#30 tag 24jam
Anak Usaha MDIY Terima Suntikan Modal dari MDIH Singapore Pte Ltd Maksimal Rp122,50 Miliar
PT Tunas Pradana Sejahtera (TPS), entitas usaha MR DIY (MDIY) menerima setoran modal secara bertahap dari MDIH (Singapore) Pte Ltd. [314] url asal
#mdiy #tunas-pradana-sejahtera #mr-diy #anak-usaha-mdiy
(IDX-Channel - Market News) 27/06/26 06:00
v/261300/
IDXChannel - PT Tunas Pradana Sejahtera (TPS), entitas usaha PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau MR DIY (MDIY) menerima setoran modal secara bertahap dari MDIH (Singapore) Pte Ltd melalui penerbitan saham baru sebanyak-banyaknya Rp122,50 miliar. Artinya, MDIH akan memperoleh sebanyak-banyaknya 1.225.000 saham baru TPS.
Transaksi ini diatur dalam Perjanjian Utama Pengambilbagian Saham pada 26 Juni 2026 antara MDIH sebagai investor dan TPS sebagai penerbit saham.
Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, Sabtu (27/6/2026), TPS akan menerbitkan saham baru secara bertahap, dan MDIH setuju untuk mengambil seluruh saham tersebut sebanyak-banyaknya sebesar 1.225.000 saham atau mewakili 49 persen dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh pada TPS. Dalam hal ini, MDIH akan membayar sebesar sebanyak-banyaknya Rp122,50 miliar.
"Selanjutnya, perseroan akan memastikan penambahan modal ke depannya akan dilakukan secara pro-rata dan, kecuali disepakati lain lebih lanjut oleh para pihak, tidak akan terdapat perubahan persentase kepemilikan atas TPS antara keduanya," ujar manajemen MDIY.
Manajemen MDIY mengungkapkan, transaksi ini dilakukan berdasarkan pertimbangan strategis yaitu untuk mendukung investasi strategis perseroan pada PT KKV Trading Indonesia, suatu entitas milik pihak ketiga. Investasi tersebut akan digunakan oleh PT KKV Trading Indonesia untuk mengoperasikan toko retail di luar merek MR DIY.
Sebagai informasi, MDIH merupakan pemegang saham utama MDIY dengan kepemilikan saham pada 31 Mei 2026 sebesar 8.953.524.000 saham atau mewakili 35,54 persen dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
TPS merupakan anak usaha MDIY dengan kepemilikan saham sebesar 534.600 saham yang mewakili 99 persen dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh TPS.
Selain itu, Tan Yu Yeh, sebagai penerima manfaat akhir dan pengendali perseroan juga menjabat sebagai Direktur pada MDIH.
Oleh karena itu, pengambilbagian saham TPS oleh MDIH tergolong transaksi afiliasi karena merupakan transaksi antara perusahaan terkendali dari MDIY dengan afiliasi dari MDIY, dalam hal ini, pemegang saham utama MDIY.
(Dhera Arizona)
Kala Banyak Peritel Tutup Toko Fisik, MR. D.I.Y Pede Bisa Buka 270 Toko Baru Tahun Ini
MR.D.I.Y menargetkan 270 toko baru pada 2026. Meski punya 1.300 gerai, perusahaan belum melihat pasar ritel mulai jenuh. [648] url asal
(Kompas.com - Money) 22/06/26 11:13
v/255968/
JAKARTA, KOMPAS.com — Saat sejumlah peritel menutup gerai fisik akibat tekanan biaya dan pergeseran perilaku belanja ke kanal digital, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR.D.I.Y justru terus memperluas jaringan tokonya di Indonesia.
Chief Financial Officer (CFO) MR.D.I.Y Indonesia Rika Juniaty Tanzil mengatakan, perusahaan menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru sepanjang 2026.
"Kalau jumlah toko sih masih sama seperti tahun sebelumnya, paling tidak 270 toko baru. Karena ya itu sih pangsa pasarnya kan masih luas sekali," ujarnya saat wawancara khusus dengan Kompas.com di kantornya, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Sepanjang kuartal I 2026, perusahaan asal Malaysia tersebut telah membuka 56 toko baru.
Jumlah gerai MR.D.I.Y mencapai 1.300 toko hingga awal Mei 2026. Jaringan itu tersebar di lebih dari 430 kota dan kabupaten di Indonesia.
Potensi pasar masih besar
Pertumbuhan jumlah toko tersebut membuat manajemen optimistis prospek bisnis ritel perlengkapan rumah tangga masih terbuka lebar.
Perusahaan juga belum melihat tanda kejenuhan pasar meski jumlah gerai terus bertambah dari tahun ke tahun.
