Alasan Purbaya Tahan Harga BBM Subsidi: Masyarakat Lebih Efisien Belanja dibanding Pemerintah

Alasan Purbaya Tahan Harga BBM Subsidi: Masyarakat Lebih Efisien Belanja dibanding Pemerintah

Menteri Keuangan Purbaya menahan kenaikan harga BBM subsidi karena masyarakat lebih efisien dalam belanja dibandingkan pemerintah, menjaga daya beli dan pertumbuhan ekonomi.

(Bisnis.Com) 07/04/26 17:23 184153

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan utama di balik keputusan pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Purbaya tidak menampik adanya perdebatan klasik di kalangan ekonom mengenai kebijakan subsidi energi. Dia menyadari banyak pihak yang kerap mempertanyakan mengapa pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar beban belanja subsidi energi di APBN berkurang.

Bendahara Negara itu menjelaskan dua alasan fundamental. Pertama, kenaikan harga BBM akan secara langsung mengganggu daya beli dan menambah beban hidup masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

Kedua, dari kacamata ekonomi makro, Purbaya meyakini menaikkan harga BBM hanyalah proses pemindahan likuiditas dari kantong masyarakat ke kas negara. Kebijakan ini berisiko memperlambat laju pertumbuhan ekonomi karena masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam untuk kebutuhan energi mereka.

"Kalau saya naikin BBM-nya, uangnya kan jadi punya saya [Bendahara Umum Negara], tapi rakyat, kan, harus bayar lebih. Melambat kan ekonominya. Uang saya punya, saya akan belanjakan. Kalau saya sama jago dengan masyarakat membelanjakan uang, pertumbuhan enggak hilang," terangnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Akan tetapi, Purbaya menekankan bahwa inti dari pertimbangan keputusan ekonomi tersebut adalah efisiensi alokasi dana. Dia mengakui bahwa dalam jangka pendek, masyarakat terbukti lebih efisien dalam melakukan konsumsi dibandingkan dengan instrumen belanja pemerintah.

Purbaya menganalogikan kenaikan harga BBM ibarat pemotongan gaji dari masyarakat ke kas negara. Jika negara mengambil porsi yang terlalu besar maka sisa uang yang bisa dibelanjakan masyarakat akan menyusut, dan negara belum tentu bisa membelanjakan selisih dana tersebut sebaik masyarakat.

"Anda gaji seribu, saya ambil 500, saya belanjain, Anda belanja semua aja 500. Dibanding Anda gaji seribu, saya ambil 900 perak, Anda punya 100. Anda belanja 100, saya ambil 400 lebih kan. Yang 400 lebih ini, saya belanjain lebih baik enggak dengan Anda belanja? Hampir pasti enggak, karena dia [masyarakat] belanja sesuai dengan kebutuhannya, sehingga pas," paparnya.

Lebih lanjut, Purbaya membandingkan akurasi konsumsi masyarakat tersebut dengan pola belanja negara. Jika tambahan dana dari kenaikan BBM itu ditarik ke APBN maka dia hanya akan mengalokasikan ke kementerian/lembaga yang pada akhirnya justru mereduksi nilai efisiensi dari uang tersebut.

#harga-bbm #bbm-subsidi #kenaikan-harga-bbm #subsidi-energi #daya-beli-masyarakat #pertumbuhan-ekonomi #kebijakan-ekonomi #efisiensi-belanja #konsumsi-masyarakat #alokasi-dana #apbn #belanja-pemerintah

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260407/9/1964830/alasan-purbaya-tahan-harga-bbm-subsidi-masyarakat-lebih-efisien-belanja-dibanding-pemerintah