MR. D.I.Y Pilih Perbanyak Gerai Ketimbang Jualan Online
MR. D.I.Y hingga kini belum membuka toko online meski tren belanja digital terus berkembang.
(Kompas.com) 22/06/26 06:34 255655
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR. D.I.Y mengungkap alasan perusahaan belum membuka toko online di platform e-commerce hingga saat ini.
Padahal, di tengah tren digitalisasi, banyak peritel mulai mengandalkan penjualan daring. Sebaliknya, MR. D.I.Y terus memperluas jaringan toko fisik yang kini telah mencapai sekitar 1.300 gerai di seluruh Indonesia.
Chief Financial Officer (CFO) MR. D.I.Y Indonesia Rika Juniaty Tanzil mengatakan seluruh pendapatan perusahaan saat ini masih berasal dari toko fisik.
"Kita 100 persen toko fisik. Kita enggak ada online, kita enggak punya (toko) online," ujar Rika saat wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, salah satu tantangan terbesar untuk masuk ke e-commerce adalah jumlah produk yang sangat banyak. MR. D.I.Y menjual sekitar 18.000 stock keeping unit (SKU) dari 10 kategori, mulai dari perlengkapan rumah tangga, alat tulis, mainan, hingga perkakas.
"Kalau kita, produknya 18.000 SKU dan semua itu produk yang menarik. Untuk memasukkan 18.000 produk ke e-commerce itu agak challenging," kata Rika.
Selain faktor teknis, perusahaan juga menilai pengalaman berbelanja langsung di toko menjadi nilai tambah yang sulit digantikan platform daring.
Menurut Rika, banyak pelanggan menemukan barang yang sebelumnya tidak mereka cari saat berkeliling di dalam toko.
"Itu juga kayak treasure hunt. Mungkin kalau bapak ibu ke toko kita, kalau ditelusurin satu-satu ini pasti akan ada yang \'eh ternyata DIY ada ya?\' \'Oh ternyata barang seperti ini ada ya?\' Itu yang customer experience seperti itu yang nggak akan ada kalau itu di e-commerce. Itu hanya bisa dinikmati kalau customer datang ke tokonya kita," ujarnya.
Rika menambahkan, strategi toko fisik juga sejalan dengan tiga nilai utama perusahaan, yakni hemat, lengkap, dan dekat dengan pelanggan.
Karena itu, MR. D.I.Y memilih memperluas jaringan gerai agar konsumen dapat memperoleh barang yang dibutuhkan dengan cepat tanpa menunggu proses pengiriman.
Ekspansi dilakukan hingga ke kota kecil dan wilayah yang belum banyak terjangkau ritel modern. Tahun ini, perusahaan menargetkan membuka sedikitnya 270 toko baru.
Meski demikian, Rika menegaskan perusahaan tidak menutup kemungkinan masuk ke bisnis e-commerce pada masa mendatang.
Saat ini, berbagai skema penjualan daring masih dipelajari, mulai dari model e-commerce penuh hingga konsep pemesanan online dan pengambilan barang di toko.
"So far, kita masih eksplor terus. Kita paham bahwa e-commerce ini memang tuntutan zaman. Ada possibility atau tidak, itu terus kita pelajari," katanya.
Namun hingga kini, perusahaan belum mengambil keputusan untuk membuka toko online.
"So far sih kita masih eksplor terus. Jadi kita paham bahwa e-commerce ini kan memang tuntutan zaman lah ya. Jadi kita masih eksplor. Tiap tahun kita tetap eksplor ada possibility nggak e-commerce dimulai dari yang benar-benar truly e-commerce sampai seperti yang Klik Indomaret. Itu kita selalu eksplor. So far kita belum make any decision untuk merambah ke e-commerce," tutur Rika.
Dengan strategi tersebut, MR. D.I.Y optimistis masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar di Indonesia, terutama di daerah yang belum banyak tersentuh jaringan ritel modern.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang