Data KSEI Senin (25/5/2026) mencatat terjadi perubahan kepemilikan saham di sejumlah emiten seperti ABMM, BEEF, BIPI, DSNG, SIMP, hingga SUPA. [522] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Perubahan kepemilikan saham di atas 5% sejumlah emiten tercatat dalam data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), baik yang disebabkan oleh pembelian maupun penjualan.
Mengacu pada data KSEI per Senin (25/5/2026), terjadi perubahan kepemilikan saham di sejumlah emiten mulai dari PT ABM Investama Tbk. (ABMM), PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI), PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG), PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) hingga PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA).
Di ABM Investama, data KSEI per 25 Mei 2026 mencatat investor kawakan Lo Kheng Hong terpantau memperbesar kepemilikannya dengan membeli sebanyak 40.000 lembar saham emiten batu bara berkode ABMM tersebut.
Setelah transaksi tersebut, Lo Kheng Hong tercatat menggenggam sebanyak 155,42 juta (155.422.400) lembar saham ABMM atau setara dengan kepemilikan 5,65%, naik dari sebelumnya sebanyak 155,38 juta (155.382.400) lembar atau 5,64%.
Selanjutnya data KSEI per 25 Mei 2026 mencatat terjadi perubahan kepemilikan saham di Estika Tata Tiara, dengan munculnya nama investor perorangan Dimas Wibowo dalam daftar kepemilikan saham di atas 5% emiten peternakan dan pengolahan daging berkode BEEF tersebut.
Nama Dimas Wibowo per 25 Mei 2026 tercatat menggenggam sebanyak 409,92 juta lembar saham BEEF atau setara dengan kepemilikan 5,05%. Sebelumnya, per 30 April 2026 Dimas tercatat menggenggam sebanyak 331,37 juta lembar saham BEEF atau setara dengan kepemilikan sebesar 4,08%.
Seturut dengan itu, data KSEI melaporkan terjadinya perubahan kepemilikan saham Astrindo Nusantara Infrastruktur. Perusahaan ventura milik keluarga Bakrie yakni Bakrie Capital Indonesia terpantau terus memperbesar kepemilikannya di BIPI.
Per 25 Mei 2026, Bakrie Capital Indonesia tercatat menggenggam sebanyak 4,5 miliar lembar saham BIPI atau setara dengan kepemilikan 7,06%, bertambah 212,86 juta (212.864.200) dari kepemilikan sebelumnya sebanyak 4,28 miliar lembar atau setara dengan 6,73%.
Berikutnya, data KSEI melaporkan terjadinya perubahan kepemilikan saham emiten sawit milik konglomerat Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat, PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG).
Per 25 Mei 2026, Triputra Investindo Arya terpantau memborong sebanyak 3,34 juta lembar saham DSNG sehingga kepemilikannya bertambah menjadi 3.009.402.241 lembar atau setara dengan 28,39% dari sebelumnya 3.006.054.241 lembar (28,36%).
Kemudian di Salim Ivomas Pratama, Lo Kheng Hong per 25 Mei 2026 tercatat memborong sebanyak 1,1 juta lembar saham SIMP. Setelah transaksi tersebut, Lo Kheng Hong tercatat menggenggam sebanyak 795,04 juta (795.040.400) lembar atau setara dengan kepemilikan 5,13%, bertambah dari sebelumnya 793,94 juta (793.940.400) lembar atau 5,12%.
Seturut dengan itu, data KSEI per 25 Mei 2026 juga melaporkan terjadinya perubahan kepemilikan saham di Super Bank Indonesia. Investor global A5-DB Holdings Pte. Ltd. terpantau kembali menambah kepemilikannya di saham SUPA.
A5-DB Holdings terpantau memborong sebanyak 64,02 juta lembar saham SUPA, sehingga kepemilikannya bertambah dari 5,40 miliar lembar atau setara dengan (15,95%) menjadi 5,46 miliar lembar atau setara dengan 16,14%.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Bisnis.com, JAKARTA — PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) menyampaikan Triputra Investindo Arya melakukan penambahan jumlah kepemilikan sahamnya pada ADRO. Triputra menambah 20,47 juta saham ADRO, dengan mengeluarkan dana sekitar Rp45,4 miliar.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Triputra menambah sejumlah 20,47 juta saham ADRO. Pembelian ini membuat saham Triputra bertambah menjadi 209,17 juta saham atau setara 0,71% setelah transaksi. “Tujuan transaksi adalah untuk investasi,” ujar manajemen Triputra, dikutip Selasa (26/5/2026).