Rika mencontohkan jaringan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret yang telah memiliki puluhan ribu gerai dan masih menambah ribuan toko baru setiap tahun.
"Kalau ditanya titik jenuhnya berapa, kita belum bisa bilang karena belum ada yang seperti kita. Jadi kami tidak punya patokan bahwa misalnya 20.000 toko itu sudah mentok," kata Rika.
KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Chief Financial Officer MR. D.I.Y. Indonesia Rika Juniaty Tanzil saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (17/6/2026).Penetrasi ritel modern, terutama di kota tier 2 dan tier 3, dinilai masih relatif rendah. Kebutuhan masyarakat terhadap produk rumah tangga dengan harga terjangkau juga terus meningkat.
Kondisi itu mendorong MR.D.I.Y memperluas jangkauan ke berbagai daerah yang sebelumnya belum banyak dilayani ritel modern.
"Jadi kita banyak ekspansi ke tier 2, tier 3 city yang memang tujuannya itu supaya kita maunya lebih banyak lagi masyarakat di Indonesia bisa menjangkau Mr. DIY. Jadi bisa dapat hemat, lengkap, dekat," ucapnya.
Tetap andalkan toko fisik
Berbeda dengan banyak peritel yang memperkuat kanal digital, MR.D.I.Y masih mengandalkan toko fisik sebagai sumber pendapatan utama.
Perusahaan juga belum memiliki kanal penjualan online resmi.
Meski begitu, manajemen tetap mempelajari berbagai peluang yang muncul seiring perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.
"Kita 100 persem toko fisik. Kita nggak ada online. Kita masih eksplor terus, kita paham bahwa e-commerce ini kan memang tuntutan zaman. Tapi so far kita belum make any decision untuk merambah ke e-commerce," ungkapnya.
Rika menilai pengalaman berbelanja langsung di toko masih menjadi salah satu keunggulan utama perusahaan.
MR.D.I.Y menawarkan sekitar 18.000 produk yang terbagi dalam 10 kategori berbeda. Kondisi itu membuat pelanggan sering menemukan barang yang sebelumnya tidak mereka cari.
"Itu juga kayak treasure hunt. Mungkin kalau bapak ibu ke toko kita, kalau ditelusurin satu-satu ini pasti akan ada yang 'eh ternyata DIY ada ya?' 'Oh ternyata barang seperti ini ada ya?' Itu yang customer experience seperti itu yang nggak akan ada kalau itu di e-commerce. Itu hanya bisa dinikmati kalau customer datang ke toko kita," jelasnya.
Keberadaan toko fisik juga dinilai penting untuk mendukung konsep bisnis perusahaan, yakni hemat, lengkap, dan dekat dengan pelanggan.
Menurut Rika, pelanggan sering membutuhkan barang secara langsung tanpa harus menunggu proses pengiriman seperti saat berbelanja melalui platform daring.
"Kita ada konsep lengkap dan dekat. Maksudnya, kalau misalnya beli e-commerce harus nunggu pagi pesen belum tentu datang. Kalau mau langsung datang instan, ongkirnya mahal, kecuali nunggu pas lagi gratis ongkir. Tapi most of the time, kita bukanya dekat dengan pelanggan dimana mereka aktivitas atau tinggal itu adalah supaya mereka bisa dapet instan juga. Ketika saya butuh, saya langsung mampir, saya beli, saya bawa pulang, bisa saya pakai," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
MR. D.I.Y Pilih Perbanyak Gerai Ketimbang Jualan Online
MR. D.I.Y hingga kini belum membuka toko online meski tren belanja digital terus berkembang. [529] url asal
#toko-online #retail #wawancara-khusus #mr-diy #mdiy
(Kompas.com - Money) 22/06/26 06:34
v/255655/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR. D.I.Y mengungkap alasan perusahaan belum membuka toko online di platform e-commerce hingga saat ini.
Padahal, di tengah tren digitalisasi, banyak peritel mulai mengandalkan penjualan daring. Sebaliknya, MR. D.I.Y terus memperluas jaringan toko fisik yang kini telah mencapai sekitar 1.300 gerai di seluruh Indonesia.
Chief Financial Officer (CFO) MR. D.I.Y Indonesia Rika Juniaty Tanzil mengatakan seluruh pendapatan perusahaan saat ini masih berasal dari toko fisik.
"Kita 100 persen toko fisik. Kita enggak ada online, kita enggak punya (toko) online," ujar Rika saat wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, salah satu tantangan terbesar untuk masuk ke e-commerce adalah jumlah produk yang sangat banyak. MR. D.I.Y menjual sekitar 18.000 stock keeping unit (SKU) dari 10 kategori, mulai dari perlengkapan rumah tangga, alat tulis, mainan, hingga perkakas.
