Jelang Kenaikan Tarif, Transjakarta Berencana Bikin Paket Berlangganan

Jelang Kenaikan Tarif, Transjakarta Berencana Bikin Paket Berlangganan

Transjakarta akan meluncurkan paket berlangganan untuk mengantisipasi kenaikan tarif, menawarkan harga lebih hemat bagi individu dan korporasi.

(Bisnis.Com) 30/10/25 16:36 21772

Bisnis.com, JAKARTA — PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana untuk membuat paket berlangganan dengan harga yang menarik, menyusul rencana kenaikan tarif bus yang melayani wilayah Jakarta.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo mengungkapkan bahwa rencana abonemen tersebut masih dalam pembahasan akhir, sebelum akhirnya diumumkan ke publik.

“Saat ini masih dalam finalisasi, nanti akan dibawa ke rapim untuk diputuskan,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (30/10/2025).

Prastowo, sapaannya, belum dapat menyampaikan rencana besaran harga yang akan Transjakarta tawarkan kepada masyarakat.

Meski demikian, dirinya memastikan bahwa paket yang juga akan menyasar korporasi, nantinya akan lebih murah ketimbang pembelian normal.

“TJ sedang mengaji dan diharapkan segera rilis paket abonemen yang jatuhnya akan lebih hemat. Termasuk paket corporate dengan harga sangat menarik,” tuturnya dalam akun resmi media sosial X, @prastow.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tarif Transjakarta di Jakarta terbilang lebih murah jika dibandingkan daerah seperti Bogor, Bekasi dan Tangerang.

"Sekarang ini subsidinya setiap tiket sebenarnya sudah di atas Rp9.000. Kan enggak mungkin kalau kemudian ini kita sangga sendirian terus-menerus," katanya, Senin (28/10/2025).

Dirinya memastikan kenaikan tarif diiringi dengan perbaikan fasilitas armada Transjakarta untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan. Saat ini pun, fasilitas bus dan halte pemprov diperbaiki. Bahkan tahun ini, untuk bus listrik Jakarta yang sebelumnya hanya beroperasi 200, nantinya akan beroperasi sampai dengan 500 bus listrik.

Adapun, rencana kenaikan tarif tersebut sebagai imbas dari pemerintah pusat memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) Pemprov Jakarta. Alhasil, pihaknya mengaji ulang tarif yang sudah 20 tahun tidak naik tersebut.

Warganet pun menyambut baik rencana kenaikan tarif menjadi Rp5.000 maupun penerapan abonemen, sebagaimana cuitan di media sosial X.

“Naik Rp5.000, oke. Terus kemudian TJ bikin tiket terusan sebulan 100k gitu atau setahun misal sejuta gitu enak sih. Di satu sisi \'terlihat\' murah, di sisi lainnya bisa mendapat income segar di awal yang bisa diputar di investasi bebas risiko. Tj dapet income lagi,” ungkap @eDzulfikar.

“Bikin paket abonmen semua moda transportasi di Jakarta aja. Biar terintegrasi semua. Syukur-syukur bisa rangkul KAI selaku induk KCI dan LRT Jabodebek,” tulis akun @nuemontserrat.

“Buat aja paket langganan, kerjasama dg korporasi atau perusahaan, atau paling gk bumd atau pns Jakarta deh, paket langganan setahun buat pegawai nya. Kemana mana tinggal tap kartu khusus itu bisa naik. Paket langganan bisa dibiayai perusahaan. Biasanya ada insentif transportasi,” tulis @gen_Z_speak.

#transjakarta #tarif-transjakarta #paket-berlangganan-transjakarta #kenaikan-tarif-transjakarta #transjakarta-jakarta #harga-tiket-transjakarta #bus-listrik-jakarta #fasilitas-transjakarta #abonemen-tr

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251030/98/1924724/jelang-kenaikan-tarif-transjakarta-berencana-bikin-paket-berlangganan