Bisnis.com, SEMARANG - Ledakan terjadi pada Sabtu (11/10/2025) malam di area produksi PT Sumber Graha Sejahtera, salah satu tenant Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang atau Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Ledakan terjadi sekitar pukul 21.53 WIB yang memicu percikan api ke material kayu di area produksi.
"Kami langsung berkoordinasi dengan tim Pemadam Kebakaran di wilayah sekitar begitu menerima laporan kejadian. Dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh titik api berhasil dikendalikan dengan baik," ujar Marfan Trihartiko, Kepala Divisi Operations, IT & Services KEK Industropolis Batang, dikutip Senin (13/10/2025).
Marfan menjelaskan bahwa tim gabungan dari Pemadam Kebakaran Batang, Weleri, Limpung, serta tim internal kawasan segera dikerahkan ke lokasi. Ada total lima unit mobil pemadam yang diturunkan. Adapun kebakaran berhasil dikendalikan pada pukul 23.00 WIB dan proses pendinginan dinyatakan selesai pada pukul 01.00 WIB.
"Kami memastikan seluruh sistem keamanan di kawasan, termasuk suplai air dan operasi jaringan hydrant berfungsi optimal untuk membantu pemadaman kebakaran. Di sisi lain, kami juga memastikan peristiwa ini tidak mengganggu operasional kawasan secara umum maupun operasi tenant lain di dalam kawasan," jelas Marfan.
Rohman Rudiyanto, Pemadam Kebakaran Mahir Damkar Batang, menyampaikan bahwa proses penanganan kebakaran berjalan lancar. "Tidak ada kendala serius dalam proses pemadaman," ujarnya. Secara umum, kata Rohman, fasilitas keamanan dan akses pemadaman di kawasan sudah cukup memadai.
Sebanyak 7 orang pekerja dilaporkan mengalami sesak napas akibat kejadian naas itu. Satu di antaranya dilaporkan mengalami luka bakar ringan. Seluruh korban kini tengah mendapat perawatan di RSI Kendal.
Deva Nareswara, Head of Operation SGS, memberikan apresiasi atas koordinasi dan penanganan yang cepat dan tanggap dalam merespons kejadian kebakaran itu. "Berkat kerja sama yang baik dengan tim pemadam kebakaran dan pengelola kawasan, api dapat dipadamkan dengan cepat sehingga tidak merembet ke area lain," ucapnya.
Saat ini SGS masih melakukan proses sterilisasi area kebakaran. Proses pemeriksaan oleh pihak berwenang juga dilakukan untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Deva menegaskan bahwa SGS bakal melakukan evaluasi internal terhadap sistem keamanan serta alarm peringatan dini untuk memastikan kejadian serupa tidak akan terulang lagi.