Pagelaran Sabang Merauke 2026 angkat tema "Hikayat Srikandi Nusantara" untuk merayakan peran perempuan. Raisa dan Yura tampil sebagai Srikandi dan Mahadewi. [394] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026 resmi mengangkat tema Hikayat Srikandi Nusantara sebuah pertunjukan yang akan menyoroti sosok perempuan melalui perpaduan seni budaya, musik, tari, hingga teater modern.
Tema tersebut diperkenalkan dalam konferensi pers kick off yang digelar di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jakarta, Rabu (20/5).
Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus, menjelaskan bahwa tema tahun ini dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap perempuan Indonesia yang dinilai memiliki peran besar dalam kehidupan dan generasi bangsa.
“Tahun ini kami dedikasikan untuk perempuan, ibu-ibu, dan anak-anak perempuan yang akan meneruskan generasi bangsa,” ujar Rusmedie.
Menurutnya, karakter Srikandi dipilih karena dianggap merepresentasikan keberanian, ketangguhan, dan semangat pantang menyerah yang tidak dibatasi gender. Sosok tersebut nantinya akan diperankan oleh Raisa Andriana dalam pertunjukan utama Pagelaran Sabang Merauke 2026.
Raisa mengaku tertarik terlibat dalam produksi tersebut karena melihat karakter Srikandi sebagai simbol perempuan yang relevan dengan kondisi saat ini. Meski belum pernah terlibat dalam Pagelaran Sabang Merauke sebelumnya, ia justru merasa tertantang untuk mencoba pengalaman baru di panggung budaya berskala besar tersebut.
“Srikandi itu jadi simbolisme seorang wanita. Wanita adalah pilar kehidupan kita semua, dan tema ini tentunya relevan dengan isu-isu perempuan atau feminisme saat ini,” kata Raisa dalam sesi wawancara media.
Pelantun Kali Kedua itu juga mengaku masih beradaptasi dengan proses produksi yang menurutnya berbeda dibanding penampilan musik biasa.
“Challenge baru buat saya justru menarik karena jadi banyak belajar dari semua elemen yang terlibat di pagelaran ini,” ujarnya.
Selain Raisa, Yura Yunita kembali dipercaya memerankan tokoh Mahadewi setelah sebelumnya tampil pada edisi terdahulu. Yura menyebut Pagelaran Sabang Merauke selalu menghadirkan pengalaman panggung yang megah sekaligus emosional bagi para pengisi acara.
“Sebagai seniman saya benar-benar senang karena pagelaran ini terasa magis,” kata Yura.
Ia juga menyinggung pengalaman ekstrem saat tampil pada pertunjukan sebelumnya, termasuk bernyanyi dari ketinggian di atas properti naga raksasa. Karena itu, Yura mengaku penasaran dengan kejutan yang akan dihadirkan pada produksi tahun ini.
Dalam sesi media, Yura turut menyoroti makna tema perempuan yang diangkat lewat Hikayat Srikandi Nusantara. Menurutnya, penonton perempuan diharapkan bisa ikut merasa bahwa semangat Srikandi hidup dalam diri mereka masing-masing.
“Semua kekuatan itu selalu ada dalam diri perempuan dan bisa menjadi penerang,” ujar Yura.
Pagelaran Sabang Merauke 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang dengan melibatkan ratusan penari budaya, musisi tradisional, paduan suara, hingga seniman lintas disiplin dari berbagai daerah Indonesia.
Sebanyak 27 penari terpilih dari 676 peserta audisi Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Grand Indonesia, Jakarta. Mereka akan tampil pada 21-23 Agustus 2026. [518] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 27 peserta terpilih dalam audisi seni tari Pagelaran Sabang Merauke yang digelar di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (26/4/2026). Audisi yang diikuti 676 peserta dari seluruh Indonesia ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Melalui serangkaian proses seleksi kurasi daring yang ketat, terpilih 50 peserta terbaik untuk unjuk bakat secara langsung di hadapan para juri. Dalam audisi langsung ini, masing-masing peserta membawakan dua tarian kreasi baru yang bersumber dari tradisi budaya Indonesia. Tarian pertama diiringi lagu Inspirasi Diri yang dinyanyikan Yura Yunita, sementara tarian kedua diiringi lagu pilihan peserta.
Dewan juri yang menilai penampilan para peserta terdiri dari penyanyi Raisa Andriana, pemerhati budaya Giok Hartono, Sutradara Pagelaran Sabang Merauke Rusmedie Agus, serta koreografer Sandhidea Cahyo dan Pulung Jati.
Sandhidea Cahyo yang menjadi juri dalam audisi ini mengatakan bahwa dirinya merasa bangga karena terjadi peningkatan, baik dari sisi kuantitas peserta maupun kualitas karya yang ditampilkan. Ajang ini, tuturnya, menjadi wadah positif dan ruang mengekspresikan berbagai macam bentuk kesenian di seluruh wilayah Indonesia.
"Tujuan dari apa yang kita lakukan untuk mendapatkan 27 besar ini lebih kepada bagaimana pemerataan dan juga aset-aset, kemudian keberagaman yang ada di wilayah Indonesia ini bisa terkristalisasi lewat karya besar yang akan kita selenggarakan di 21-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena," jelasnya.
Rusmedie Agus menambahkan bahwa dengan melihat penampilan 50 peserta audisi, dirinya sangat yakin generasi muda Indonesia sangat mencintai kebudayaan peninggalan leluhur. Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa kaum muda sudah melupakan budaya Indonesia dan lebih mengadopsi budaya asing.
"Jadi kalau ada sebuah kalimat yang mengatakan bahwa sekarang kita sudah jauh dari kebudayaan, faktanya pada hari ini di Grand Indonesia, begitu banyaknya dukungan untuk kebudayaan Indonesia," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, dia juga mengungkapkan rasa bangga atas berbagai atraksi yang ditampilkan para peserta, yang menggambarkan betapa kayanya kebudayaan Indonesia.
Sementara itu, penyanyi Raisa yang juga turut menjadi juri dalam audisi ini menyatakan bahwa penampilan dalam audisi menggambarkan para peserta memiliki energi luar biasa sekaligus membangkitkan rasa nasionalisme bagi para penonton, karena membangkitkan rasa bangga terhadap budaya sendiri.
"Saya hanya mau berterima kasih kepada semua peserta malam hari ini yang sudah memberikan yang terbaik untuk kami semua, para juri maupun para penonton di sini. Terima kasih banyak juga untuk semua usahanya untuk melestarikan budaya kita, dan untuk memperkenalkan budaya kita ke kita-kita sendiri, ke orang Indonesia sendiri, maupun ke mancanegara," paparnya.
CEO iForte dan Protelindo Group Ferdinandus Aming Santoso mengungkapkan bahwa para peserta audisi telah menjadi contoh kepada generasi muda lainnya melalui energi yang ditampilkan lewat seni tari. "Kalian telah mendemonstrasikan betapa indahnya Indonesia, betapa uniknya Indonesia, karena keberagaman hanya Indonesia yang punya. Tidak ada yang menang atau kalah, tapi ada yang terpilih dan belum terpilih," ucapnya.
Setelah lolos dalam audisi penari terbaik dari Sabang hingga Merauke, 27 penari terpilih akan mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan di Yogyakarta. Setelah itu, mereka akan terlibat dalam produksi yang lebih besar. Proses ini tidak hanya menekankan pada kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan untuk bekerja dalam sistem yang lebih kompleks.
Pagelaran Sabang Merauke 2026 dengan tema 'Hikayat Srikandi Nusantara' dijadwalkan berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56