#30 tag 24jam
Pekerja mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG
Pergerakan saham dipengaruhi kebijakan pemerintah yang kembali menempatkan dana Rp400 triliun di bank BUMN dan rilis data inflasi Juni 2026. [836] url asal
#saham #ihsg #bursa-efek-indonesia #rekomendasi-saham #timur-tengah #wiim #jasa-margatbk #vp-equity-retail-kiwoom-sekuritas-indonesia #pemerintah #himbara #kautsar-primadi-nurahmad #bmri #buana-lint
(CNN Indonesia - Ekonomi) 29/06/26 06:45
v/262245/
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 102,90 poin atau minus 1,72 persen di level 5.896 pada Jumat (26/6) silam.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp12,73 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,78 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah dalam empat hari. Sementara dua hari sisanya menguat. Tak heran, performa indeks pun tercatat menurun hingga 4,55 persen sepanjang pekan kemarin.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 22 sampai dengan 26 Juni 2026 perdagangan saham ditutup pada zona negatif.
Tercatat, kapitalisasi pasar bursa turun 4,51 persen dari Rp10.788 triliun menjadi Rp10.302 triliun pada pekan lalu. Kemudian, rata-rata volume transaksi harian turun 26,01 persen dari 34,03 miliar menjadi 25,18 miliar lembar saham.
Lalu, rata-rata nilai transaksi harian pun turut merosot sebesar 29,13 persen dari Rp24,80 triliun menjadi Rp17,58triliun.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga menurun yakni sebesar 22,95 persen dari 2,24 juta kali transaksi menjadi 1,73 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp537,25 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp71,681 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (26/6).
Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan indeks saham sepanjang pekan kemarin melemah 4,55 persen akibat tekanan jual investor asing yang mencapai Rp3,4 triliun di seluruh pasar. Menurutnya, sentimen dari hasil tinjauan Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan pasar.
"Meski MSCI tidak menurunkan status Indonesia ke frontier market, peringatan tersebut masih tetap berlaku. Jika hingga November 2026 belum ada reformasi yang signifikan dari regulator, risiko itu masih akan membayangi pasar," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (28/6).
Untuk perdagangan Senin (29/6), Oktavianus memperkirakan IHSG bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat secara terbatas. Indeks diproyeksikan bergerak di kisaran level support 5.772 dan resistance 6.040, seiring indikator MACD yang mulai menunjukkan tren pelemahan tekanan turun (melandai).
Ia menjelaskan pergerakan pasar akan dipengaruhi sejumlah sentimen. Dari global, investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah di tengah kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Ketidakpastian pasar berpotensi kembali meningkat apabila terjadi serangan lanjutan. Namun di sisi lain, aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz semakin lancar sehingga turut mendorong penurunan harga minyak mentah dunia.
Sementara dari dalam negeri, pasar menyoroti kebijakan pemerintah yang kembali menempatkan dana hingga Rp400 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) per 26 Juni 2026. Langkah tersebut dinilai berpotensi menjaga likuiditas perbankan sekaligus mendukung penyaluran kredit.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi Juni 2026 yang diperkirakan mencapai 3,1 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Meski lebih tinggi dibanding periode sebelumnya, angka tersebut masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sehingga diperkirakan hanya akan direspons secara moderat oleh pasar.
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA yang ditutup menguat 2,49 persen ke posisi 6.175 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi BBCA dapat menyentuh level 6.600 pada pekan ini.
Kedua, saham PT Bank Mandiri Tbk atau BMRI yang ditutup di posisi 3.990 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi BMRI dapat menyentuh level 4.230 pada pekan ini.
Ketiga, ia juga merekomendasikan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI yang ditutup menguat 0,70 persen ke level 2.870 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi BBRI dapat menyentuh level 3.050 pada pekan ini.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham masih berpotensi melanjutkan koreksi sepanjang pekan ini. Indeks diproyeksikan bergerak dengan level support di 5.736 dan resistance di 6.112.
"Investor akan mencermati data tenaga kerja AS dan arah kebijakan The Fed yang diperkirakan masih cenderung hawkish. Dari domestik, pasar juga menunggu rilis data inflasi dan PMI Indonesia, serta akan memperhatikan pergerakan rupiah terhadap dolar AS dan harga komoditas, terutama minyak dan emas," ujar Herditya.
Menurutnya, sentimen global masih akan menjadi perhatian utama, terutama terkait prospek kebijakan moneter AS.
Sementara itu, dari dalam negeri, rilis data ekonomi diperkirakan cenderung stabil sehingga akan menjadi salah satu penentu arah pergerakan pasar dalam sepekan ke depan.
Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT Buana Lintas Lautan Tbk atau BULL yang ditutup di level 350 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BULL dapat menyentuh level 378 pada pekan ini.
Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Jasa MargaTbk atau JSMR yang ditutup di level 2.940 pada pekan lalu. Ia memproyeksi JSMR dapat menyentuh level 3.410 pada pekan ini.
Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk atau WIIM yang ditutup di level 1.655 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan WIIM dapat menyentuh level 1.755 pada pekan ini.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat sebesar 46,98 poin atau 0,81 persen ke posisi 5.838,98 (24/5).
Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat dua hari, dan dua hari sisanya melemah. [809] url asal
#ihsg #saham #investasi #analisis-teknikal #rekomendasi-saham #bursa-efek-indonesia #investasi-saham #selat-hormuz #vp-equity-retail-kiwoom-sekuritas-indonesia #london-sumatra-indonesia #cnnindon
(CNN Indonesia - Ekonomi) 22/06/26 06:30
v/255728/
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,7 poin atau naik 0,08 persen di level 6.177 pada Jumat (19/6) silam.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp26,51 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,44 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat dua hari. Sementara dua hari sisanya melemah. Performa indeks pun tercatat menanjak hingga 4,95 persen sepanjang pekan kemarin.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 15 sampai dengan 19 Juni 2026 perdagangan saham ditutup bervariasi.
Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 2,51 persen dari Rp10.524 triliun menjadi Rp10.788 triliun pada pekan lalu. Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 5,83 persen dari 36,14 miliar menjadi 34,03 miliar lembar saham.
Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian pun turut mengalami penurunan sebesar 1,02 persen dari Rp25,06 triliun menjadi Rp24,81 triliun.
[Gambas:Youtube]
Lalu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga menurun yakni sebesar 10,33 persen dari 2,51 juta kali transaksi menjadi 2,25 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.
"Investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp3,19 triliun dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,25 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6).
Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham pada awal pekan depan, yakni Senin (22/6), akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 6.000 dan resistance 6.260.
"Pasar masih mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran serta potensi dampaknya terhadap jalur distribusi energi global. Selain itu, penguatan dolar AS dan agenda ex-date sejumlah emiten dengan yield dividen menarik juga berpotensi memengaruhi pergerakan investor pada awal pekan," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (21/6).
Menurutnya, pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen. Pertama, mundurnya kesepakatan AS dan Iran yang semula dijadwalkan ditandatangani pada Jumat lalu di Swiss.
Kesepakatan tersebut kini dijadwalkan ulang di tengah peluang berlanjutnya nota kesepahaman (MoU) perdamaian dalam 60 hari ke depan. Ia menilai pasar berpotensi merespons negatif apabila penandatanganan tersebut gagal dan Selat Hormuz kembali ditutup.
Kedua, penguatan indeks dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir dinilai berpotensi mendorong aksi investor asing di pasar keuangan.
Ketiga, sentimen dividen dengan yield tinggi yang memasuki jadwal ex-date pada awal pekan depan. Beberapa di antaranya adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan yield 4,5 persen, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) 5,1 persen, dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MDIY) 2,1 persen, berdasarkan harga penutupan Jumat (19/6).
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau WIFI yang ditutup menguat 2,40 persen ke posisi 1.750 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi WIFI dapat menyentuh level 1.950 pada pekan ini.
Kedua, saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk atau HMSP yang ditutup menguat 8,40 persen ke posisi 645 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi HMSP dapat menyentuh level 715 pada pekan ini.
Ketiga, ia juga merekomendasikan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk atau LSIP yang ditutup menguat 1,16 persen ke level 1.310 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi LSIP dapat menyentuh level 1.400 pada pekan ini.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham masih berpeluang melanjutkan penguatannya sepanjang pekan ini, meski kenaikannya cenderung terbatas. Ia memproyeksikan level support IHSG berada di 5.839 dan resistance di 6.459.
"Investor masih akan mencermati perkembangan terkait MSCI terhadap Indonesia serta dinamika inflow dan outflow dana asing dalam sepekan ini," ujar Herditya.
Selain faktor tersebut, pasar juga diperkirakan akan memperhatikan perkembangan perjanjian damai di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi sentimen global.
Pergerakan harga minyak dunia turut menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat konflik geopolitik di kawasan tersebut masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasar keuangan.
Di sisi lain, investor juga menunggu rilis sejumlah data makroekonomi AS yang dapat memberikan petunjuk terkait arah kebijakan ekonomi dan pergerakan pasar global ke depan.
Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk atau EMAS yang ditutup menguat 3,17 persen ke level 7.325 pada pekan lalu. Ia memproyeksi EMAS dapat menyentuh level 8.475 pada pekan ini.
Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Gudang Garam Tbk atau GGRM yang ditutup menguat 5,89 persen ke level 16.625 pada pekan lalu. Ia memproyeksi GGRM dapat menyentuh level 17.300 pada pekan ini.
Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk atau ESSA yang ditutup di level 640 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan ESSA dapat menyentuh level 765 pada pekan ini.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Deret Saham Berpeluang Cuan di Pekan Terakhir April
Pergerakan IHSG sepekan ini akan dipengaruhi oleh dua sentimen utama, yakni masih derasnya tekanan jual investor asing dan momentum pembagian dividen. [866] url asal
#saham #ihsg #bursa-efek-indonesia #dividen #rekomendasi-saham #bei #aulia-noviana-utami-putri #china #ultj #daaz-bara-lestari #cnnindonesia-com #vp-equity-retail-kiwoom-sekuritas-indonesia #the
(CNN Indonesia - Ekonomi) 27/04/26 06:35
v/203412/
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 249,11 poin atau minus 3,38 persen di level 7.129 pada Jumat (24/4) silam.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp24,33 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 47,12 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah lima hari. Tak heran, performa indeks tercatat ambruk hingga 6,61 persen sepanjang pekan kemarin.
Sementara itu, P H Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Aulia Noviana Utami Putri mencatat selama periode tanggal 20 sampai dengan 24 April 2026 kemarin perdagangan saham bursa ditutup bervariasi.
Tercatat, kapitalisasi pasar bursa turun sebesar 6,59 persen dari Rp13.635 triliun menjadi Rp12.736 triliun pada pekan lalu. Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian meningkat sebesar 4,44 persen dari 42,98 miliar menjadi 44,88 miliar lembar saham.
Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian pun turut mengalami penurunan sebesar 3,67 persen dari Rp20,36 triliun menjadi Rp19,61 triliun.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat yakni sebesar 1,09 persen dari 2,72 juta kali transaksi menjadi 2,75 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp2,002 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp42,80 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4).
Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memproyeksikan IHSG pada awal pekan ini masih berpotensi bergerak di zona merah, meski pelemahannya dinilai lebih terbatas. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 6.995 dan resistance 7.270.
Oktavianus menjelaskan arah pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh dua sentimen utama, yakni masih derasnya tekanan jual investor asing dan momentum pembagian dividen dari sejumlah emiten dengan imbal hasil menarik.
Dalam sepekan terakhir, aksi jual bersih asing tercatat mencapai Rp2,95 triliun di seluruh pasar, yang dinilai semakin menekan sentimen setelah adanya pembaruan indeks MSCI serta penurunan outlook rating Indonesia menjadi negatif oleh Fitch Ratings.
Kondisi ini, kata dia, memicu penyesuaian alokasi investasi pada saham-saham Indonesia oleh investor global.
"Pasar masih dibayangi tekanan jual asing pasca update MSCI dan penurunan outlook Fitch, namun di sisi lain sentimen pembagian dividen dengan yield menarik berpotensi menahan pelemahan karena mendorong minat beli pada saham-saham terkait," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (26/4).
Ia menambahkan sentimen dividen diperkirakan menjadi penopang tersendiri bagi pasar karena sejumlah emiten akan memasuki cum date dengan tingkat yield yang cukup atraktif, antara lain Astra International sebesar 4,6 persen, Prodia Widyahusada 6,5 persen, Ultra Jaya Milk Industry 8,2 persen, serta Central Omega Resources 4,3 persen berdasarkan harga penutupan Jumat (24/4).
Dengan yield tersebut, harga saham emiten pembagi dividen dinilai cenderung menguat karena permintaan investor yang memburu dividen.
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk atau ADMR yang ditutup menguat 1,90 persen ke posisi 1.880 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi ADMR dapat menyentuh level 2.030 pada pekan ini.
Kedua, saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trdg Co Tbk atau ULTJ yang ditutup menguat 1,60 persen ke posisi 1.590 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi ULTJ dapat menyentuh level 1.700 pada pekan ini.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG pada sepekan ke depan masih memiliki peluang untuk menguat, meski kenaikannya cenderung terbatas. Menurut dia, IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.917 dan resistance 7.322.
Herditya menjelaskan ruang penguatan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan domestik yang masih menjadi perhatian investor.
