Beri Tenaga Tambahan ke IHSG, Danantara Borong Saham Hari Ini (2/2)
Danantara kembali membeli saham berfundamental kuat di tengah koreksi IHSG, sekaligus menandai rotasi dana ke emiten berkualitas.
(Bisnis.Com) 02/02/26 15:57 122819
Bisnis.com, JAKARTA — Danantara Indonesia mengonfirmasi kembali melakukan aksi beli di pasar modal di tengah momentum koreksi harga saham-saham berfundamental kuat pada perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terekam melemah 5,29% hingga pukul 15.41 WIB. Tercatat, hanya 52 saham menguat, 737 saham di zona merah, dan 24 saham stagnan.
Pelemahan ini melanjutkan koreksi IHSG pada pekan lalu. IHSG sudah anjlok 6,84% menjadi 8.329 pekan lalu pada periode 23-30 Januari 2026. Terpantau aksi jual asing di lantai bursa mencapai Rp13,92 triliun dalam sepekan.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyatakan bahwa pihaknya melalui manajer investasi yang ditunjuk telah melakukan identifikasi terhadap emiten-emiten yang memiliki profil bisnis sehat.
“Danantara sendiri sudah aktif kembali di pasar hari ini, melakukan pembelian saham-saham yang memiliki valuasi menarik, perusahaan yang baik, arus kas yang sehat, serta fundamental dan likuiditas yang kuat,” pungkas Pandu saat ditemui awak media di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Pandu menegaskan fokus investasi Danantara adalah ke saham-saham yang kini berada pada level harga menarik namun tetap didukung oleh likuiditas dan arus kas yang solid.
Pandu juga menjelaskan bahwa meski secara harian indeks komposit tampak memerah, pergerakan pasar saat ini mulai menunjukkan arah yang lebih sehat.
Dia mencermati adanya pergeseran aliran dana dari saham-saham bervaluasi tinggi yang sebelumnya dianggap sulit untuk diinvestasikan (uninvestable), menuju saham-saham dengan fundamental yang lebih kokoh.
Berdasarkan pengamatannya pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham yang masuk dalam daftar top buy didominasi oleh emiten berfundamental baik. Hal ini pun diperkuat dengan catatan beli bersih investor asing atau net foreign buy yang masih bertahan di tengah volatilitas pasar.
“Untuk saham dengan valuasi, fundamental, dan likuiditas yang baik, mungkin it’s good time to buy. Kelihatannya orang sudah mulai membeli,” ujarnya.
Sementara itu, masuknya Danantara ke pasar hari ini disebut menjadi bagian dari sinergi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam melaksanakan reformasi pasar modal.
Pandu mengapresiasi kecepatan respons regulator dalam menanggapi isu transparansi kepemilikan saham dan free float yang menjadi perhatian penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Penyedia indeks global MSCI pekan lalu mengumumkan kebijakan interim berupa pembekuan atau freeze rebalancing indeks untuk saham asal Indonesia pada periode Februari 2026 karena kekhawatiran soal transparansi pasar.
Ke depan, Danantara bakal memosisikan diri sebagai pembeli strategis yang percaya pada prospek jangka panjang ekonomi Indonesia.
Pandu menilai kehadiran institusi besar yang didukung regulasi ramah investor, termasuk usulan kemudahan bagi dana pensiun untuk masuk ke bursa akan mampu mendongkrak valuasi pasar secara berkelanjutan.
“Ini semua dilakukan secara bertahap, namun perlu dikomunikasikan langkah demi langkah. Yang terpenting, setiap kebijakan harus masuk akal, dan jangan lupa MSCI juga memberikan tenggat waktu hingga Mei,” kata Pandu.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg #danantara #beli-saham #pasar-modal #koreksi-harga #fundamental-kuat #arus-kas-sehat #likuiditas-kuat #net-foreign-buy #reformasi-pasar-modal #ojk #bei #msci #transparansi-pasar #pembeli-strategi