Hendra Lembong Ungkap Dampak Besar AI di Perbankan, Pesan Jangan 'Ketagihan'

Hendra Lembong Ungkap Dampak Besar AI di Perbankan, Pesan Jangan 'Ketagihan'

Hendra Lembong menyoroti dampak besar AI di perbankan, meningkatkan efisiensi namun meningkatkan risiko siber. Ia mengingatkan agar tidak terlalu bergantung pada AI demi menjaga lapangan kerja.

(Bisnis.Com) 13/05/26 14:32 220200

Bisnis.com, JAKARTA — Transformasi digital yang semakin masif di industri perbankan mulai menghadirkan dampak signifikan terhadap operasional bank, mulai dari peningkatan efisiensi layanan nasabah hingga munculnya tantangan baru berupa ancaman kejahatan siber dan penipuan digital.

Pemanfaatan teknologi sepertiArtificial Intelligence (AI), machine learning, hingga Large Language Model (LLM) dinilai membuka ruang baru bagi industri perbankan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, personal, dan efisien. Namun, di sisi lain, digitalisasi yang semakin luas juga memperbesar risiko keamanan siber yang harus dikelola industri keuangan.

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional sekaligus Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Hendra Lembong mengatakan teknologi AI telah membawa perubahan besar dalam layanan perbankan, termasuk di BCA yang kini mulai mengembangkan teknologi LLM secara mandiri.

“Kalau di kita itu sudah memakai teknologi Large Language Model yang kita develop sendiri. Jadi tentu dengan bantuan vendor dari luar tapi kita develop on-prem, ini memang luar biasa impact-nya,” ujar Hendra dalam acara CXO Forum Banking Update di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, implementasi AI pada layanan pelanggan telah mampu menurunkan volume pesan yang masuk ke call center dan layanan WhatsApp secara signifikan.

“Kalau kita coba use case di call center, WhatsApp-WhatsApp yang masuk dalam dua bulan turun langsung 60%, bisa di-handle oleh LLM,” katanya.

Meski demikian, Hendra mengingatkan implementasi AI tetap perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak berdampak terhadap kebutuhan lapangan kerja di Indonesia.

“Nah ini kita juga ingatkan ke tim project, jangan ketagihan ini. Kalau ketagihan semuanya mau di-AI-in, ini Indonesia butuh lapangan kerja cukup banyak,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan risiko penggunaan AI, termasuk potensi hallucination atau kesalahan informasi dari sistem AI generatif, sehingga transformasi digital perlu dibarengi penguatan tata kelola teknologi dan mitigasi risiko siber.

Risiko Siber Jadi Risiko Reputasi

Hendra menilai ancaman siber kini tidak lagi sekadar isu teknologi, melainkan telah menjadi risiko bisnis dan reputasi bagi industri perbankan. “Risiko cyber hari ini adalah risiko bisnis, risiko operasional, risiko reputasi, bahkan risiko kepercayaan publik terhadap industri perbankan,” ujarnya.

Dia menyinggung tingginya angka kerugian masyarakat akibat penipuan digital yang tercatat di pusat anti-scam. Menurutnya, sebagian besar dana korban sulit dipulihkan kembali.

“Data yang masuk di anti-scam center itu triliunan. Dan kebanyakan tidak bisa direcover,” katanya.

Menurut Hendra, praktik social engineering menjadi tantangan serius karena bahkan pegawai bank pun masih dapat menjadi korban modus penipuan digital.

Selain sektor perbankan, Hendra juga menilai perusahaan telekomunikasi perlu memperkuat infrastruktur keamanan digital, khususnya untuk mencegah penyalahgunaan SMS melalui BTS palsu.

Menurutnya, jaringan SMS masih rentan disusupi pesan palsu karena belum menggunakan sistem enkripsi seperti aplikasi pesan instan.

Dia mendorong operator telekomunikasi mempercepat migrasi teknologi jaringan agar keamanan ekosistem digital nasional semakin kuat.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan investasi keamanan siber kini sudah menjadi kebutuhan strategis bagi industri perbankan, meski membutuhkan biaya yang besar dan sulit diukur tingkat pengembalian investasinya.

“Kalau dilihat cost-nya luar biasa mahal. Tapi sementara belum ada hitungannya, nggak ada pilihan, kita semua harus upgrade untuk melindungi bukan hanya serangan cyber di bank, tapi juga melindungi masyarakat kita,” katanya.

Dia berharap Otoritas Jasa Keuangan dapat terus mendorong standar keamanan digital yang optimal di seluruh industri perbankan agar tingkat kerugian masyarakat akibat penipuan digital dapat terus ditekan.

#ai-perbankan #transformasi-digital #keamanan-siber #layanan-nasabah #machine-learning #large-language-model #risiko-keamanan #teknologi-ai #layanan-pelanggan #penipuan-digital #ancaman-siber #risiko-b

https://finansial.bisnis.com/read/20260513/90/1973522/hendra-lembong-ungkap-dampak-besar-ai-di-perbankan-pesan-jangan-ketagihan