Penyebab Gula Darah Bisa Melonjak Saat Berbuka Puasa, Begini Cara Mencegahnya
Lonjakan gula darah saat berbuka puasa disebabkan konsumsi gula berlebih dan porsi besar. Cegah dengan berbuka bertahap, mulai dari air putih dan serat.
(Bisnis.Com) 16/03/26 12:10 165983
Bisnis.com, JAKARTA — Momen berbuka puasa sering menjadi waktu yang paling dinanti setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari. Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan manis dan porsi besar secara langsung saat azan maghrib dapat memicu lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Eka Hospital Bekasi, Melisa Diah Puspitasari, menjelaskan bahwa tubuh mengalami sejumlah perubahan metabolisme selama berpuasa. Selama berpuasa, kadar glukosa dalam darah cenderung menurun.
Kondisi tersebut membuat kadar insulin, hormon yang membantu penyerapan gula dalam tubuh, juga ikut menurun. Pada saat yang sama, tubuh mulai memanfaatkan cadangan energi yang tersimpan di hati. Alhasil tubuh menjadi sangat sensitif terhadap gula.
Ketika seseorang langsung berbuka dengan makanan manis atau karbohidrat tinggi, terjadilah rebound sugar spike. Istilah ini merujuk pada tubuh yang sedang dalam mode hemat energi tiba-tiba dibanjiri glukosa.
“Akibatnya, gula darah melonjak tinggi dalam waktu singkat karena tubuh belum sempat menyesuaikan produksi insulin secara bertahap,” jelas Melisa, dikutip Bisnis, Sabtu (14//3/2026).
Melisa menjelaskan terdapat dua faktor utama yang kerap menyebabkan lonjakan gula darah saat berbuka. Pertama, konsumsi gula berlebih dari minuman manis seperti sirup, es teh manis, kolak, hingga makanan berbahan tepung yang cepat diserap tubuh.
Kedua, kebiasaan mengonsumsi makanan berat dalam porsi besar secara langsung setelah maghrib. Pola makan tersebut membuat sistem pencernaan dan pankreas harus bekerja ekstra secara tiba-tiba untuk memproses lonjakan asupan makanan.
Untuk mencegah kondisi tersebut, Melisa menyarankan masyarakat menerapkan pola makan bertahap saat berbuka puasa. Langkah pertama adalah memulai berbuka dengan air putih serta makanan manis alami dalam porsi kecil.
Setelah itu, makanan sebaiknya dikonsumsi dengan urutan yang tepat, yakni mendahulukan serat seperti sayuran atau sumber protein sebelum mengonsumsi karbohidrat atau makanan manis.
Serat katanya berperan memperlambat penyerapan gula dalam darah sehingga membantu menjaga kadar glukosa tetap stabil. Hindari pula minuman dengan pemanis tambahan dan menggantinya dengan air putih.
Cara makan juga perlu diperhatikan dengan mengunyah makanan lebih lama agar tubuh lebih cepat menerima sinyal kenyang dan mencegah makan berlebihan
Sementara itu, bagi penderita diabetes, kewaspadaan saat berbuka puasa perlu ditingkatkan. Melisa menyarankan pasien melakukan pengecekan gula darah secara mandiri, terutama sekitar dua jam setelah berbuka dan sebelum sahur.
Selain itu, pasien juga perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan jadwal maupun dosis obat atau insulin selama menjalani puasa. Sahur juga tidak boleh dilewatkan. “Sahur yang bergizi mencegah Anda merasa terlalu lapar saat berbuka, yang sering kali menjadi pemicu makan berlebihan,” tuturnya.
#berbuka-puasa #gula-darah #lonjakan-gula-darah #makanan-manis #insulin #rebound-sugar-spike #konsumsi-gula-berlebih #porsi-besar #pola-makan-bertahap #serat #kadar-glukosa-stabil #minuman-manis #pende