Iran Tolak Tawaran Gencatan Senjata Sementara dengan AS
Presiden Prabowo menetapkan dua kebijakan: menurunkan biaya haji dan mengevaluasi izin tambang di hutan, untuk menghadapi ketidakpastian global.
(Bisnis.Com) 08/04/26 18:57 185569
Bisnis.com, SEMARANG — Iran menolak dengan tegas usulan gencatan senjata yang disampaikan oleh mediator pakistan. Dilaporkan dari kantor berita resmi IRNA, Iran disebut telah menolak gencatan senjata dan menolak untuk membuka kembali Selat Hormuz. Iran menyebut bahwa mereka hanya menginginkan pengakhiran perang secara permanen.
Mengutip dari laman resmi Channel News Asia, IRNA juga melaporkan bahwa Iran telah mengajukan 10 klausul untuk mengakhiri perang, yang terdiri dari pengakhiran konflik di kawasan tersebut, protokol untuk jalur aman melalui Selat Hormuz, pencabutan sanksi, dan rekonstruksi.
Di tengah konflik yang kian memanas ini, Trump mengancam akan menghujani Iran dengan “neraka” jika tidak mencapai kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital untuk pasokan energi global. Dalam konferensi persnya, Trump mengatakan bahwa Iran dapat “dilenyapkan” dalam satu malam.
Tak hanya itu, Trump juga bersumpah akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan Iran, mengabaikan kekhawatiran bahwa tindakan tersebut akan menjadi kejahatan perang atau mengasingkan 93 juta penduduk Iran. “Setiap jembatan di Iran akan hancur lebur dan setiap pembangkit listrik di Iran akan gulung tikar, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi,” tutur Trump, dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (08/04/2026).
Menanggapi ancaman Trump, Komando militer gabungan tertinggi Iran menyebut Trump mengalami delusi dan menilai peringatan Trump sebagai retorika kasar, arogan, dan ancaman tanpa dasar. Selain itu, wakil Menteri Olahraga Iran, Alireza Rahimi juga menyerukan kepada para seniman dan atlet untuk membentuk rantai manusia di pembangkit listrik di seluruh negeri. “Kita akan bergandengan tangan untuk mengatakan: Menyerang infrastruktur publik adalah kejahatan perang,” tulis Rahimi di akun media sosial X
Selain mendapat tanggapan dari pejabat tinggi Iran, para ahli independen juga menyebut bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik dan jembatan termasuk ke dalam kejahatan perang. Trump mengatakan bahwa warga Iran “bersedia menanggung penderitaan itu demi kebebasan” dan AS telah mencegat pesan-pesan yang meminta pemboman.
Sebelumnya, diketahui bahwa konflik ini semakin memuncak, setelah Iran secara efektif melakukan penutupan pada Selat Hormuz. Penutupan ini dilakukan Iran setelah penyerangan yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Selat Hormuz telah menjadi jalur utama bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia. Pengaruh besar jalur laut tersebut terhadap perekonomian global telah terbukti menjadi kartu tawar yang ampuh bagi Iran, dan Teheran enggan melepaskannya begitu saja.
(Fadya Jasmin Malihah)
#pemerintah-strategis #kebijakan-pemerintah #ketidakpastian-global #harga-avtur #ongkos-haji #biaya-haji #antrean-haji #dukungan-pembiayaan #kampung-haji-indonesia #perlindungan-hutan #izin-usaha-perta