Maruarar: Proyek Rusun Subsidi Meikarta Mulai Konstruksi 8 Maret
Proyek rusun subsidi Meikarta dimulai 8 Maret, target 141.000 unit untuk MBR, investasi Rp39 triliun. Pembangunan di 3 area, 54 tower, fokus fasilitas publik.
(Bisnis.Com) 23/02/26 17:29 144664
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) optimistis bakal mendongkrak pasar hunian vertikal nasional melalui pengembangan rumah susun (rusun) subsidi yang dilakukan secara masif.
Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara) menjelaskan proyek perdana rusun subsidi era pemerintahan Prabowo Subianto akan dibangun di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi. Di mana, proyek itu diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Rencana 8 Maret kita akan lakukan groundbreaking di lokasi lahan Meikarta yang akan dibangun rusun subsidi. Ini bagian dari percepatan dan terobosan yang sedang kita lakukan,” ujar Ara dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).
Ara menambahkan, berdasarkan hasil catatan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), realisasi pembiayaan rusun subsidi dalam lima tahun terakhir memang sangat minim, yakni hanya 140 unit.
Untuk itu, dia mengaku optimistis proyek rusun subsidi Meikarta ini akan mendorong kinerja penjualan rusun subsidi. Di mana, pemerintah menargetkan bakal memasok suplai hingga 141.000 unit hunian vertikal.
“Data BP Tapera menunjukkan selama lima tahun ke belakang pembiayaan rusun subsidi hanya 140 unit. Ini sangat kecil. Dengan arahan Presiden Prabowo, kita harus melakukan terobosan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan Meikarta untuk menjadi rusun subsidi dengan target bisa mencapai 141.000 unit,” tambahnya.
Sebelum pembangunan dimulai, tambah Ara, pihaknya akan memastikan unit yang dibangun sesuai dengan preferensi pasar. Pemerintah akan melaksanakan survei menggunakan metodologi sampling yang ketat agar spesifikasi rusun subsidi yang ditawarkan benar-benar menjawab kebutuhan riil calon konsumen di lapangan.
Selain aspek fisik, otoritas juga menekankan pentingnya kelayakan ekosistem di sekitar lokasi hunian. Peninjauan mencakup ketersediaan fasilitas publik esensial seperti sekolah, rumah sakit, pasar, hingga akses transportasi umum. Pemerintah ingin memastikan rusun subsidi didukung oleh lingkungan yang produktif bagi para penghuninya.
"Pemerintah berharap pembangunan rusun subsidi di Meikarta dapat menjadi model penyediaan hunian vertikal terjangkau yang terintegrasi dengan fasilitas sosial, fasilitas umum, dan akses ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah," pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah juga mengungkap investasi yang bakal dikucurkan oleh Lippo Group mencapai Rp39 triliun untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta.
Ara menjelaskan investasi tersebut diperlukan untuk mendukung pembangunan sekitar 54 tower yang terletak di 3 area berbeda di atas lahan kurang lebih seluas 30 hektare (Ha).
"Nilai investasi di satu kawasan bisa Rp13 triliun diluar tanah. Akan dibangun di 3 area, itu Rp39 triliun kurang lebih dluar tanah," jelasnya.
Secara keseluruhan masing-masing kawasan akan dibangun 18 tower yang mencakup 2.600 unit hunian. Dengan demikian, total tower yang akan dibangun di 3 lokasi bakal mencapai 54 tower dengan total 141.000 unit.
#meikarta-rusun #rusun-subsidi #proyek-rusun #rusun-subsidi-meikarta #menteri-pkp #maruarar-sirait #prabowo-subianto #hunian-vertikal #pasar-hunian #mbr-hunian #bp-tapera #fasilitas-publik #investasi-l