Pembelian saham ini dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu dengan jumlah 6,78 juta saham pada harga Rp2.210, kemudian sebanyak 4,03 juta saham pada harga Rp2.230, dan sebanyak 9,65 juta saham dengan harga Rp2.200 per saham.
Dengan harga pembelian dan jumlah saham tersebut, maka Triputra mengeluarkan dana sebesar Rp45,43 miliar untuk membeli sebanyak 20,47 juta saham ADRO.
Sebagai gambaran, per 30 April 2026, saham ADRO dimiliki sebagian besar oleh PT Adaro Strategic Investment sebagai pengendali, dengan kepemilikan sebanyak 14,04 miliar saham atau setara 48,79% kepemilikan.
Lalu, sebanyak 11,63 miliar dimiliki masyarakat, atau setara 39,57% kepemilikan. Sementara itu, sisanya merupakan saham treasuri sebanyak 589,19 juta saham atau setara 2%.
Adapun, ADRO saat ini memiliki total 29,38 miliar saham, dengan Garibaldi Thohir sebagai pengendali menggenggam sebanyak 1,87 miliar kepemilikan atau 6,72% saham.
Saat ini, saham free float yang tercantum untuk ADRO adalah sebanyak 8,32 miliar saham, atau sebesar 28,34% dari total saham ADRO.
Selain Garibaldi Thohir, taipan TP Rachmat juga diketahui menggenggam saham ADRO dengan kepemilikan sebanyak 890,21 juta atau 3,03%, lalu Edwin Soeryadjaya dengan kepemilikan 3,58% atau 1,05 miliar saham, dan Sandiaga Salahuddin Uno dengan kepemilikan sebanyak 611,8 juta saham atau 2,08% kepemilikan.
Di lantai bursa, saham ADRO sejak awal tahun 2026 ini telah menguat 27,07%. Sementara itu, selama tiga bulan terakhir, saham ADRO telah naik 7,51%.
---
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
TP Rachmat, pendiri Triputra Group, meraih Penghargaan BIG-40 Lifetime Leadership atas kepemimpinannya yang transformasional di Astra dan Triputra. [764] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Pendiri Triputra Group, Theodore Permadi (TP) Rachmat, mendapatkan Penghargaan BIG-40 dengan kategori: Lifetime Leadership in Enterprise Transformation.
Dalam sambutannya, Teddy, sapaan akrabnya menyampaikan pencapaian ini sungguh perjalanan yang panjang.
"Sudah 60 tahun lebih. Mulai dari satu paviliun kecil, sampai yang sekarang [sebesar ini]," tuturnya saat menerima penghargaan, Senin (8/12/2025).
Dia juga mengungkapkan penghargaan ini dapat terjadi karena ada beberapa tokoh yang turut membantu perjalanan bisnisnya.
"Pak Soemitro [Soemitro Djojohadikoesoemo], saya pernah kerja di beliau 2-3 tahun waktu beliau adalah Chairman Astra. Pak Emil Salim, Pak Jusuf kalla, Ibu Retno Marsudi, yang saya hormati. Ini bisa kejadian karena ada bapak-ibu semua yang memberi contoh," imbuhnya.
"Yang kedua adalah saya beruntung lahir di Indonesia, yang memungkinkan ini terjadi. Dan tidak lupa kita berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa... dan terima kasih Bisnis Indonesia," lanjutnya.
Penghargaan diberikan kepada TP Rachmat atas kepemimpinan yang visioner dan transformasional dalam membawa Astra International menjadi perusahaan nasional berkelas dunia.
Di bawah kepemimpinannya, Astra tidak hanya tumbuh menjadi grup bisnis terintegrasi dengan standar tata kelola modern, tetapi juga menjadi model pengembangan SDM, inovasi operasional, serta kemitraan strategis di berbagai sektor industri.
Warisan kepeloporan Teddy terus berlanjut dengan pendirian Triputra Group, yang berhasil menjadi salah satu konglomerasi terbesar. Hal ini membuktikan kemampuannya dalam membangun fondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan.
Kontribusi multidimensi beliau menegaskan peran sentralnya sebagai mentor dan arsitek utama bagi generasi pelaku bisnis di Indonesia.
