Sensus Ekonomi 2026: BPS Jamin Kerahasiaan Data Pelaku Usaha di Jawa Tengah
BPS jamin kerahasiaan data Sensus Ekonomi 2026 di Jateng, dukung target pertumbuhan ekonomi 8%, libatkan 36.891 petugas, dan sosialisasi intensif.
(Bisnis.Com) 18/06/26 12:40 253172
Bisnis.com, SEMARANG - Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang dicanangkan pemerintah.
"Itu bisa diwujudkan kalau kita mampu memahami struktur ekonomi yang ada di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah, dengan sebaik-baiknya," ujarnya di Kota Semarang, pada Kamis (18/6/2026).
Sonny menuturkan bahwa pada tahun ini, pelaksanaan Sensus Ekonomi memiliki sejumlah kebaruan. Sensus Ekonomi tahun ini tidak hanya menghitung jumlah individu pelaku usaha, tetapi juga keluarga.
Termasuk sektor pertanian dan sektor informal yang dalam sensus sebelumnya belum masuk ke dalam perhitungan.
Adapun Sonny menegaskan bahwa data yang dikumpulkan bersifat rahasia dan dilindungi oleh undang-undang. "Sensus ekonomi ini rahasia. Makanya rahasia data pasti terjaga, tidak ada hubungannya dengan pajak," tegasnya.
Seluruh proses pendataan telah terdigitalisasi untuk memastikan keamanan informasi. Petugas lapangan akan memasukkan data secara langsung ke dalam sistem yang tersentralisasi tanpa dapat menyimpan data ke perangkat pribadi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, memaparkan bahwa sebanyak 36.891 petugas sensus telah diterjunkan untuk menyisir Satuan Lingkungan Setempat (SLS) di seluruh pelosok Jawa Tengah. Ali menekankan bahwa strategi penempatan petugas dilakukan secara lokal agar pendekatan kepada masyarakat lebih persuasif dan efektif.
"Tentu, dengan komunikasi yang baik kami akan menjelaskan kepada responden mengenai pentingnya data ekonomi," ujarnya.
Dalam upaya mengurangi resistensi masyarakat, BPS Jawa Tengah juga memaksimalkan sosialisasi melalui media sosial dan perangkat RT/RW.
Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat lebih mengenal petugas dan memahami manfaat sensus bagi ekonomi daerah. Ali menegaskan bahwa petugas yang turun ke lapangan dilengkapi dengan identitas resmi berupa rompi dan surat tugas.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Luthfi telah menginstruksikan seluruh jajaran Bupati dan Wali Kota di wilayahnya untuk memobilisasi dukungan masyarakat agar mau menerima petugas sensus dengan terbuka.
"Sudah saya perintahkan kepada Bupati dan Wali Kota di wilayah Jawa Tengah untuk mengimbau kepada masyarakat, khususnya wirausaha baik UMKM untuk terbuka, dibuka apa adanya," ungkap Luthfi.
Luthfi menekankan bahwa keterbukaan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pemetaan ekonomi daerah. Ia berharap, melalui data yang jujur dan apa adanya, pemerintah dapat lebih leluasa memetakan potensi investasi dan kondisi ekonomi riil di Jawa Tengah.
Luthfi berharap sinergi ini akan membawa dampak positif bagi seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Dengan data yang akurat, pembangunan ekonomi dapat tumbuh dan berkembang secara merata. "Saya sebagai gubernur, mewakili seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, mengucapkan terima kasih kepada BPS yang telah turun dengan timnya," tutup Luthfi.
#sensus-ekonomi #bps-jawa-tengah #kerahasiaan-data #pelaku-usaha #pertumbuhan-ekonomi #struktur-ekonomi #sektor-pertanian #sektor-informal #digitalisasi-data #petugas-sensus #sosialisasi-masyarakat #du