OPINI: Pertamina Berbenah Menuju Keberlanjutan & Ketahanan Energi
Pertamina bertransformasi menuju keberlanjutan dan ketahanan energi dengan fokus pada tata kelola, budaya perusahaan, dan model bisnis. Transformasi ini bertujuan untuk menjawab tantangan energi globa
(Bisnis.Com) 31/10/25 08:26 22393
Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Juni 2025 saya ditugaskan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri untuk menjadi Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis.
Saya menyadari satu hal: tugas kami tidak hanya memperbaiki, tetapi menata ulang arah masa depan energi Indonesia, memastikan setiap langkah menjaga kepercayaan publik, sejalan dengan nilai ke berlanjutan, dan aspirasi bangsa menuju ketahanan serta kemandirian energi nasional.
Belakangan ini, banyak perhatian tertuju pada kinerja Pertamina. Pertamina berterima kasih dan menyambut berbagai masukan maupun kritik yang muncul di berbagai ruang publik kepada perusahaan. Justru saya menerima itu sebagai cerminan bahwa publik memiliki ekspektasi dan rasa memiliki yang tinggi terhadap Pertamina.
Kami menyadari, di tengah berbagai tantangan domestik maupun global, terdapat sorotan tajam terhadap penurunan reputasi dan kinerja Pertamina. Kami mengakui bahwa kami belum sempurna, tetapi kami tidak tinggal diam. Justru dari titik inilah, kami mulai bergerak dengan lebih terarah. Saya justru melihat ini momentum untuk bangkit, menata ulang, dan memperkuat arah transformasi.
Transformasi di tubuh Pertamina bukan sekadar narasi. Ini adalah arahan langsung Presiden RI: Pertamina harus menjadi saka guru, bukan sekadar perusahaan energi, melainkan pilar ketahanan dan kemandirian bangsa. Oleh karenanya, Pertamina harus mampu mendobrak stagnasi, membawa perubahan, dan menjawab kebutuhan energi nasional secara tangguh dan mandiri.
BUKAN SLOGAN
Kami sedang melakukan transformasi menyeluruh, bukan tambal sulam, demi mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Transformasi dilakukan secara menyeluruh di tiga bidang utama.
Pertama, tata kelola (governance) dengan memastikan proses yang lebih transparan, efisien, dan patuh (compliance). Kedua, budaya perusahaan (culture) dengan membangun mindset progresif dan adaptif untuk menghadapi tantangan industri.
Ketiga, model bisnis (business model), yakni menyesuaikan dengan dinamika energi global melalui inovasi dan diversifikasi usaha. Dalam menjalankan langkah tranformasi, kami menerapkan strategi dual growth, yang memadukan penguatan bisnis migas konvensional (maximizing legacy business) dengan percepatan pengembangan bisnis baru berorientasi rendah karbon (building low carbon business) yang berorientasi masa depan seperti bioenergi, hidrogen, dan carbon capture & storage(CCS).
Strategi ini menjadi kunci bagi Pertamina untuk menjaga kinerja solid di tengah dinamika global sekaligus mengakselerasi transisi menuju kemandirian energi nasional. Ini adalah upaya jangka panjang untuk memastikan Pertamina mampu menjawab tantangan global energi yang berubah cepat.
Ini bukan transformasi reaktif. Ini adalah bentuk kesadaran jangka panjang, bahwa keberlanjutan adalah harga mati. Pada Juni 2025, kami membentuk Direktorat Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis untuk menilai ulang seluruh proyek besar, termasuk kilang.
Evaluasi dilakukan ketat, berbasis studi ilmiah dan realita keekonomian global. Kami tidak akan menghentikan pembangunan kilang, tetapi kami akan membangunnya secara selektif, efisien, dan berorientasi masa depan. RDMP Balikpapan, GRR Tuban, dan upgrade di kilang Cilacap adalah bentuk konkret dari strategi ini.