Faktor pertama adalah penantian pasar terhadap rilis suku bunga acuan The Fed yang secara konsensus diperkirakan tetap berada di level 3,75 persen. Selain itu, pelaku pasar juga akan menyoroti rilis data manufaktur China yang dapat memberi gambaran mengenai kondisi permintaan global.
"Selain menunggu keputusan Fed Rate, investor juga masih akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga komoditas minyak dunia, serta perkembangan emiten perbankan terutama bank-bank besar yang pada pekan lalu mendapat downgrade dari Fitch," ujar Herditya.
Menurut dia, stabilitas rupiah dan fluktuasi harga minyak masih menjadi indikator penting karena berpengaruh langsung terhadap aliran modal asing dan persepsi risiko di pasar domestik.
Di sisi lain, perhatian investor terhadap saham-saham perbankan diperkirakan masih tinggi mengingat sektor ini menjadi motor utama kapitalisasi pasar, sementara penurunan penilaian dari Fitch Ratings terhadap sejumlah bank besar berpotensi menahan optimisme investor dalam jangka pendek.
Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya merekomendasikan saham PT Daaz Bara Lestari Tbk atau DAAZ yang ditutup menguat 5,80 persen ke level 2.370 pada pekan lalu. Ia memproyeksi DAAZ dapat menyentuh level 2.910 pada pekan ini.
Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Buana Lintas Lautan Tbk atau BULL yang ditutup di level 530 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BULL dapat menyentuh level 630 pada pekan ini.
Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Hartadinata Abadi Tbk atau HRTA yang ditutup di level 2.930 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan HRTA dapat menyentuh level 3.280 pada pekan ini.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
[Gambas:Youtube]
Intip Koleksi Saham Cuan Pekan Ini, Energi hingga Perbankan
Analis memproyeksi pergerakan IHSG pada pekan ini masih memiliki peluang menguat, tetapi cenderung terbatas. Berikut saham-saham yang berpeluang cuan. [708] url asal
#ihsg #bursa-efek-indonesia #saham #rekomendasi-saham #cnnindonesia-com #sinergi-inti-andalan-prima #bei #herditya-wicaksana #iran #vp-equity-retail-kiwoom-sekuritas-indonesia #bank-rakyat-indones
(CNN Indonesia - Ekonomi) 20/04/26 06:55
v/196185/
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 12,62 poin atau naik 0,17 persen di level 7.634 pada Jumat (17/4) silam.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp15,97 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 41,05 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat tiga hari, sementara dua hari sisanya melemah. Tak heran, performa indeks tercatat menanjak 2,35 persen sepanjang pekan kemarin.
P. H. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Valentina Simon mencatat selama periode tanggal 13 sampai dengan 17 April 2026 kemarin perdagangan saham bursa ditutup positif.
Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 3,38 persen dari Rp13.189 triliun menjadi Rp13.635 triliun pada pekan lalu. Senada, rata-rata volume transaksi harian turut mengalami peningkatan tertinggi yakni sebesar 33,12 persen dari 32,28 miliar menjadi 42,98 miliar lembar saham.
Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 17,56 persen dari Rp17.32 triliun menjadi Rp20,36 triliun.
Lalu, rata-rata frekuensi transaksi harian turut meningkat yakni sebesar 32,71 persen dari 2,05 juta kali transaksi menjadi 2,72 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp931,31 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp39,86 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (17/4).
Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memproyeksikan IHSG pada awal pekan ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Indeks saham diperkirakan berada dalam rentang support 7.478 dan resistance 7.740.
"Kami melihat pasar akan dipengaruhi ketidakpastian geopolitik di Selat Hormuz yang memicu spekulasi negatif dan kenaikan harga minyak, serta sikap wait and see investor menjelang keputusan BI rate di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (19/4).
Tekanan dari faktor eksternal berasal dari dinamika di Selat Hormuz yang sempat dibuka, tetapi kembali ditutup oleh Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar dan berpotensi mendorong harga minyak mentah naik. Kondisi ini dinilai dapat membebani sentimen global.
Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung menahan diri sambil menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 22 April, khususnya terkait arah kebijakan suku bunga ke depan. Sikap ini diperkuat oleh kondisi rupiah yang masih melemah terhadap dolar AS.
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk atau INET yang ditutup menguat 4,91 persen ke posisi 342 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi INET dapat menyentuh level 398 pada pekan ini.
Kedua, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk atau AADI yang ditutup menguat 3,20 persen ke posisi 11.300 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi AADI dapat menyentuh level 12.200 pada pekan ini.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan pergerakan IHSG pada pekan ini masih memiliki peluang menguat, tetapi cenderung terbatas.
IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 7.374 dan resistance 7.673 dengan ruang penguatan yang tidak terlalu besar seiring masih adanya sejumlah sentimen yang membayangi pasar.
"IHSG berpeluang menguat terbatas dengan pengaruh dari rilis suku bunga BI serta perkembangan konflik AS-Iran yang hingga kini belum menunjukkan tanda penyelesaian," ujarnya.
Menurutnya, dari dalam negeri, perhatian investor akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia yang berpotensi memengaruhi arah pasar. Sementara dari eksternal, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang belum mereda masih menjadi faktor risiko yang menahan laju penguatan indeks.
Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI yang ditutup menguat 0,59 persen ke level 3.430 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BBRI dapat menyentuh level 3.610 pada pekan ini.
Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk atau CMRY yang ditutup menguat 2,42 persen ke level 4.650 pada pekan lalu. Ia memproyeksi CMRY dapat menyentuh level 4.880 pada pekan ini.
Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA yang ditutup menguat 1,51 persen ke level 3.370 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan MDKA dapat menyentuh level 3.590 pada pekan ini.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
[Gambas:Youtube]
Deret Saham Pendulang Cuan di Tengah MA AS Batalkan Tarif Trump
IHSG dalam sepekan ke depan diprediksi bergerak bervariasi, tetapi cenderung menguat terbatas. Sejumlah saham diperkirakan mampu mendulang cuan. [746] url asal
#saham #ihsg #rekomendasi-saham #donald-trump #bursa-efek-indonesia #ma-as #bumi-resources-minerals #excl #herditya-wicaksana #timur-tengah #vp-equity-retail-kiwoom-sekuritas-indonesia #blue-bird
(CNN Indonesia - Ekonomi) 23/02/26 06:46
v/143771/
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,31 poin atau minus 0,03 persen ke level 8.271 pada Jumat (20/2) silam.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp20,39 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 45,82 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah dua kali, sementara satu hari sisanya menguat. Tak heran, performa indeks tercatat melemah 0,23 persen sepanjang pekan kemarin.
Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mencatat selama periode tanggal 16 sampai dengan 20 Februari 2026 kemarin perdagangan saham bursa ditutup di zona positif.
Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 0,35 persen dari Rp14,889 triliun menjadi Rp14,941 triliun pada pekan lalu. Senada, rata-rata volume transaksi harian turut mengalami peningkatan yakni sebesar 3,87 persen dari 45,24 miliar menjadi 47 miliar lembar saham.
Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian pun turut meningkat sebesar 3,02 persen dari Rp23,19 triliun menjadi Rp23,89 triliun.
Senada, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami peningkatan tertinggi yakni sebesar 11,99 persen dari 2,73 juta kali transaksi menjadi 3,06 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp240,57 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp14,42 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (20/2).
Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham pada awal pekan ini, Senin (23/2), akan bergerak mixed namun cenderung menguat terbatas. Ia memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 8.208 dan resistance 8.390, dengan indikator MACD yang menunjukkan penguatan tren.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar. Pertama, adanya kemajuan dalam finalisasi kesepakatan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Jika keputusan yang dihasilkan sesuai harapan, maka berpotensi memicu rebalancing MSCI serta pencabutan intermediate freeze, yang akan menjadi sentimen positif bagi pasar.
Kedua, pembatalan tarif Presiden AS Donald Trump oleh Mahkamah Agung (MA) AS dinilai memberi sinyal yang lebih kondusif bagi perekonomian global.
Ketiga, sentimen commodity play seiring kembali menguatnya sejumlah aset komoditas, seperti emas yang naik ke level US$5.100 per troy ounce dan perak yang rebound 6 persen ke US$82 per troy ounce, sehingga berpotensi mengangkat emiten-emiten terkait.
"Kami memperkirakan IHSG awal pekan depan akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 8.208 dan resistance 8.390 dengan indikator MACD menunjukkan penguatan tren," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/2).
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham Amman Mineral Internasional atau AMMN yang ditutup menguat 2,93 persen ke posisi 7.900 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi AMMN dapat menyentuh level 8.525 pada pekan ini.
Kedua, saham XLSmart atau EXCL yang ditutup menguat 9,09 persen ke posisi 3.120 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi EXCL dapat menyentuh level 3.470 pada pekan ini.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan masih berisiko mengalami koreksi. Ia memproyeksikan indeks akan bergerak dengan level support di 8.044 dan resistance di 8.491.
