Bisnis.com, MATARAM – Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2026 di kisaran 6,3%-7,1% (year on year/yoy).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Ignatius Adhi Nugroho menjelaskan optimisme ini ditopang oleh pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga yang tetap positif serta akselerasi ekspor barang dan jasa seiring berlanjutnya relaksasi ekspor konsentrat dan operasional smelter yang lebih baik.
“Dari sisi inflasi, laju inflasi NTB pada tahun 2026 diperkirakan akan tetap terkendali pada kisaran target 2,5±1% yang didukung oleh upaya pengendalian inflasi khususnya pada komoditas pangan bergejolak,” jelas Adhi di acara Pertemuan Akhir Tahun Bank Indonesia (PTBI) dikutip Senin (1/12/2025).
Dengan berbagai dinamika tersebut, BI akan terus memperkuat arah kebijakan pemerintah ke depan yang dirangkum dalam lima poin utama, yaitu menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui berbagai program pengendalian harga, peningkatan produktivitas, hilirisasi, pemasaran, dan pendampingan ekspor selaras dengan program prioritas Pemerintah yang tercantum dalam Asta Cita.
BI juga mendorong transformasi sektor riil melalui peningkatan kualitas dan keahlian tenaga kerja serta mendorong sektor padat karya guna mendorong penyerapan tenaga kerja.
“Kami juga mendorong percepatan dan optimalisasi belanja daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung pengendalian inflasi menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru guna mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan serta mengadopsi teknologi digital pada seluruh aspek ekonomi dan keuangan untuk meningkatkan efisiensi di era digital,” kata Adhi.
Sementara itu, Pj Sekda NTB, Lalu Mohammad Faozal menjelaskan Pemprov NTB dan DPRD NTB telah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, alokasi APBD tersebut diharapkan bisa terserap optimal sehingga target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai. Apalagi DPRD NTB memberi target pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh 6,5%. Ia juga menyebut Bank Indonesia berperan penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi NTB.
Faozal menjelaskan ekonomi NTB bisa tumbuh 6,5% jika izin ekspor konsentrat Amman Mineral tidak dicabut oleh pemerintah pusat.
“Tanpa ekspor Amman akan sulit mencapai pertumbuhan ekonomi 6,5%,” kata Faozal.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat juga memberikan apresiasi kepada 13 mitra kerja terbaik atas dukungannya dalam pelaksanaan tugas Bank Indonesia di Provinsi NTB sepanjang tahun 2025.
Apresiasi tersebut diberikan kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Sumbawa sebagai Mitra Pendukung Asesmen Ekonomi & Keuangan Daerah Terbaik, Bagian Perekonomian & SDA Kab. Sumbawa sebagai Project Owner Terbaik NTB Investment Challenge, PT Pertamina Patra Niaga IT Ampenan sebagai Pelaku Usaha Penyedia Data & Informasi Terbaik, PT Bank NTB Syariah sebagai Bank dengan Sinergi Program Akselerasi QRIS Terbaik, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk KC Bima sebagai Penyelenggara Sistem Pembayaran dengan Kepatuhan Terbaik.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk KC Mataram sebagai Bank dengan Layanan Kas dan Pengolahan Uang Rupiah Terbaik, Ponpes Nurul Hakim sebagai Pondok Pesantren Binaan Pendukung Ekonomi Syariah Terbaik, PT Mujnah Kemiri Lombok sebagai UMKM Orientasi Ekspor Binaan Terbaik, Uniwis sebagai UMKM Digital Binaan Terbaik, Concha sebagai UMKM Hijau Binaan Terinovatif, Inside Lombok sebagai Mitra Pendukung Komunikasi Kebijakan Terbaik, SD Negeri 1 Barejulat sebagai Mitra Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah Terbaik dan Hotel Merumatta Senggigi sebagai Mitra Layanan Akomodasi Terbaik.
1764555015_6b99de55-8a71-44c9-9541-e33d23fb9552.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56