#30 tag 24jam
Tak Ada Impor Beras Tahun Depan
Berita ekonomi sepanjang Selasa. Dari swasembada beras hingga proyeksi pertumbuhan ekonomi dari Bank Dunia.
[767] url asal#ikn #nataru #tim-mawar #pertumbuhan-ekonomi #mobil-listrik #transfer-ke-daerah #ump #antam #impor-beras
(Bisnis Tempo - Ekonomi) 17/12/25 06:00
v/75234/
KEMENTERIAN Koordinator Bidang Pangan menyatakan tidak akan ada impor beras untuk kebutuhan konsumsi ataupun industri. Semua kebutuhan beras akan dipenuhi dari produksi dalam negeri.
“Semuanya bisa swasembada,” kata Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Tatang Yuliono di Graha Mandiri, Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025.
Rapat umum pemegang saham luar biasa mengangkat Untung Budiharto sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam pada Senin, 15 Desember 2025. Untung merupakan anggota Tim Mawar, salah satu unit Komando Pasukan Khusus atau Kopassus Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang dituding menculik para aktivis pada 1998 atau era Reformasi.
Direktur Pengembangan Usaha Antam I Dewa Wirantaya menyampaikan keputusan RUPSLB tersebut menegaskan komitmen perseroan dalam menjalankan praktik tata kelola perusahaan yang baik dan patuh terhadap regulasi terbaru. Untung menggantikan posisi Achmad Ardianto yang sebelumnya menjadi Direktur Utama Antam.
Badan Pusat Statistik merilis hasil terkini pendataan penduduk di Ibu Kota Nusantara (IKN) periode 2025. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan bahwa penduduk IKN didominasi warga generasi Z (gen Z) dan milenial.
Data yang dihimpun BPS menunjukkan penduduk di wilayah delineasi IKN tercatat sebanyak 147.427 jiwa atau 43.293 rumah tangga. "Penduduk IKN didominasi oleh generasi Z dan generasi milenial yang secara keseluruhan mencapai lebih dari setengah populasi Ibu Kota Nusantara," ujar Amalia dalam paparannya di kantor BPS pada Selasa, 16 Desember 2025.
Pemerintah akan menghapus insentif mobil listrik mulai tahun depan. Direktur Komersial Polytron Tekno Wibowo mengatakan tidak terlalu pusing dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah soal penghapusan insentif itu.
Polytron sebagai salah satu merek elektronik terkemuka di Tanah Air yang kini mulai merambah ke sektor electric vehicle (EV), menurut dia, tidak terkena imbas penghapusan insentif tersebut. Pasalnya, insentif yang nanti dihilangkan pada 2026 adalah untuk penjualan mobil listrik yang didatangkan dari luar negeri dengan sistem completely built up (CBU) atau mobil produksi luar negeri yang diimpor langsung dan sudah siap pakai.
Kementerian Keuangan bakal memudahkan penyaluran transfer ke daerah (TKD) di wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kebijakan ini diberlakukan selama masa tanggap darurat.
“Kementerian Keuangan akan membuat penyaluran transfer ke daerah tanpa syarat salur untuk daerah yang terkena bencana,” kata Suahasil dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025. Ia menyebutkan langkah ini ditempuh karena para pemerintah daerah sedang kesulitan sehingga proses penyaluran disederhanakan.
Tumpukan gelondongan kayu di daerah permukiman di Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatera Barat, 9 Desember 2025. Antara/Iggoy el Fitra
Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025-2026 bakal mencapai 5 persen, sebelum berikutnya naik ke level 5,2 persen pada 2027. Hal ini disampaikan dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025.
"Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, ekonomi Indonesia masih cukup tangguh. Pertumbuhan PDB bertahan di kisaran 5 persen per tahun, setara dengan tahun-tahun sebelumnya dan lebih tinggi dibanding rata-rata negara berpendapatan menengah," kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk di Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025, seperti dikutip dari Antara.
Kelahiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai entitas superholding BUMN pada era Presiden Prabowo Subianto yang mengelola aset senilai US$ 900 miliar mendapat sorotan tajam, khususnya dari aspek tata kelola dan akuntabilitas.
Peneliti kebijakan publik yang juga alumni Program Doktor Kajian Stratejik dan Global dari Universitas Indonesia, Edi Sewandono, misalnya, menyoroti struktur dasar Danantara yang dinilai rentan terhadap kelumpuhan operasional dan hukum.
