Pembiayaan Motor Multifinance Sentuh Rp113,07 Triliun pada April 2026

Pembiayaan Motor Multifinance Sentuh Rp113,07 Triliun pada April 2026

Pembiayaan motor multifinance naik 2,74% YoY jadi Rp113,07 triliun pada April 2026, meski tantangan ekonomi ada. OJK dorong penguatan manajemen risiko.

(Bisnis.Com) 17/06/26 13:01 251987

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan bermotor roda dua atau motor baru dan bekas meningkat 2,74% (year on year/YoY) pada April 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK Agusman mengatakan pertumbuhan itu senilai dengan Rp113,07 triliun.

Kendati mengalami pertumbuhan, Agusman menyebut dalam menyalurkan pembiayaan motor, industri multifinance menghadapi tantangan dinamika perekonomian yang dapat memengaruhi penyaluran pembiayaan.

“Untuk menghadapi kondisi tersebut, perusahaan pembiayaan perlu terus memperkuat manajemen risiko, meningkatkan kualitas analisis kredit, serta menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan,” ujarnya dalam lembar jawaban RDK OJK Mei 2026, dikutip pada Selasa (16/6/2026).

Untuk diketahui, OJK mencatat piutang pembiayaan di industri multifinance pada April 2026 mencapai Rp514,65 triliun, tumbuh 2,08% secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 10,64% YoY.

Dalam empat bulan pertama ini, pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,89%, sedangkan NPF net sebesar 0,78%. Adapun, gearing ratio-nya sebesar 2,14 kali.

“Dalam rangka menekan tren peningkatan NPF, industri multifinance terus didorong untuk melakukan penguatan manajemen risiko, peningkatan kualitas analisis kredit, pemantauan portofolio secara intensif,” sebut Agusman.

Selain itu, lanjutnya, penerapan restrukturisasi pembiayaan secara selektif sesuai prinsip kehati-hatian guna menjaga kualitas pembiayaan di tengah dinamika perekonomian juga penting dilakukan oleh industri multifinance.

Di sisi lain, Agusman membeberkan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) industri multifinance pada April 2026 menurun secara tahunan menjadi 79,21%. Penurunan ini dipengaruhi oleh upaya efisiensi operasional serta pengelolaan biaya yang lebih optimal.

“Ke depan, perusahaan multifinance perlu terus memperkuat efisiensi operasional, menjaga kualitas pembiayaan, dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam proses bisnis guna mendukung penurunan BOPO secara berkelanjutan,” tegasnya.

#pembiayaan-motor #multifinance-2026 #ojk-pembiayaan #pertumbuhan-pembiayaan #risiko-pembiayaan #analisis-kredit #prinsip-kehati-hatian #piutang-pembiayaan #pembiayaan-modal-kerja #non-performing-finan

https://finansial.bisnis.com/read/20260617/89/1981285/pembiayaan-motor-multifinance-sentuh-rp11307-triliun-pada-april-2026