"Kalau kita, produknya 18.000 SKU dan semua itu produk yang menarik. Untuk memasukkan 18.000 produk ke e-commerce itu agak challenging," kata Rika.
Selain faktor teknis, perusahaan juga menilai pengalaman berbelanja langsung di toko menjadi nilai tambah yang sulit digantikan platform daring.
Menurut Rika, banyak pelanggan menemukan barang yang sebelumnya tidak mereka cari saat berkeliling di dalam toko.
"Itu juga kayak treasure hunt. Mungkin kalau bapak ibu ke toko kita, kalau ditelusurin satu-satu ini pasti akan ada yang 'eh ternyata DIY ada ya?' 'Oh ternyata barang seperti ini ada ya?' Itu yang customer experience seperti itu yang nggak akan ada kalau itu di e-commerce. Itu hanya bisa dinikmati kalau customer datang ke tokonya kita," ujarnya.
Rika menambahkan, strategi toko fisik juga sejalan dengan tiga nilai utama perusahaan, yakni hemat, lengkap, dan dekat dengan pelanggan.
Karena itu, MR. D.I.Y memilih memperluas jaringan gerai agar konsumen dapat memperoleh barang yang dibutuhkan dengan cepat tanpa menunggu proses pengiriman.
Ekspansi dilakukan hingga ke kota kecil dan wilayah yang belum banyak terjangkau ritel modern. Tahun ini, perusahaan menargetkan membuka sedikitnya 270 toko baru.
Meski demikian, Rika menegaskan perusahaan tidak menutup kemungkinan masuk ke bisnis e-commerce pada masa mendatang.
Saat ini, berbagai skema penjualan daring masih dipelajari, mulai dari model e-commerce penuh hingga konsep pemesanan online dan pengambilan barang di toko.
"So far, kita masih eksplor terus. Kita paham bahwa e-commerce ini memang tuntutan zaman. Ada possibility atau tidak, itu terus kita pelajari," katanya.
Namun hingga kini, perusahaan belum mengambil keputusan untuk membuka toko online.
"So far sih kita masih eksplor terus. Jadi kita paham bahwa e-commerce ini kan memang tuntutan zaman lah ya. Jadi kita masih eksplor. Tiap tahun kita tetap eksplor ada possibility nggak e-commerce dimulai dari yang benar-benar truly e-commerce sampai seperti yang Klik Indomaret. Itu kita selalu eksplor. So far kita belum make any decision untuk merambah ke e-commerce," tutur Rika.
Dengan strategi tersebut, MR. D.I.Y optimistis masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar di Indonesia, terutama di daerah yang belum banyak tersentuh jaringan ritel modern.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Bos MR DIY Ungkap Strategi Pertahankan Harga Jual di Tengah Gejolak Global
Untuk mengatasinya, perusahaan mengandalkan efisiensi biaya dan kekuatan skala bisnis untuk menegosiasikan biaya modal ke harga barang yang dijual. [681] url asal
#mr-diy #mr-diy-indonesia #mr-diy-nama-perusahaannya-apa
(Kompas.com - Money) 21/06/26 07:23
v/255393/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR. D.I.Y membeberkan strateginya yang dapat mempertahankan harga jual produk di tengah berbagai tekanan yang bersumber dari gejolak global.
Chief Financial Officer MR. D.I.Y. Indonesia Rika Juniaty Tanzil mengakui, pelemahan rupiah hingga kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) akibat gejolak global memang menambah biaya operasional perusahaan.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian ialah kenaikan harga barang akibat nilai tukar rupiah yang melemah. Sebab mayoritas produk yang dijual oleh MR. D.I.Y diimpor dari luar negeri.
Untuk mengatasinya, perusahaan mengandalkan efisiensi biaya dan kekuatan skala bisnis untuk menegosiasikan biaya modal ke harga barang yang dijual.
"Tentunya untuk bisa menjaga harganya tetap sama itu kita dari sisi biaya harus manage. Jadi mungkin dari sisi efisiensi pengadaannya, kemudian pengelolaan inventorinya, terus kemudian dari operational toko," ujar Rika dalam wawancara khusus dengan Kompas.com di kantornya, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dia mengungkapkan, jaringan MR. D.I.Y. yang telah mencapai lebih dari 1.300 toko di sekitar 430 kota di Indonesia memberikan posisi tawar yang kuat saat perusahaan bernegosiasi dengan pemasok barang atau supplier.
Tidak hanya itu, secara global MR. D.I.Y. memiliki lebih dari 5.500 toko di 15 negara. Dengan skala tersebut, perusahaan dapat melakukan pengadaan barang dalam jumlah besar sehingga memperoleh efisiensi yang lebih tinggi.
