Istana Respons Ultimatum BEM SI Jateng: Masalah Ekonomi Tak Bisa Selesai dengan Tenggat Waktu

Istana Respons Ultimatum BEM SI Jateng: Masalah Ekonomi Tak Bisa Selesai dengan Tenggat Waktu

Pemerintah menanggapi tuntutan BEM SI Jateng soal perbaikan ekonomi dalam 18 hari dengan menyatakan masalah ekonomi kompleks dan butuh waktu serta koordinasi.

(Bisnis.Com) 08/06/26 14:32 243469

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah merespons tuntutan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah yang meminta pemerintah membenahi kondisi perekonomian dalam waktu 18 hari.

Istana menegaskan berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan batas waktu tertentu, meskipun aspirasi tersebut tetap diterima sebagai masukan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah menghargai tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan memandangnya sebagai bentuk perhatian publik terhadap kondisi ekonomi nasional.

"Kami menerima aspirasi tersebut sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah," ujar Prasetyo usai mendampingi konferensi pers pimpinan DPR RI di Gedung DPR RI, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, pemerintah saat ini terus bekerja keras untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia. Dia menilai persoalan ekonomi merupakan isu kompleks yang dipengaruhi banyak faktor, sehingga membutuhkan koordinasi dan kebijakan yang saling mendukung.

"Beberapa hari ini saudara saksikan bahwa kita juga betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita ini yang itu memang tentu tidak mudah, tentu dipengaruhi oleh banyak faktor," katanya.

Prasetyo optimistis langkah-langkah yang ditempuh pemerintah, termasuk koordinasi intensif antar kementerian dan lembaga serta berbagai kebijakan yang memberikan kepastian kepada dunia usaha, akan mampu membantu mengatasi tekanan ekonomi yang ada.

"Tapi sekali lagi kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian kepada para pelaku usaha, kami yakin betul akan dapat mengatasi permasalahan ini," ujarnya.

Terkait tuntutan agar perbaikan ekonomi dilakukan dalam kurun waktu 18 hari, Prasetyo menilai tidak semua target pembangunan maupun penyelesaian persoalan ekonomi dapat dicapai sesuai tenggat waktu yang ditetapkan oleh kelompok tertentu.

"Tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Tidak semuanya bisa seperti itu," kata Prasetyo.

Meski demikian, dia memahami bahwa tuntutan yang disampaikan mahasiswa lebih menekankan pada semangat untuk mendorong pemerintah bekerja lebih cepat dan lebih efektif dalam menangani persoalan ekonomi.

"Yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik ini adalah semangatnya, semangatnya untuk kita semua bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi," tuturnya.

Sebelumnya, BEM SI Jawa Tengah menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah terkait kondisi perekonomian nasional, termasuk meminta langkah konkret untuk memperbaiki situasi ekonomi dalam jangka waktu 18 hari. Tuntutan tersebut menjadi bagian dari kritik mahasiswa terhadap berbagai kebijakan ekonomi pemerintah di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan tekanan terhadap daya beli masyarakat.

#ekonomi-nasional #tuntutan-bem-si #pemerintah-indonesia #masalah-ekonomi #kebijakan-ekonomi #koordinasi-pemerintah #tekanan-ekonomi #tantangan-ekonomi #perbaikan-ekonomi #perekonomian-indonesia #mahas

https://kabar24.bisnis.com/read/20260608/15/1979226/istana-respons-ultimatum-bem-si-jateng-masalah-ekonomi-tak-bisa-selesai-dengan-tenggat-waktu