Bisnis.com, JAKARTA - Singkawang dikenal sebagai salah satu kota dengan perayaan Imlek paling semarak di Indonesia. Setiap tahunnya, kota berjuluk Seribu Kelenteng itu menjadi magnet wisata budaya berkat tradisi, atraksi, dan kuliner khas yang menyertai setiap perayaan Tahun Baru Imlek tiba.
Kini, semarak Imlek khas Singkawang itu tak hanya dapat disaksikan di Kalimantan Barat, tetapi juga Jakarta. Salah satunya dapat ditemui dalam rangkaian acara bertajuk Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan budaya Singkawang adalah salah satu subkultur penting Indonesia yang memiliki potensi besar untuk menjadi kebanggaan nasional bahkan internasional. Tak hanya terkait budaya, kota ini juga patut disorot berkat toleransi antarumat beragama yang tinggi.
"Banyak hal di sana yang bersifat kearifan-kearifan lokal, bisa menjadi kearifan nasional atau bahkan kearifan internasional," kata Nasaruddin saat membuka Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang, Jumat, (23/1/2026).
Menjelang Imlek tahun ini, keberagaman dan toleransi umat beragama tetap menjadi hal yang penting untuk terus didorong. Singkawang, katanya, menjadi contoh yang menarik bagaimana dua hal tersebut berjalan beriringan.
Dia menegaskan perlunya membangun kembali harmoni lintas etnik, khususnya antara masyarakat Tionghoa dan kelompok lainnya, guna menghapus sekat sosial di antara sesama warga negara.
Melalui pendekatan budaya, proses saling mengenal antarwarga dapat dibangun secara lebih terbuka. Pendekatan ini dinilai efektif menjaga semangat persatuan Indonesia.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mei, menyebut Singkawang sebagai cerminan keberagaman Indonesia, tempat berbagai suku dan agama hidup berdampingan secara harmonis dan saling menghormati. Dia pun menyebut beberapa kali daerahnya meraih predikat kota paling toleran.
Citra “mini Indonesia” itu kini dihadirkan di Jakarta melalui acara Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang, yang diharapkan dapat semakin memperluas pengenalan masyarakat terhadap Kota Singkawang.
"Terlebih, momentum Imlek tahun ini sangat istimewa. Setelah perayaan Imlek, beberapa hari kemudian kita juga memasuki Ramadan. Di sana, kami juga bentuk berbarengan Panitia Cap Go Meh dan Ramadan Fair," ungkapnya.
Sementara itu, Director of Marketing Communication Hotel Borobudur Jakarta, Karina Eva Poetry, mengatakan acara Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang menjadi upaya menampilkan akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia sebagai nilai harmoni yang terus berkembang.
Nantinya, acara ini diisi dengan berbagai agenda, mulai dari perayaan Lunar New Year, Pawai Cap Go Meh, bazar UMKM yang menampilkan kuliner, kerajinan, dan budaya khas Kalimantan Barat, hingga Chinese Art Exhibition yang merefleksikan filosofi dan estetika budaya Tionghoa.
Selain itu, rangkaian acara yang digelar Januari–Maret 2026 ini juga diisi bedah buku Azmi Abubakar, seminar Chinese–Muslim, serta kegiatan Tai Chi, yoga, dan meditasi, serta dimeriahkan atraksi Tatung, Barongsai, Liong, dan penampilan spesial Icha.