Bisnis.com, SURABAYA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa masih terdapat 320 visa petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) di Tanah Suci yang belum diterbitkan oleh otoritas atau instansi terkait di Kerajaan Arab Saudi.
Gus Irfan mengungkapkan bahwa hambatan tersebut adalah bersifat teknis dan saat ini tengah dikomunikasikan secara intensif oleh Kemenhaj dengan otoritas terkait di Arab Saudi.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa kendala tersebut terjadi bukan disebabkan oleh kealpaan dokumen maupun persyaratan yang diminta otoritas Arab Saudi yang tidak dapat dipenuhi oleh PPIH maupun pemerintah Indonesia.
"Sampai tadi malam, masih ada 320 visa petugas (PPIH) yang belum keluar, dan itu di luar kendali Indonesia, dan kendalinya, kendalanya ada di [otoritas haji Kerajaan Arab] Saudi," ucap Gus Irfan di sela-sela pelantikan PPIH di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jumat (17/4/2026).
Lebih lanjut, jelang keberangkatan jamaah haji tanah air perdana yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026, Gus Irfan mengungkapkan dirinya telah menjalin kontak langsung dengan pejabat otoritas haji Kerajaan Arab Saudi agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
"Tapi, saya kemarin sudah komunikasi dengan Menteri Haji Saudi, mudah-mudahan segera ditangani," bebernya.
Selain itu, kendala serupa juga terjadi terhadap visa para petugas haji yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH). Gus Irfan membeberkan bahwa sebanyak 40 visa petugas yang melakukan peliputan penyelenggaraan ibadah haji itu dibatalkan sepihak oleh otoritas Arab Saudi.
"Kendala lain, tiba-tiba visa MCH kita, media center haji, yang 40 orang sudah keluar, tiba-tiba dibatalkan," bebernya.
Namun begitu, ia menegaskan bahwa permasalahan tersebut telah rampung sepenuhnya. Pembatalan mendadak visa haji para wartawan tersebut diketahui terjadi karena kendala administratif sektoral, yakni adanya permintaan dari Kementerian Informasi Arab Saudi untuk melakukan verifikasi ulang terhadap setiap dokumen permohonan visa haji yang sebelumya diajukan.
"Alhamdulillah dengan komunikasi yang baik, tadi malam [visa] MCH sudah bisa keluar lagi di sana, dan banyak hal yang membuat kita harus menyesuaikan," paparnya.
Selanjutnya, Gus Irfan juga mengeklaim bahwa visa dari 221.000 jamaah haji tanah air sepenuhnya telah terbit. Proses pemvisaan jamaah haji tersebut disebutnya telah selesai bahkan sejak sebelum hari raya Idulfitri pada akhir Maret lalu.
"Alhamdulillah, tahun ini menjelang akhir Ramadan semua visa jamaah haji sudah keluar. Alhamdulillah, ini berkat kerja keras dari semua tim. Mulai dari kabupaten, kota, provinsi, dan pusat. Saya tahu persis di pusat, mereka bekerja 24 jam untuk memproses paspor-paspor untuk visa sampai keluar visa," pungkasnya.