Kronologi Kasus Dokter Internship Positif Campak hingga Meninggal Dunia
Dokter internship AMW, 25, meninggal akibat campak di RSUD Pagelaran, Cianjur. Gejala muncul 18 Maret 2026, dan meninggal 26 Maret. Kemenkes lakukan investigasi.
(Bisnis.Com) 31/03/26 09:45 177107
Bisnis.com, JAKARTA — Seorang dokter internship berinisial AMW, 25 tahun, meninggal dunia akibat campak saat menjalani program internship di RSUD Pagelaran, Kabupaten Cianjur.
Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Andi Saguni, dokter tersebut kemungkinan sudah terinfeksi campak sebelum 18 Maret 2026.
“Kasus laki-laki berusia 25 tahun ini meninggal, dan prosesnya dapat ditelusuri. Beliau menangani pasien campak pada 8, 19, dan 21 Maret sebagai dokter di IGD RSUD Pagelaran,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Berdasarkan penjelasan Kemenkes, AMW menangani beberapa pasien campak sejak 8 Maret dan kembali pada 19 hingga 21 Maret 2026. Sebelumnya, dia juga bertugas pada 15 dan 16 Maret selama dua hari berturut-turut.
Gejala awal yang dirasakan AMW muncul pada 18 Maret berupa demam, flu, dan batuk. Dia sempat meminta izin untuk tidak berdinas yang kemudian disetujui.
Meski begitu, AMW tetap hadir bekerja pada 19, 20, dan 21 Maret karena merasa tubuhnya masih cukup fit. Selama tiga hari tersebut, dia menangani pasien campak di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Pada 21 Maret, ruam khas campak mulai muncul di kulit AMW. Kondisinya semakin menurun sehingga ia akhirnya mengajukan cuti.
Pada 25 Maret pukul 23.00 WIB, AMW dibawa keluarga ke IGD RS Cimacan dengan penurunan kesadaran sejak satu jam sebelumnya. Saat tiba, dia mengalami akral dingin, tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 144 kali per menit, dan saturasi oksigen 35 persen yang meningkat menjadi 50 persen dengan bantuan oksigen 15 liter per menit.
Keesokan harinya pukul 00.30 WIB, AMW dipindahkan ke ICU dan dilakukan intubasi pada pukul 08.15 WIB. Meski sudah mendapat penanganan intensif, pukul 11.30 WIB dia meninggal dunia dengan diagnosis campak dan komplikasi jantung serta otak.
Dr Andi menjelaskan sehari setelah kejadian, pada 27 Maret 2026, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cianjur langsung melakukan penyelidikan epidemiologi. Spesimen serum pasien kemudian dikirim ke Laboratorium Bio Farma.
“Hari berikutnya, tim langsung melakukan penyelidikan dan mengambil spesimen serum, yang pada 28 Maret 2026 dikonfirmasi positif campak,” jelasnya.
Kementerian Kesehatan juga menegaskan pentingnya pemantauan kesehatan tenaga medis dan kepatuhan protokol untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
#dokter-internship #campak #meninggal-dunia #rsud-pagelaran #kabupaten-cianjur #gejala-campak #penanganan-pasien #igd-rsud #ruam-campak #penurunan-kesadaran #komplikasi-jantung #komplikasi-otak #penyel