Selain itu, kami juga melakukan langkah nyata reorientasi proyek agar fokus pada penyelesaian tepat waktu dan tepat biaya. Digitalisasi operasi dan distribusi, agar tata kelola energi lebih transparan dan efisien. Peningkatan kapabilitas SDM, agar Pertamina menjadi organisasi yang agile dan kompetitif secara global. Penguatan portofolio energi hijau, sebagai bagian dari transisi menuju masa depan energi bersih.
Pertamina menyadari bahwa ketahanan energi nasional tidak bisa dicapai dengan langkah biasa. Ia butuh keberanian untuk berubah, berpikir ulang, dan bergerak cepat. Karena itu, kami memilih untuk terus melangkah, bertansformasi.
Saya tegaskan, transformasi ini bukan proyek sesaat. Ini adalah proses pergeseran budaya kerja dan cara pandang. Kami ingin mendorong seluruh insan Pertamina untuk berhenti bekerja demi output, dan mulai bekerja untuk impact. Program kerja tidak cukup jika tidak berdampak. Laporan tebal tidak bermakna jika tidak menyentuh kehidupan masyarakat. Kita harus kembali pada esensi: impact first. Itu perubahan yang paling mendasar.
Itulah sebabnya kami juga meluncurkan berbagai inisiatif digital seperti Pertamina Digital Hub dan Trans formation Delivery Unit, kombinasi dua prinsip untuk mencapai transformasi melalui digitalisasi dengan prinsip ketercapaian (delivery).
Langkah kami mencakup peningkatan kapasitas kilang, eksplorasi sumber daya domestik, efisiensi rantai pasok, serta perluasan energi hijau. Kami memperkuat sinergi antar subholding dan anak perusahaan, memperkuat tata kelola, dan membuka ruang inovasi seluas-luasnya.
MENATAP MASA DEPAN
Bagi Pertamina, energi bukan sekadar komoditas, tetapi hak rakyat. Karena itu, distribusi energi ke wilayah 3T, penguatan jaringan BBM Satu Harga, serta digitalisasi rantai pasok terus dilakukan. Kami ingin memastikan, bahwa dari Sabang sampai Merauke, setiap keluarga Indonesia mendapatkan akses energi yang merata dan terjangkau.
Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan visi besar lewat Asta Cita dan kami menjadikan itu kompas arah. Ketahanan energi bukan hanya syarat ekonomi yang tangguh, tetapi fondasi kedaulatan bangsa. Pertamina sebagai BUMN energi harus menjadi motor utama menuju swasembada energi nasional.
Kami tidak hanya ingin bertahan di tengah tantangan global. Visi kami adalah menjadikan Pertamina sebagai perusahaan energi kelas global, menjadi energy champion nasional. Itu berarti kami harus bisa bersaing, memimpin, dan menjadi rujukan. Bukan sekadar perusahaan besar, melainkan perusahaan yang berdampak besar.
Tapi saya tahu, itu tidak bisa dicapai dengan langkah biasa-biasa saja. Dan memang bahwa transformasi tidak pernah mudah. Dibutuhkan keteguhan, ker ja keras, kolaborasi, dan yang paling penting keberanian untuk berubah. Saya percaya, masa depan energi Indonesia akan ditentukan oleh keberanian kita hari ini: berbenah, bertransformasi, dan bertindak. Kami tidak sempurna, tetapi kami terus berusaha.
Dan itu semua sedang kami lakukan, setiap hari, dari lapangan ke ruang dewan, dari puncak hingga akar organisasi. Dengan kerja keras, inovasi, dan keberanian mengambil keputusan, Pertamina akan menjadi pilar utama dalam membangun masa depan energi Indonesia yang berdaulat dan berkelanjutan.
Pertamina bukan hanya penjaga pasokan energi, melainkan penjaga asa bangsa agar setiap rumah tetap terang, setiap industri tetap berjalan, dan setiap anak bangsa percaya bahwa negeri ini bisa berdiri di atas kaki sendiri.
Kami di Pertamina tidak boleh tinggal diam. Kami harus berbenah.
#pertamina #energi-indonesia #keberlanjutan-energi #transformasi-pertamina #ketahanan-energi #direktur-transformasi #kemandirian-energi #energi-nasional #tata-kelola-pertamina #budaya-perusahaan #model