Melihat profilnya, TP Rachmat merupakan pendiri Triputra Group yang kini memiliki empat lini bisnis, termasuk agribisnis, manufaktur, dan pertambangan. Dia memulai karirnya sebagai salesman di Astra Grup pada 1968, sebelum kemudian akhirnya menjadi pimpinan di perusahaan yang didirikan pamannya, William Soeryadjaya.
Selain itu, dia juga turut andil membesarkan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia, PT Adaro Energy, yang kini bertransformasi menjadi Grup Alamtri.
Lulusan jurusan mesin, Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia 2018 versi Forbes. Dia ditempatkan pada peringkat ke-17 dengan jumlah kekayaan US$1,6 miliar.
Berdasarkan data Forbes The Real-Time Billionaires List per 1 Desember 2025, Teddy memiliki kekayaan US$4,4 miliar, dan menjadi orang terkaya ke-15 di Indonesia.
Theodore Permadi Rachmat memulai bisnisnya sendiri dengan mendirikan PT Triputra Investindo Arya pada tahun 1998 sebagai perusahaan induk dari Adira Mobil dan Adira Finance.
Keduanya sebelumnya dimiliki oleh ayahnya, yang kemudian mengambil alih kepemimpinan dan menggabungkannya. Di bawah kepemimpinannya, Adira Finance tumbuh pesat dan membuatnya menjadi salah satu perusahaan pembiayaan terbaik di Indonesia.
Pada tahun 2004, Adira Finance dijual kepada Bank Danamon Tbk. dengan tujuan pengembangan dan rencana diversifikasi masa depan dari Triputra Group. Hasil kesepakatan ini kemudian digunakan untuk memperluas garis bisnis dalam sektor industri yang lebih menjanjikan.
Hingga saat ini, Triputra Group memiliki empat lini bisnis, termasuk Agribisnis, Manufaktur, Energi, serta Perdagangan & Jasa.
Terkini, emiten Grup Triputra di sektor logistik hingga perkebunan cenderung mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang 9 bulan 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, emiten di sektor perkebunan dan pengolahan karet, PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR) mencatatkan pendapatan tertinggi senilai Rp10,14 triliun per September 2025. Pendapatan tersebut meningkat 23,26% year on year (YoY), yang turut mengerek laba bersih 62,48% YoY menjadi Rp208,52 miliar.
Di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) juga membukukan pertumbuhan kinerja. Pendapatan TAP naik 24,68% menjadi Rp8,94 triliun seiring dengan peningkatan harga minyak kelapa sawit (CPO).
Adapun Penghargaan BIG-40 dipersembahkan oleh Bisnis Indonesia dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-40 Harian Bisnis Indonesia.
Penghargaan BIG-40 merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada 40 tokoh yang memberikan kontribusi dan pengaruh signifikan bagi kemajuan Indonesia. Penghargaan ini mencakup berbagai bidang—ekonomi dan bisnis; sosial dan politik; budaya dan lingkungan; hingga olahraga—dengan dampak pada skala nasional.
Penghargaan BIG-40 diberikan kepada figur-figur dengan rekam jejak luar biasa. Figur itu mencakup para inspirator nasional, perumus kebijakan yang mendukung perkembangan dunia usaha, pendiri dan pelopor perusahaan berskala besar, dan tokoh penggerak pembangunan daerah.
Lalu, para eksekutif dan profesional terkemuka, generasi muda visioner, serta para tokoh yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan hubungan publik.
Proses pemilihan dilakukan melalui metodologi yang ketat, meliputi desk research mendalam, penelusuran rekam jejak publik, dan kurasi komprehensif oleh Tim Redaksi Bisnis Indonesia yang dikenal sangat selektif dan independen.
Penghargaan ini menjadi wujud penghormatan Bisnis Indonesia Group atas dedikasi, integritas, dan pencapaian para tokoh tersebut.
BIG-40 diharapkan tidak hanya mengapresiasi kiprah individu, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi masyarakat dan dunia usaha untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) will distribute an interim dividend of Rp992.62 billion on Nov 28, 2025. Who will be taking home the largest shares? [60] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — PT Triputra Agro PersadaTbk. (TAPG) will distribute an interim dividend of IDR 992.62 billion for the 2025 financial year at the end of this week, on Friday (11/28/2025).
So, who exactly is entitled to receive the interim dividend from the palm oil plantation and crude palm oil (CPO) producer owned by conglomerate TP Rachmat?
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56