Jurus Bulog Cegah Lonjakan Harga Minyakita saat Harga Plastik Mahal
Bulog menggelar operasi pasar dini untuk mencegah lonjakan harga Minyakita akibat permintaan tinggi dan potensi gangguan pasokan.
(Bisnis.Com) 14/04/26 14:35 190872
Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog menyatakan akan melakukan operasi pasar secara dini untuk mencegah lonjakan harga minyak goreng rakyat Minyakita di tengah meningkatnya permintaan dan potensi gangguan pasokan di sejumlah wilayah.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan langkah intervensi tersebut menjadi strategi preventif agar harga tidak terlanjur naik tinggi di pasar.
“Kalau begitu ada setiap indikasi kenaikan harga ataupun kelangkaan minyak, saya sudah instruksikan ke seluruh para pinwil [pimpinan wilayah] dan pinca [pimpinan cabang] se-Indonesia untuk melakukan operasi pasar. Jangan sampai harga sudah terlalu tinggi nanti kita baru operasi pasar, nanti susah menurunkannya. Jadi lebih bagus sedini mungkin apabila ada kenaikan harus kita ambil langkah-langkah preventif yaitu dengan operasi pasar,” kata Rizal seusai melakukan monitoring ketersediaan pangan di Pasar Grogol, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2026).
Di sisi distribusi, Bulog juga menggandeng pemerintah daerah untuk mengatasi disparitas harga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) akibat tingginya biaya logistik.
“Kami bersinergi dengan pemerintah daerah untuk diberikan dukungan anggaran operasional untuk transportasi. Kan mereka ada dukungan anggaran khusus di daerah 3T tersebut,” jelasnya.
Selain itu, Bulog telah memetakan wilayah dengan harga di atas HET, terutama di kawasan Indonesia Timur, dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna menekan biaya distribusi.
Lebih lanjut, Rizal juga menegaskan pedagang wajib menjual Minyakita sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter atau Rp31.400 untuk kemasan dua liter, serta menyediakan uang kembalian secara tepat.
“Kami sudah imbau dan informasikan kepada para pengecer, khususnya pengecer Minyakita dan beras SPHP, produk-produk Bulog harus menyiapkan uang kembalian. Uang kembalian, uang receh maksudnya, karena kan harga Minyakita kan Rp15.700 [per liter],” tegasnya.
Dia juga melarang praktik penggantian kembalian dengan barang lain seperti permen, serta mendorong penggunaan pembayaran digital melalui QRIS untuk meningkatkan transparansi transaksi.
Selain operasi pasar, Bulog juga mengajukan penambahan kuota Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita dari 35% menjadi 65% untuk memperkuat pasokan nasional. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan saat ini masih menunggu tindak lanjut.
Rizal menjelaskan tambahan kuota tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pasar tradisional, pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), serta program bantuan pangan.
#harga-minyakita #harga-minyak-goreng #minyakita #bulog #het-minyakita #harga-plastik #dmo-minyak-goreng #bulog-minyakita