Bisnis.com, JAKARTA — Permintaan pembiayaan dana tunai di industri multifinance cenderung meningkat menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengemukakan tren pembiayaan dana tunai secara musiman meningkat karena adanya kebutuhan masyarakat pada akhir tahun.
“Tren dana tunai pada akhir tahun secara musiman terjadi peningkatan, karena kebutuhan masyarakat untuk perjalanan Nataru dan pemenuhan kebutuhan awal tahun misalnya untuk renovasi rumah atau DP kendaraan bermotor,” katanya kepada Bisnis, Senin (15/12/2025).
Menurut dia, tren ini akan terus berlanjut hingga tahun depan alias 2026. Kendati demikian, dia mengingatkan agar perusahaan multifinance tetap hati-hati dalam menyalurkan pembiayaan.
“Prospek [pembiayaan dana tunai] masih positif di 2026, tapi harus tetap hati-hati dan moderat dalam mencapai target,” imbau Bhima.
Dia menekankan bahwa yang paling penting saat ini di industri pembiayaan adalah menjaga kualitas pembiayaan yang terukur, bukan sekadar fokus pada nominal outstanding pinjaman saja.
Oleh karena itu, dia menyarankan agar perusahaan pembiayaan bisa lebih selektif memilih calon debitur dari sisi histori peminjaman atau track record.
“Ada juga mitigasi risiko dengan cek lokasi peminjam apa di daerah dengan tingkat gagal bayar tinggi. Teknologi psychometriccredit scoring bisa digunakan agar pinjaman lebih presisi memang kepada debitur yang bertanggung jawab,” jelas Bhima.
Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menilai pembiayaan dana tunai pada dasarnya sangat bergantung pada kebutuhan debitur.
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno turut menegaskan bahwa dana tunai tidak bisa serta-merta disamakan dengan pembiayaan konsumtif ataupun investasi.
“Ya kebutuhan lah, kebutuhan modal kerja, kebutuhan usaha, itu dana tunai atau kebutuhan mendadak dan lain-lainnya, yang kita kan enggak bisa diprediksi namanya pembiayaan dana tunai itu adalah adanya kebutuhan,” tuturnya saat dihubungi, Senin (15/12/2025).
Oleh karena itu, dia menekankan pihaknya tidak bisa memprediksi apakah pembiayaan dana tunai ini mengalami peningkatan atau tidak menjelang Nataru 2025.
Sebagai gambaran, pada November 2025 ini pembiayaan dana tunai di PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) tercatat sebesar Rp1,05 triliun atau berkontribusi 9% terhadap portofolio CNAF di bulan November 2025, yang sebesar Rp11,25 triliun.
Sementara itu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance mencatat hingga November 2025, pembiayaan multiguna atau dana tunai (Solusi Dana) naik sekitar 37% menjadi Rp11,3 triliun. Pembiayaan ini berkontribusi 29% dari total portofolio perusahaan.