Menurutnya, sejumlah sentimen akan mempengaruhi arah pasar. Dari sisi eksternal, pergerakan harga komoditas emas yang diperkirakan masih menguat serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menjadi faktor utama.
Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan kebijakan tarif AS serta meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
"Sepekan ke depan, kami memperkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support 8.044 dan resist 8.491. Untuk sentimen kami perkirakan akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas emas yg diperkirakan masih menguat dan juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," ujar Herditya.
Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya merekomendasikan saham PT Blue Bird Tbk atau BIRD yang ditutup menguat 0,57 persen ke level 1.750 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BIRD dapat menyentuh level 1.785 pada pekan ini.
Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk atau BRMS yang ditutup menguat 0,47 persen ke level 1.060 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BRMS dapat menyentuh level 1.225 pada pekan ini.
Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham Vale Indonesia atau INCO yang ditutup menguat 0,73 persen ke level 6.900 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan INCO dapat menyentuh level 7.625 pada pekan ini.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Efek Domino Ambruk IHSG: Merembet ke Rupiah hingga Dompet Rakyat
Ambruknya IHSG tidak hanya merugikan investor pasar modal, ada dampak lanjutan bagi masyarakat luas yang tidak terlibat langsung sebagai 'pemain saham'. [855] url asal
#ihsg #rupiah #saham #bursa-efek-indonesia #pasar-saham #investasi #msci #bei #inflasi #impor #analisis #msci #bei #oktavianus-audi #rupiah #vp-equity-retail-kiwoom-sekuritas-indonesia #cnnin
(CNN Indonesia - Ekonomi) 03/02/26 07:41
v/123469/
Gonjang-ganjing ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak pekan lalu memunculkan kekhawatiran di pasar keuangan. Gejolak bursa tetap menyisakan dampak lanjutan bagi masyarakat luas yang tidak terlibat langsung sebagai 'pemain saham' atau investor.
Pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) lalu, IHSG anjlok hingga 8 persen, yang membuat perdagangan dihentikan sementara atau trading halt. Sampai saat ini, indeks saham masih terus turun, bahkan pada penutupan Senin (2/2) kemarin merosot ke level 7.000.
Anjloknya IHSG terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan sementara perhitungan sejumlah indeks yang melibatkan saham-saham Indonesia. Lembaga ini pun meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membenahi transparansi data kepemilikan saham dalam negeri hingga free float.
Secara kasat mata, penurunan IHSG memang identik dengan kerugian investor pasar modal. Namun di balik itu, fluktuasi tajam indeks saham juga mencerminkan tekanan kepercayaan terhadap perekonomian nasional.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menjelaskan salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah kebijakan MSCI terhadap saham-saham Indonesia. Keputusan tersebut berpotensi memicu efek berantai ke berbagai sektor ekonomi, tak cuma pemain bursa.
"Kebijakan MSCI akan berdampak domino terhadap perspektif investor global secara keseluruhan dalam berinvestasi di Indonesia dan uang berpotensi menjadi semakin mahal," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com.
Ia menyebut saat ini terjadi kondisi freeze interim yang membuat arus dana asing ke Indonesia semakin tersendat. Situasi ini tidak hanya berdampak pada pasar saham, tetapi juga menjalar ke sektor lain.
"Efeknya merembet ke rupiah, harga barang hingga bunga kredit," katanya.
Pelemahan nilai tukar rupiah, lanjut Oktavianus, menjadi salah satu dampak yang akan dirasakan dan sampai ke masyarakat umum. Ketika rupiah tertekan, harga barang impor seperti elektronik, obat, bahan baku industri, berpotensi ikut naik.
Kondisi ini membuktikan bahwa masyarakat yang tidak memiliki saham sekalipun tetap berisiko merasakan dampak IHSG ambruk melalui kenaikan harga barang kebutuhan tertentu. Tekanan juga bisa dirasakan pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor.
Oktavianus memperingatkan dampaknya akan jauh lebih besar jika Indonesia mengalami skenario terburuk dalam klasifikasi pasar global. Hal ini berpotensi memperpanjang tekanan terhadap ekonomi nasional.
"Tetapi jika terjadi worse case dengan Indonesia diturunkan menjadi Frontier Market, maka akan lebih dalam dampaknya jangka panjang terhadap ekonomi Indonesia,seiring dengan akan dianggap pasarnya semakin kecil dan tidak prioritas," katanya.
Dalam kondisi tersebut, arus modal berisiko semakin menyusut. Akibatnya, biaya pendanaan menjadi lebih mahal dan ruang ekspansi ekonomi semakin terbatas.
