.