Tiket kereta api periode Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru) telah terjual sebanyak 1,44 juta atau sekitar 40 persen dari 3,55 juta yang disediakan. Meski demikian, Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba mengatakan penjualan tiket terus meningkat seiring dengan mendekatnya periode libur akhir tahun.
Penjualan tersebut tercatat untuk perjalanan periode 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berjanji memprioritaskan proses layanan perizinan dan perpanjangan berusaha berupa surat izin penangkapan ikan (SIPI) serta surat izin kapal pengangkut ikan (SIKPI) bagi nelayan di wilayah terdampak banjir Sumatera.
“Termasuk percepatan proses administrasi dan pendampingan layanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Desember 2025.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan menolak Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan yang akan menjadi dasar penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2026. Rencananya pemerintah mengumumkan ketentuan UMP 2026 pada hari ini, Selasa, 16 Desember 2025.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan ada beberapa alasan buruh menolak aturan baru tersebut. Pertama, Said mengklaim aturan itu tidak pernah dibahas secara mendalam oleh elemen buruh. ●
Rekam Jejak Bos Antam Untung Budiharto dan Tim Mawar Kopassus
Untung Budiharto menggantikan posisi Achmad Ardianto yang sebelumnya menjabat Direktur Utama Antam. [862] url asal
#untung-budiharto #tim-mawar #antam #prabowo #reformasi
(Bisnis Tempo - Ekonomi) 16/12/25 17:58
v/74865/
RAPAT Umum Pemegang Saham Luar Biasa mengangkat Untung Budiharto sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. atau Antam pada Senin, 15 Desember 2025. Untung merupakan anggota Tim Mawar, salah satu unit Komando Pasukan Khusus atau Kopassus Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang dituding menculik para aktivis pada 1998 atau era reformasi.
Direktur Pengembangan Usaha Antam I Dewa Wirantaya menyampaikan keputusan RUPSLB tersebut menegaskan komitmen perseroan dalam menjalankan praktik tata kelola perusahaan yang baik dan patuh terhadap regulasi terbaru. Untung menggantikan posisi Achmad Ardianto yang sebelumnya menjadi Direktur Utama Antam.
“Dengan dukungan pemegang saham, kami memiliki landasan yang lebih solid untuk memastikan kesinambungan strategi dan kinerja Perusahaan,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Desember 2025.
Selain menunjuk Untung, RUPSLB memberhentikan Rauf Purana sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Antam terhitung sejak 28 Oktober 2025. Dewan Komisaris dan Direksi Antam mengucapkan terima kasih kepada Rauf Purnama dan Achmad Ardianto atas dedikasi ke perseroan selama menjabat.
Dalam situs Transjakarta, Untung tercatat sebagai Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta sejak 8 Juni 2025. Laki-laki kelahiran Tegal, Jawa Tengah, pada 26 April 1965 itu merupakan eks anggota Tentara Nasional Indonesia.
Untung Budiharto lulus dari Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, pada 1988. Dia kemudian masuk pada satuan infanteri Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.
Pada 1997-1998, Untung yang kala itu masih berpangkat kapten terdaftar sebagai salah satu dari sebelas anggota Tim Mawar Kopassus. Tim ini terlibat dalam penangkapan aktivis prodemokrasi yang dianggap tak sejalan dengan kepentingan Orde Baru.
Pada 2016-2017, karier Untung dan sejumlah eks anggota Tim Mawar melejit. Mereka dipromosikan mengemban jabatan Brigadir Jenderal. Untung Budiharto menjadi Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat pada 2017-2019.
Untung didapuk menjadi Kepala Staf Kodam XVIII/Kasuari pada 2019-2020. Pada 2022, ia didapuk menjadi Panglima Kodam Jakarta Raya. Setahun berselang, ia juga menjabat sebagai Komisaris PT TransJakarta sejak 2023 hingga saat ini.
Melansir dari laporan Majalah Tempo pada Desember 1998, Tim Mawar dibentuk oleh Mayor Inf. Bambang Kristiono pada Juli 1997. Adapun anggotanya, selain Bambang sebagai komandan, terdiri atas 11 orang, yaitu Kapten Inf. F.S. Mustajab, Kapten Inf. Nugroho Sulistiobudi, Kapten Inf. Julius Stefanus, Kapten Inf. Untung Budiarto, Kapten Inf. Dadang Hindrayuda, Kapten Inf. Joko Budi Utomo, Kapten Inf. Fauka Nurfarid, Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto, dan Sertu Sukadi.
