Ekonomi Sumbar Berpeluang Tumbuh Positif Kuartal I/2026, Terdongkrak Momentum Ramadan
Ekonomi Sumbar diprediksi tumbuh positif di Q1/2026 berkat Ramadan, Idulfitri, dan pemulihan pascabencana. Fokus pada pasokan pangan dan infrastruktur.
(Bisnis.Com) 30/01/26 15:20 119914
Bisnis.com, PADANG — Bank Indonesia melihat ekonomi Provinsi Sumatra Barat memiliki peluang untuk tumbuh positif pada kuartal I/2026 seiring adanya momen Ramadan dan Idulfitri serta didorong mulai pulihnya penanganan pascabencana.
Kepala Perwakilan BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan momen Ramadan dan Idulftiri pergerakan ekonomi akan terlihat bagus, terutama di sektor perdagangan dan jasa transportasi.
“Tapi bicara soal sektor perdagangan ini, hal yang perlu dipastikan oleh pemerintah daerah dari sekarang adalah memastikan pasokan dan ketersediaan pangan aman dan cukup, agar inflasi tetap terjaga,” katanya, Jumat (30/1/2026).
Dia menjelaskan bencana alam yang terjadi pada November 2026 lalu, telah memberikan dampak yang cukup parah pada sektor pertanian. Dari data Pemprov Sumbar, total luas lahan pertanian yang terdampak bencana alam 6.713 hektare, yang tersebar di sebagian besar wilayah di Sumbar.
Majid melihat apabila persoalan pasokan dan ketersediaan pangan tidak secepat mungkin diambil langkah-langkah jitu, gejolak inflasi akan sulit dibendung. Tapi, kalau pangan nantinya tidak ada kekurangan pasokan, maka perekonomian Sumbar akan tumbuh positif.
“Kami bersama TPID (tim pengendali inflasi daerah) telah rapat membahas ini. Harapan kami, tentu momen Ramadan dan Idulfitri nanti membuat ekonomi Sumbar bangkit,” ujar dia.
Kemudian hal yang juga menjadi penentu pendorong pertumbuhan perekonomian itu, percepatan pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana alam. Pembangunan hunian sementara maupun tetap akan dapat memberikan pengaruh terhadap perekonomian.
Dimana banyak masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana alam, jalan-jalan banyak yang rusak, baik itu jalan nasional hingga ke jalan kabupaten dan kota, serta kondisi lainnya yang tentunya diharapkan bisa segera pulih.
“Kami dari BI tentu ikut berperan dalam mendorong pemulihan ekonomi ini, yakni salah satunya kami melaksanakan kegiatan UMKM Bangkit. Cara ini kami lakukan, agar UMKM di Sumbar larut dalam kondisi terdampak bencana alam. Jadi kami pun hadir untuk merangkul UMKM,” jelasnya.
Dikatakannya bicara soal bencana, maka Sumbar dapat dilihat seperti kondisi di Jepang. Tapi kondisi di Jepang masih bisa dikendalikan dampaknya terhadap perekonomian.
Oleh karena itu, Majid berencana akan mencoba merancang kesiapan daerah dalam menghadapi bencana, sehingga tidak memberikan dampak yang buruk terhadap perekonomian.
“Sejauh ini yang saya lihat, dan saya juga berharap pemerintah daerah di Sumbar harus melakukan yang namanya APBD cadangan. Ketika terjadi bencana, penanganan dini bisa dilakukan dahulu di daerah, sembari bantuan-bantuan dari pusat datang,” sebutnya.
Menurutnya belajar dari kondisi ke kondisi bencana alam yang melanda Sumbar, hal yang terlihat situasi dan kondisi seperti kelabakan. Jadi, kedepannya perlu bagi pemerintah melakukan APBD cadangan tersebut.
Artinya, apabila dari berbagai kondisi itu bisa dilakukan sebaik mungkin, maka triwulan I/2026 ini ekonomi Sumbar akan menunjukan pertumbuhan yang positif.
“Harapan saya, semua masyarakat Sumbar harus bangkit menghadapi kondisi ini. Kepada perantau Minang, ayo sama-sama membantu Sumbar untuk pulih, dan BI pun tentu akan siap supportsu” tutupnya.
#ekonomi-sumbar #pertumbuhan-ekonomi #ramadan-idulfitri #perdagangan-jasa #pasokan-pangan #inflasi-sumbar #bencana-alam #pemulihan-infrastruktur #umkm-bangkit #apbd-cadangan #penanganan-bencana #pertan