Bisnis.com, JAKARTA — Tahun kuda api dalam kalender China yang bertepatan dengan 2026 dipercaya secara fengshui menghadirkan energi dinamis, penuh gairah, sekaligus mudah bergejolak.
Pakar Fengshui Angelina Fang mengatakan pergerakan energi yang cepat dan berunsur api ini bukan hanya memengaruhi aspek karier, relasi, atau keuangan, tetapi juga berdampak langsung pada stabilitas tubuh dan kesehatan seseorang.
Angelina menjelaskan bahwa saat mendengar istilah kuda api, banyak orang langsung membayangkan sifat hewannya. Padahal dalam fengshui, kuda tidak dimaknai dari karakter binatang, melainkan sebagai representasi elemen yang dianalisis berdasarkan sifat energinya.
Dalam sistem fengshui, kuda merepresentasikan api kecil atau api yin yang dianalogikan seperti lilin. Karaternnya memberi cahaya, kehangatan, semangat, serta sikap ramah dan suka menolong. Namun, juga rentan sensitif, emosional, mudah terombang-ambing, dan kurang fokus ketika terganggu.
Pada tahun kuda api, energi api kecil ini berpadu dengan api besar atau api yang, yang diibaratkan seperti matahari, yakni terang, hangat, penuh vitalitas, dan percaya diri sebagai pusat perhatian. Namun, di sisi lain juga berpotensi menjadi kurang sabar, temperamental, terlalu blak-blakan, hingga egois jika tidak dikendalikan.
"Tahun ini, apinya double. Ketika elemen api sangat kuat, orang cenderung menjadi sangat bersemangat dan antusias. Namun, kondisi ini juga membuat orang mudah bekerja berlebihan, beraktivitas tanpa henti, dan kurang istirahat," katanya.
Secara fisik, tahun kuda api menuntut kewaspadaan terhadap risiko peradangan atau inflamasi akibat dominasi elemen api yang kuat.
Ketika tubuh mengalami inflamasi, daya tahan bisa melemah dan celah infeksi pun terbuka, sehingga seseorang lebih rentan terserang penyakit.
Secara mental, elemen api yang kuat memicu optimisme dan keberanian mengambil langkah besar, menjadikan tahun ini sarat peluang transformasi. Meski demikian, dorongan positif yang berlebihan dapat membuat seseorang mengabaikan batas tubuhnya sendiri.
Dengan dominasi energi yang kuat, Angelina Fang mengingatkan bahwa ada sejumlah organ tubuh yang perlu mendapat perhatian lebih.
Jika elemen api terlalu kuat, maka organ yang berpotensi terdampak pertama adalah organ yang berada di bawah elemen api itu sendiri. Organ elemen api meliputi jantung, kualitas darah, usus kecil, dan mata.
Di luar organ yang berada dalam naungan elemen api, unsur yang ikut tertekan saat api berlebihan adalah elemen logam. Dalam siklus lima elemen, api memiliki hubungan pengendalian terhadap logam, sehingga dominasi api otomatis membuat energi logam melemah.
Dampaknya dapat terasa pada organ pernapasan, tulang, gigi, kulit, dan usus besar yang berada dalam kategori elemen tersebut.
“Karena itu, organ-organ ini perlu dirawat dengan mencegah inflamasi dalam tubuh. Caranya antara lain mencukupi asupan air, menjaga kualitas istirahat, serta rutin mengonsumsi buah dan sayuran kaya antioksidan. Selain itu, stres juga harus dikendalikan,” imbuhnya.