Pendanaan hijau ini akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan data center STT Jakarta 3 yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. [514] url asal
ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), penyedia layanan kolokasi pusat data yang berkantor pusat di Singapura, mengumumkan keberhasilan ekspansi platform pendanaan di Indonesia untuk pengembangan infrastruktur pusat data STT Jakarta Campus. Fasilitas dua mata uang (dual currency) ini dinaikkan nilainya menjadi Rp 8,8 triliun, termasuk tranche pinjaman berjangka hijau yang merupakan pendanaan hijau pertama STT GDC di Indonesia.
Manajemen STT GDC mengatakan transaksi ini dibangun berdasarkan pinjaman berjangka, pinjaman bergulir, serta trade facility yang dimiliki STT GDC di Indonesia. Platform pendanaan yang diperluas ini meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas, sekaligus mendukung pengembangan jangka panjang dari struktur kampus data center multi-aset di seluruh STT Jakarta 1 hingga 3.
"Transaksi ini merupakan langkah berikutnya dari platform pendanaan kami di Indonesia, yang memungkinkan kami untuk mendukung ekspansi berkelanjutan dari kampus STT Jakarta sekaligus memperkenalkan tranche pinjaman hijau pertama kami di dalam negeri," ujar Hendrikus Gozali, Country Head for Indonesia, ST Telemedia Global Data Centres, dalam siaran pers, Rabu (3/6).
Hendrikus mengatakan, transaksi ini mencerminkan komitmen jangka panjang STT GDC terhadap Indonesia, perencanaan modal yang disiplin, dan fokus perusahaan dalam menyediakan infrastruktur digital yang berkelanjutan dan terukur demi memenuhi permintaan terhadap cloud, artificial intelligence (AI), dan komputasi berkinerja tinggi yang semakin meningkat pesat.
Tranche pendanaan hijau ini akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan data center STT Jakarta 3 yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari infrastruktur STT Jakarta Campus yang akan mendukung lebih dari 360 Megawatt (MW) kapasitas teknologi informasi setelah dibangun sepenuhnya. Ketiga kampus ini dirancang untuk memenuhi permintaan akan beban kerja cloud, AI, dan komputasi berkinerja tinggi di Indonesia.
"STT Jakarta 3 dirancang dengan fleksibilitas untuk mendukung arsitektur pendingin cair (liquid cooling) maupun pendingin udara tingkat lanjut (advanced air-cooling), sehingga memungkinkan beban kerja generasi berikutnya berjalan pada tingkat kepadatan yang lebih tinggi," kata Hendrikus.
STT Jakarta Jadi Pusat Data Hijau
Pusat data STT Jakarta merupakan pusat data hijau yang menargetkan efektivitas penggunaan daya (Power Usage Effectiveness/PUE) sebesar 1,30. Kampus ini telah meraih sertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) Gold, yang diberikan kepada bangunan yang menerapkan desain ramah lingkungan, hemat energi, dan efisien. Pusat data ini juga bakal menerapkan sistem pendingin dengan potensi pemanasan global (Global Warming Potential/GWP) yang ultra-rendah.
Fasilitas pendanaan hijau yang diberikan untuk pengembangan data center STT GDC ini diselaraskan dengan Prinsip-Prinsip Pinjaman Hijau (Green Loan Principles) yang dikembangkan oleh Asia Pacific Loan Market Association (APLMA), Loan Market Association (LMA), dan Loan Syndications and Trading Association (LSTA), serta taksonomi keuangan berkelanjutan.
Struktur dua mata uang yang terdiri dari dolar AS dan rupiah akan meningkatkan fleksibilitas pendanaan dan mendukung penerapan yang efisien di seluruh siklus hidup pengembangan infrastruktur STT Jakarta Campus. Fasilitas ini juga menyertakan fitur-fitur yang menyediakan kapasitas untuk ekspansi di masa mendatang.
Pendanaan ini menerima dukungan kuat dari bank-bank mitra STT GDC Indonesia. Pendanaan tersebut diatur oleh PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. Oversea-Chinese Banking Corporation Limited dan PT Bank OCBC NISP Tbk juga bertindak sebagai bank koordinator, koordinator hijau tunggal (Sole Green Coordinator), dan agen fasilitas.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge (WIFI) melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama resmi meluncurkan IRA-Internet Rakyat. [675] url asal
IDXChannel - PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge (WIFI) melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama resmi meluncurkan IRA-Internet Rakyat pada Selasa (26/5/2026). Peluncuran layanan internet tersebut dilakukan secara serentak di wilayah Regional-1 yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
Peluncuran IRA-Internet Rakyat merupakan bagian dari strategi Surge untuk mempercepat pemerataan akses digital nasional melalui pembangunan dan pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi yang efisien, scalable, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Inisiatif ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mendukung transformasi digital nasional sekaligus mempersempit kesenjangan akses internet fixed broadband di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Surge sekaligus Direktur Utama Telemedia, Shannedy Ong mengatakan, sebagai bagian dari implementasi Regional-1, infrastruktur IRA-Internet Rakyat saat ini telah didukung oleh lebih dari 550 site aktif dan 3.189 radio units yang telah terinstal dan beroperasi di lebih dari 82 kota dan kabupaten di Jawa, Maluku, dan Papua. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting dalam memperluas akses internet fixed broadband berkecepatan tinggi ke berbagai wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan pilihan layanan broadband yang terjangkau.
Dia menyebut, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara Surge dan Telemedia bersama berbagai mitra strategis perusahaan, termasuk vendor teknologi, mitra implementasi lokal, kontraktor jaringan, institusi pembiayaan, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki visi yang sama untuk memperluas akses digital di Indonesia.
