Terkuak! Ini Alasan Bank Lebih Selektif Salurkan Kredit ke Sektor UMKM

Terkuak! Ini Alasan Bank Lebih Selektif Salurkan Kredit ke Sektor UMKM

Bank lebih selektif menyalurkan kredit ke UMKM karena risiko gagal bayar meningkat di tengah tekanan ekonomi.

(Bisnis.Com) 13/01/26 13:15 101917

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha perbankan lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan ke UMKM untuk memitigasi risiko gagal bayar di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank Ganda Raharja Rusli menyampaikan pertumbuhan kredit UMKM pada 2025 jauh lebih kecil dibandingkan 2024, mencerminkan ekonomi UMKM yang mengalami stagnansi bahkan penurunan.

Menurutnya, lesunya kredit di segmen ini tidak lepas dari penurunan daya beli masyarakat menengah serta pelaku usaha yang masih wait and see sehingga memiliki efek berantai ke UMKM sebagai pendukung dari sektor produksi.

“Kelesuan ini menjadikan Lembaga Jasa Keuangan lebih berhati-hati di pembiayaan UMKM, untuk mencegah kegagalan bayar dari kredit sektor UMKM,” kata Ganda kepada Bisnis, dikutip pada Senin (12/1/2026).

Tekanan di segmen UMKM diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun ini. Ganda menuturkan, risiko segmen UMKM cukup merata di seluruh sektor industri baik sektor UMKM konsumsi seperti makanan, maupun sektor UMKM produksi yang menjadi bagian ekosistem pelaku usaha yang lebih besar.

Oleh karena itu, Ganda menilai bahwa lembaga jasa keuangan wajib memiliki strategi filtering yang baik dan monitoring usaha untuk menghadapi peluang dan risiko tersebut

Di sisi lain, dalam menciptakan pertumbuhan UMKM yang sehat tanpa meningkatkan risiko, Bank Syariah Indonesia (BSI) menilai pentingnya dukungan pemerintah dalam hal integrasi data dan pendampingan berkelanjutan.

“Dukungan pemerintah tidak bisa berhenti pada akses modal saja. Yang paling dibutuhkan saat ini adalah integrasi data dan pendampingan berkelanjutan,” kata Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy kepada Bisnis, dikutip pada Senin (12/1/2025).

Bank Indonesia (BI) sebelumnya mengungkapkan bahwa perbankan cukup selektif dalam memberikan kredit pada segmen konsumsi dan UMKM. Hal ini salah satunya tercermin dari pertumbuhan kredit UMKM yang mengalami koreksi pada November 2025.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan minat penyaluran kredit perbankan umumnya masih baik, tercermin pada persyaratan pemberian kredit atau lending requirement yang semakin longgar.

“Kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat peningkatan risiko kredit pada kedua segmen tersebut,” kata Perry dalam Konferensi Pers Hasil RDG Bulanan Desember 2025, Rabu (17/12/2025).

Kondisi ini lantas memengaruhi pertumbuhan kredit UMKM. Pada November 2025, Perry mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit UMKM secara tahunan mengalami kontraksi sebesar 0,64% (year on year/YoY).

#bank-selektif-kredit #kredit-umkm #risiko-gagal-bayar #ekonomi-umkm #daya-beli-masyarakat #pembiayaan-umkm #lembaga-jasa-keuangan #strategi-filtering #dukungan-pemerintah-umkm #integrasi-data-umkm #pe

https://finansial.bisnis.com/read/20260113/90/1943626/terkuak-ini-alasan-bank-lebih-selektif-salurkan-kredit-ke-sektor-umkm