Target tim ini adalah memburu dan menangkapi aktivis yang dianggap radikal. Sebanyak 22 aktivis diculik. Sembilan orang kembali dalam keadaan hidup, sedangkan 13 aktivis lainnya hilang hingga saat ini. Sembilan orang yang kembali dalam keadaan hidup adalah Andi Arief, Nezar Patria, Pius Listrilanang, Desmond J. Mahesa, Haryanto Taslam, Rahardjo Waluyo Jati, Mugiyanto, Faisol Riza, dan Aan Rusdianto.
Sedangkan 13 orang lainnya yang hilang adalah Wiji Thukul, Petrus Bima Anugrah, Suyat, Yani Afri, Herman Hendrawan, Dedi Hamdun, Sony, Noval Alkatiri, Ismail, Ucok Siahaan alias Ucok Munandar, Yadin Muhidin, Hendra Hambali, dan Abdun Nasser.
Tim ini dituduh bersalah dalam menculik dan menghilangkan sejumlah aktivis pada masa itu. Kasus penculikan tersebut telah diadili oleh Mahkamah Militer.
Setelah kasus ini disidang, Mahkamah Militer Tinggi II-08 Jakarta menghukum Bambang 22 bulan penjara dan memecatnya sebagai anggota TNI. Pengadilan juga memvonis Multhazar sebagai Wakil Komandan Tim Mawar, Nugroho, Julius Stefanus, dan Untung Budi, masing-masing 20 bulan penjara, dan juga memecat mereka sebagai anggota TNI.
Adapun Chairawan Kadarsyah Nusyirwan, Komandan Grup 4 Sandi Yudha Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dicopot dari jabatannya. Dia dianggap ikut bertanggung jawab karena anggota Tim Mawar berasal dari Grup 4 Kopassus.
Tahun 2016, empat eks anggota Tim Mawar yang pernah divonis bersalah –tiga di antaranya bahkan dipecat dari TNI-- diangkat menjadi jenderal setelah menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen). Empat orang itu adalah Kolonel Inf Fauzambi Syahrul Multazhar (Wakil Komandan Tim Mawar yang dulu bernama Fausani Syahrial Multhazar), Kolonel Inf Drs Nugroho Sulistyo Budi, Kolonel Inf Yulius Selvanus dan Kolonel Inf Dadang Hendrayudha.
Keempatnya dipromosikan menjadi jenderal setelah menerima promosi ke jabatan yang diemban oleh seorang Brigjen. Keempatnya tak jadi diberhentikan setelah mengajukan permohonan banding atas vonis Mahkamah Militer Tinggi II Jakarta tersebut.
Karier Untung pun tetap moncer setelah tak jadi dipecat dari TNI. Kini pria berpangkat Mayor Jenderal itu diangkat menjadi Pangdam Jaya. Sementara Brigjen TNI Dadang Hendrayudha dan Brigjen TNI Yulius Selvanus menjadi pejabat eselon 1 di lingkungan Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Masing-masing mendapat posisi sebagai Direktur Jenderal Potensi Pertahanan dan Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan.
Sementara itu, Bambang Kristiono diangkat menjadi Direktur Utama PT Tribuana Antar Nusa, anak perusahan dari Nusantara Energy Group milik Prabowo Subianto yang bergerak di bidang transportasi. Bambang juga bekerja sebagai operator politik Prabowo.
Pada 2009, Bambang juga aktif dalam tim kampanye Megawati-Prabowo. Kini, dia menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra.
Adapun Fauka Noor Farid, juga terjun ke dunia politik di partai bentukan Prabowo Subianto. Namanya tertera sebagai Juru Kampanye Nasional Partai Gerindra untuk Pemilu 2014. Ia juga aktif di kepengurusan DPP Partai Gerindra.
Sementara itu, empat bekas anggota lainnya, Kapten Inf. Joko Budi Utomo, Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto, dan Sertu Sukadi, tak terdengar kabarnya.
Karier Chairawan juga melesat setelah pemecatan dulu itu. Ia banyak berkiprah di dunia intelijen. Sempat menjadi Kepala Pos BIN Wilayah Aceh, terakhir dia menjabat staf ahli Panglima Tentara Nasional Indonesia dan pensiun dengan pangkat mayor jenderal.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56