“Keberhasilan peluncuran IRA-Internet Rakyat merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi yang kuat dari seluruh ekosistem mitra kami. Dukungan vendor teknologi, mitra lokal, funding partners, serta berbagai pemangku kepentingan telah memungkinkan kami mempercepat pembangunan infrastruktur dan menghadirkan layanan fixed broadband yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia," katanya dalam keterangan resmi.
Di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas digital, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa biaya akses internet fixed broadband yang relatif tinggi dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan ASEAN, sementara kualitas dan kecepatan layanan belum merata. Kondisi tersebut menjadi salah satu pendorong utama lahirnya IRA-Internet Rakyat sebagai solusi konektivitas fixed broadband yang mengedepankan aksesibilitas, kualitas layanan, dan keterjangkauan.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa di wilayah Jawa, Maluku, dan Papua, kebutuhan akan layanan internet fixed broadband yang berkualitas dan terjangkau masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar dan menjadi salah satu fokus utama pengembangan IRA-Internet Rakyat.
Melalui IRA-Internet Rakyat, Surge dan Telemedia menghadirkan layanan internet fixed broadband berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau Rp100.000, untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi digital, layanan publik, hiburan, serta berbagai peluang baru di era digital.
Shannedy mengatakan, IRA-Internet Rakyat merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan internet fixed broadband berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Kami percaya bahwa akses internet bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus dapat diakses oleh semua kalangan. Melalui peluncuran IRA-Internet Rakyat di Jawa, Maluku, dan Papua, kami ingin membantu menjembatani kesenjangan digital dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital," ujarnya.
Dia juga menyebut, pemerataan akses internet akan menjadi salah satu fondasi penting pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Oleh karena itu, perseroan akan terus mempercepat implementasi IRA-Internet Rakyat agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati layanan fixed broadband yang cepat, andal, dan terjangkau.
Sejalan dengan Grand Launching IRA-Internet Rakyat, Telemedia menghadirkan program promosi spesial Grand Launching hasil kolaborasi dengan TVRI dan platform digital FolaPlay, yang menggabungkan akses internet fixed broadband berkecepatan tinggi dengan pengalaman menonton Piala Dunia 2026 bagi masyarakat Indonesia.
Melalui program Special Promo Grand Launching IRA-Internet Rakyat, pelanggan dapat menikmati layanan gratis IRA-Internet Rakyat selama tiga bulan dan gratis menonton Piala Dunia melalui FolaPlay seharga Rp100.000. Program promosi ini berlaku mulai 26 Mei 2026 hingga 19 Juli 2026.
Melalui semangat “Internet Rakyat, Hiburan Dunia,” Surge berharap IRA-Internet Rakyat dapat menjadi katalis percepatan inklusi digital nasional, memperluas akses internet fixed broadband yang berkualitas dan terjangkau, serta membuka peluang ekonomi dan sosial yang lebih besar bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Sebagai bagian dari roadmap ekspansi 2026, Surge akan terus mempercepat implementasi IRA-Internet Rakyat untuk meningkatkan penetrasi layanan fixed broadband ke lebih banyak kota dan kabupaten di Indonesia, dengan tetap berfokus pada perluasan cakupan jaringan, kualitas layanan, dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan pemenang lelang frekuensi 1,4 Ghz. Terdapat dua pemenang dalam lelang ini yakni PT Telemedia Komunikasi Pratama yang merupakan anak perusahaan Surge (WIFI) serta Eka Mas Republik pemilik MyRepublic.
Dalam pengumuman hasil seleksi yang diterbitkan Rabu (15/10/2025), PT Telemedia memasukkan harga penawaran tertinggi Rp 403.764.000.000 untuk regional I. Regional tersebut terdiri dari enam zona, berikut daftarnya:
Zona 4 : Banten, Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi
Zona 5 : Jawa Barat (kecuali Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi)
Zona 6 : Jawa Tengah dan Yogyakarta
Zona 7 : Jawa Timur
Zona 9 : Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya
Zona 10 : Maluku dan Maluku Utara
Sementara MyRepublic mendapatkan untuk dua regional sisanya dengan jumlah 9 zona. Harga penawaran perusahaan tertinggi untuk masing-masing yakni Regional II sebesar Rp 300.888.000.000 dan Regional III senilai Rp 100.888.000.000.
Berikut daftar zona pada masing-masing daerah:
Regional 2
Zona 1 : Aceh dan Sumatra Utara
Zona 2 : Sumatra Barat, Riau, dan Jambi
Zona 3 : Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung
Zona 8 : Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
Zona 15 : Kepulauan Riau
Regional 3
Zona 11 : Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara
Zona 12 : Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah
Zona 13 : Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat
Zona 14 : Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur
Proses Lelang 1,4 Ghz
Lelang frekuensi 1,4 Ghz sudah dibuka sejak Juli 2025. Peserta lelang memperebutkan objek seleksi dengan rentang 1432 MHz hingga 1512 MHz, total lebar pita 80 MHz.
Frekuensi digunakan untuk penyelenggaraan layanan akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access). Diharapkan layanannya bisa untuk internet cepat hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau.
Dalam prosesnya, tujuh perusahaan menjadi calon peserta seleksi. Ketujuh perusahaan tersebut adalah:
• PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk;
• PT Indosat Tbk;
• PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk;
• PT Telemedia Komunikasi Pratama;
• PT Netciti Persada;
• PT Telekomunikasi Seluler; dan
• PT Eka Mas Republik.
Kemudian dari hasil evaluasi termausk pemeriksaan kelengkapan dan verifikasi dokumen ditentukan tiga perusahaan lolos ke tahap lelang, hingga akhirnya WIFI dan MyRepublic keluar sebagai pemenang lelang.
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56