Bisnis.com, JAKARTA—PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menyatakan telah membangun pemerataan jaringan 4G secara masif di Indonesia. Saat ini, jaringan 4G Telkomsel telah menjangkau lebih dari 97% populasi nasional.
VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan perusahaan mengoperasikan ratusan ribu base transceiver station (BTS), yang mayoritas merupakan BTS 4G. Infrastruktur tersebut tersebar mulai dari wilayah perkotaan hingga daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Ke depan hingga akhir 2026, Telkomsel akan terus memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan 4G di area permukiman, pusat aktivitas ekonomi, dan jalur mobilitas tinggi,” kata Fahmi kepada Bisnis pada Kamis (22/1/2026).
Menurut Fahmi, penguatan jaringan dilakukan melalui peningkatan kualitas layanan untuk menjaga pengalaman pelanggan, termasuk keandalan dan kecepatan akses. Selain itu, Telkomsel juga mendukung target pemerintah untuk mencapai rasio cakupan 4G nasional minimal 97,5% pada 2026 melalui optimalisasi jaringan eksisting serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Di sisi lain, Telkomsel telah mengoperasikan jaringan 5G secara komersial di lebih dari 80 kota dan kabupaten dengan total lebih dari 5.000 BTS 5G. Penggelaran tersebut difokuskan pada area-area prioritas.
Fahmi mengatakan implementasi 5G dilakukan secara terukur dan selektif, sejalan dengan kesiapan ekosistem perangkat, kebutuhan pasar, serta ketersediaan spektrum.
Hingga akhir 2026, Telkomsel berencana memperluas cakupan 5G yang bersifat contiguous di kota-kota besar, memperkuat jaringan 5G di kawasan industri, bisnis, dan pusat pertumbuhan ekonomi, serta mendorong pengembangan use case 5G untuk segmen enterprise dan sektor industri, seperti manufaktur, pertambangan, logistik, smart city, transportasi, hingga pariwisata.
“Selain perluasan jaringan, Telkomsel juga aktif mendorong pemanfaatan 5G melalui berbagai kolaborasi lintas sektor agar teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pelanggan ritel maupun korporasi,” kata Fahmi.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan cakupan layanan mobile broadband minimal 4G/LTE mencapai 97,50% dari total wilayah permukiman pada 2026. Target tersebut tercantum dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029.
Dalam dokumen tersebut, indikator jangkauan jaringan pita lebar bergerak per populasi ditetapkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 98% pada 2029.
Secara rinci, cakupan mobile broadband ditargetkan mencapai 97,50% pada 2026, meningkat menjadi 97,75% pada 2027, kemudian 97,90% pada 2028, dan mencapai 98% pada 2029.
Adapun capaian pada 2024 tercatat sebesar 97,16% dari total wilayah permukiman. Angka tersebut masih berada di bawah target 2025 yang ditetapkan sebesar 97,30%.