Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan, rencana kenaikan tarif tiket Transjakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 per perjalanan, masih dalam kajian.
Rano Karno menjelaskan, sejatinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menggelontorkan anggaran cukup banyak untuk subsidi transportasi yang ada di Jakarta, bukan hanya Transjakarta.
“Itu masih dikaji [tarif Rp5.000],” kata Rano kepada Bisnis saat ditemui di Taman Menteng, Jumat (15/11/2025).
Pada 2025, kewajiban layanan publik atau public service obligation (PSO) untuk Transjakarta mencapai Rp4,51 triliun. Setidaknya, setiap warga yang menggunakan transportasi umum merasakan subsidi lebih dari Rp10.000.
Jauh lebih besar dari biaya yang harus dibayarkan oleh pengguna moda transportasi Transjakarta yang saat ini hanya senilai Rp3.500 per orang per perjalanan.
Rano Karno berujar, di samping subsidi yang besar, layanan Transjakarta kini juga semakin luas. Bahkan merambah wilayah aglomerasi. Sebut saja Depok, kini terdapat rute D11 (Depok—BKN via Cibubur) dan D41 (Sawangan—Lebak Bulus via Tol Desari).
“Sekarang kita namakan Trans Jabodetabek. Kita jauhin [jangkauannya]. Tentu ada dampak pasti di tiket, kan. Namun, kami sedang kaji lagi,” jelasnya.
Kajian tarif yang belum terkena penyesuaian selama 20 tahun tersebut, sekaligus dalam rangka rencana Pemprov DKI Jakarta menambah armada bus listrik.
Saat ini, terdapat sekitar 300 bus listrik yang melayani seluruh rute di Jakarta. Rencananya, penambahan bus listrik sekitar 200 unit, sehingga total menjadi 500 unit atau bahkan lebih. Meski demikian, Rano Karno tak menyebutkan target penyelesaian kajian soal tarif tersebut.
Mengutip laman resmi APBD Jakarta, rencana subsidi pada 2025 untuk Transjakarta tercatat senilai Rp4,51 triliun, subsidi LRT senilai Rp515,14 miliar, MRT senilai Rp944,32 miliar, dan bus sekolah mencapai Rp84,67 miliar.
Sebelumnya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana untuk membuat paket berlangganan dengan harga yang menarik, menyusul rencana kenaikan tarif bus yang melayani wilayah Jakarta.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo mengungkapkan bahwa rencana abonemen tersebut masih dalam pembahasan akhir, sebelum akhirnya diumumkan ke publik.
“Saat ini masih dalam finalisasi, nanti akan dibawa ke rapim untuk diputuskan,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (30/10/2025).
Prastowo, sapaannya, belum dapat menyampaikan rencana besaran harga yang akan Transjakarta tawarkan kepada masyarakat.