Meski demikian, Oktavianus menilai masih ada ruang untuk meredam tekanan pasar. Kunci utamanya terletak pada komitmen pemerintah dalam membenahi tata kelola dan keterbukaan pasar modal.
"Kami berpandangan yang dapat meredam tekanan di pasar adalah hasil dan komitmen eksekusi dari pemerintah dalam membenahi keterbukaan informasi di pasar saham Indonesia," jelasnya.
Ia menambahkan, sorotan utama MSCI selama ini berkaitan dengan keterbukaan beneficial ownership dan formula free float saham. Perbaikan di area tersebut dinilai krusial. Jika perbaikan tersebut dijalankan secara konsisten, tekanan di pasar saham bisa berkurang. Bahkan, aliran dana pasif berpeluang kembali masuk ke Indonesia.
"Karena yang dipertanyakan dari MSCI adalah terkait keterbukaan UBO dan formula free float. Jika eksekusi berjalan dengan baik dan interm freeze dibatalkan maka akan mendorong pasif flow kembali dan mengurangi tekanan jual di pasar," terangnya.
Selain reformasi tata kelola, Oktavianus menilai kebijakan peningkatan likuiditas juga menjadi faktor penting. Beberapa instrumen dinilai mampu menopang pasar di tengah tekanan.
Ia menyebut sejumlah langkah yang dapat dilakukan, mulai dari peran Danatara hingga penguatan investor institusional domestik. Langkah-langkah ini dinilai dapat menjaga stabilitas pasar.
"Pertama, Danatara yang akan lebih aktif investasi pada pasar saham Indonesia dengan fokus konsituen MSCI, freefloat besar dan likuiditas tinggi," kata Oktavianus.
Kedua, ia menyoroti potensi kenaikan batas investasi asuransi menjadi maksimal 20 persen di pasar saham. Kebijakan tersebut dinilai dapat memperluas basis investor jangka panjang.
Oktavianus juga menekankan pentingnya penguatan instrumen ETF untuk menjaga likuiditas. Subsidi market maker dinilai dapat membuat perdagangan lebih stabil. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, saham berkapitalisasi besar dan defensif menjadi pilihan utama. Dividen juga menjadi daya tarik di tengah ketidakpastian.
"Maka saham yang akan menarik adalah blue chip dan juga defensif stock dengan devidend play," ucap Oktavianus.
[Gambas:Photo CNN]
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita menilai dampak IHSG anjlok terhadap masyarakat non-investor bersifat tidak langsung. Mayoritas masyarakat memang tidak terhubung langsung dengan pasar saham.
"Jadi IHSG turun tidak otomatis bikin dompet rakyat langsung kempes besok pagi," kata Ronny.
Ia menilai IHSG lebih mencerminkan kondisi psikologis dan kepercayaan dunia usaha. Penurunan tajam dalam jangka panjang bisa menjadi sinyal kegelisahan ekonomi. Dampak langsung amblasnya IHSG lebih terasa pada lembaga keuangan dan korporasi, sementara masyarakat umum merasakannya secara bertahap.
"Dampak langsung paling terasa ke kelompok tertentu seperti dana pensiun, asuransi, dan reksa dana yang dananya dikelola di pasar saham," katanya.
Ia menambahkan, penurunan IHSG juga bisa menunda ekspansi bisnis dan penciptaan lapangan kerja. Efek lanjutan inilah yang berpotensi menyentuh ekonomi riil.
"Pendeknya, masyarakat yang tidak main saham tidak kena dampak langsung. Dampaknya lebih ke psikologi, investasi, dan dunia usaha," kata Ronny.
Menurutnya, kinerja IHSG memang bukan penyebab utama kinerja ekonomi nasional, tapi bisa jadi akselerator. Apabila ketidakstabilan IHSG berlangsung lama, dampaknya akan makin luas ke perekonomian.
"Ekonomi nasional baru terganggu kalau ketidakstabilan IHSG berlangsung lama dan menular ke sektor riil," pungkasmya.
Daftar Saham Berpeluang Cuan di Pekan Pendek Jelang Libur Nataru
Menjelang libur Nataru, hari bursa yang lebih sedikit diproyeksi membuat sentimen dalam negeri cenderung terbatas, pasar lebih bergantung pada faktor global. [803] url asal
#saham #ihsg #rekomendasi-saham #libur-nataru #nataru-2026 #kautsar-primadi-nurahmad #arci #vp-equity-retail-kiwoom-sekuritas-indonesia #donald-trump #nataru #herditya-wicaksana #oktavianus-audi
(CNN Indonesia - Ekonomi) 22/12/25 06:35
v/80655/
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 8.64 poin atau minus 0,10 persen ke level 8.609 pada Jumat (19/12) silam.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp47,07 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,81 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah empat kali, sementara satu hari sisanya menguat. Tak heran, performa indeks tercatat melemah 0,59 persen sepanjang pekan kemarin.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2025 kemarin, perdagangan saham ditutup bervariasi.
Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 0,59 persen dari Rp15.882 triliun menjadi Rp15.788 triliun pada pekan lalu. Penurunan juga dialami oleh rata-rata volume transaksi harian, yakni sebesar 20,80 persen dari 59,35 miliar menjadi 47 miliar lembar saham.
Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 13,23 persen dari Rp30,29 triliun menjadi Rp34,29 triliun.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian pun mengalami penurunan yakni sebesar 12,59 persen dari 3,20 juta kali transaksi menjadi 2,80 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp2,67 triliun dan sepanjang tahun 2025 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp22,39 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (19/12).
Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi melihat indeks saham sepanjang sepekan kemarin bergerak variatif dan ditutup melemah.
Dalam periode yang sama, ia mencatat pasar mencatat net inflow Rp895 miliar dengan aliran dana asing masuk terutama ke emiten-emiten blue chip seperti BMRI sebesar Rp853 miliar, UNTR Rp228 miliar, ANTM Rp227 miliar, dan ASII Rp226 miliar.
Menurutnya, faktor yang memengaruhi fluktuasi pasar antara lain pelemahan rupiah terhadap dolar AS mendekati level Rp16.730 di tengah penguatan indeks DXY. Selain itu. keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen menjadi langkah untuk menjaga stabilitas rupiah dalam kondisi tersebut.
Untuk perdagangan Senin (22/12), Oktavianus memproyeksikan IHSG bergerak mixed cenderung melemah dalam rentang support 8.500 dan resistance 8.690.
Dari eksternal, pasar menanti pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait kandidat Ketua The Fed karena keputusan tersebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga.
Ditambah kenaikan harga aset safe haven seperti emas ke US$4.342 per toz dan silver ke US$65,5 per toz atau naik 120 persen secara year to date, yang dapat menjadi sentimen positif bagi emiten produsen emas.
Menjelang libur akhir tahun, kata dia, hari bursa yang lebih sedikit juga membuat sentimen domestik cenderung terbatas, sehingga pasar lebih bergantung pada faktor global.
"Pasar tengah menantikan pengumuman Trump terkait kandidat ketua Fed, hal ini akan mempengaruhi dot plot Fed karena Trump sangat vokal untuk lebih dovish," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (21/12).
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Archi Indonesia Tbk atau ARCI yang ditutup di posisi 1.585 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi ARCI dapat menyentuh level 1.845 pada pekan ini.
Kedua, saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR yang ditutup menguat 2,68 persen ke posisi 3.450 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi JSMR dapat menyentuh level 3.570 pada pekan ini.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan dalam sepekan ke depan, IHSG masih berada dalam tekanan dan rawan terkoreksi, dengan area support di 8.563 dan resistance di 8.714.
Menurutnya, sejumlah faktor diprediksi memengaruhi pergerakan indeks, mulai dari rilis data GDP AS, pergerakan nilai tukar rupiah yang masih tertekan dolar AS di tengah kenaikan harga emas dunia, hingga dinamika geopolitik global yang masih menjadi perhatian investor.
Selain itu, masa perdagangan yang lebih singkat menjelang pergantian tahun juga akan membatasi sentimen pasar.
"IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data GDP AS, pergerakan nilai tukar rupiah yang masih tertekan oleh dolar AS dan harga komoditas emas dunia yang diperkirakan masih menguat, serta kondisi geopolitik global di tengah masa perdagangan yang lebih singkat jelang akhir tahun," ujar Herditya.
Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya merekomendasikan saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk atau INKP yang ditutup menguat 1,26 persen ke level 8.050 pada pekan lalu. Ia memproyeksi INKP dapat menyentuh level 8.475 pada pekan ini.
Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Medco Energi Internasional Tbk atau MEDC yang ditutup menguat 1,19 persen ke level 1.280 pada pekan lalu. Ia memproyeksi MEDC dapat menyentuh level 1.405 pada pekan ini.
Herditya juga merekomendasikan saham PT Impack Pratama Industri Tbk atau IMPC yang ditutup di posisi 3.640 pada pekan lalu. Ia memproyeksi IMPC bisa menyentuh level 4.070 pada pekan ini.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56