Sebab semakin banyak toko yang dibuka, semakin besar pula volume pesanan kepada pemasok. Kondisi itu memungkinkan perusahaan memperoleh harga yang lebih kompetitif.
"Dengan kita mendapatkan harga yang lebih baik dari mitra usaha, itu kita bisa meng-kompensate kenaikan-kenaikan harga akibat volatilitas nilai tukar. Kita tahu rupiah sekarang itu kan lagi melemah, nah itu jadi kita bisa mengkompensate dari supplier bisa ngasih harga lebih baik," jelasnya.
Selain itu untuk mengatasi kenaikan biaya distribusi akibat kenaikan harga minyak dunia, perusahaan terus mengoptimalkan biaya distribusi barang dari pusat distribusi yang ada di Marunda, Depok ke toko-toko yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
"Karena kita tahu biaya sekarang oil juga naik. Jadi itu kita manage dengan lebih efisien dari sisi me-review logistik ketika kita kirim barang, kemudian ke partner kita, kita negosiasi sehingga itu bisa meng-offset cost pressure yang terjadi saat ini," ungkapnya.
Selain kurs, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) juga turut menaikkan biaya pembiayaan perusahaan.
"Kemudian BI juga menaikkan suku bunga, itu juga berdampak ke financing," kata Rika.
Meski demikian, MR. D.I.Y. memilih untuk tidak meneruskan kenaikan biaya-biaya tersebut kepada konsumen melalui kenaikan harga jual.
Menurutnya, perusahaan harus menjaga daya beli masyarakat dengan memastikan harga produk tetap terjangkau.
"Jadi makanya kenapa kita tetap keep harganya tetap sama gitu. Karena semua gejolak itu pasti impactnya itu ke cost pressure," kata dia.
Meski perusahaan melakukan efisiensi biaya, perusahaan dapat memperoleh laba bersih sebesar Rp 306,5 miliar atau meningkat 35,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Kuartal I 2026.
Laba ini diperoleh dari pendapatan perusahaan yang mencapai Rp 2,4 triliun atau tumbuh 31 persen (yoy). Tidak hanya itu, selama tiga bulan pertama tahun ini perseroan juga membuka 56 toko baru dari target 270 toko baru dalam setahun.
Rika melanjutkan, meski tensi geopolitik global mulai mereda seiring munculnya kabar perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat, namun kondisi ke depan masih sulit diprediksi.
Oleh karenanya, MR. D.I.Y. memilih untuk fokus pada aspek yang dapat dikendalikan perusahaan, seperti ekspansi jaringan toko dan efisiensi biaya. Terlebih perusahaan menilai ruang pertumbuhan perseroan di Indonesia masih sangat besar meski saat ini telah memiliki lebih dari 1.300 toko yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
"Jadi kita akan fokus ke hal-hal yang memang kita bisa kendalikan. Dari sisi ekspansi, kemudian dari sisi biaya kita mengelola biaya dengan lebih efisien seperti pada pengadaan barangnya, logistiknya, kemudian bagaimana inventorinya," tuturnya.
Ke depan, perusahaan akan terus mempertahankan proposisi nilai yang diusung perusahaan, yakni menyediakan produk yang hemat, lengkap, dan dekat dengan konsumen, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangGeliat MR.DIY (MDIY) Genggam Pasar Retail Nusantara hingga Komitmen Dividen 40%
PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau dikenal dengan MR DIY (MDIY) terus memperluas jejak bisnisnya dari nusantara hingga mancanegara di tengah dinamika ekonomi dunia dan perubahan perilaku konsumen. [1,694] url asal
PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau dikenal dengan MR DIY (MDIY) terus memperluas jejak bisnisnya dari nusantara hingga mancanegara. Di tengah dinamika ekonomi dunia dan perubahan perilaku konsumen perusahaan yang berfokus pada aneka kebutuhan rumah tangga itu menyiapkan sejumlah strategi.
Dalam sembilan tahun sejak membuka gerai pertama di Mega Bekasi Hypermall pada 2017, jaringan ritel yang menaungi MR.DIY itu telah berkembang menjadi sekitar 1.300 gerai di seluruh Indonesia. Perusahaan menawarkan lebih dari 18.000 jenis produk.
Tak hanya memperkuat penetrasi di pasar domestik, MR.DIY juga menggenggam jaringan ritel global yang telah mencapai sekitar 5.500 gerai di 14-15 negara. Besarnya jaringan gerai tersebut menjadi salah satu komitmen MR.DIY untuk menawarkan produk dengan harga terjangkau kepada konsumen.
Presiden Direktur MR.DIY Indonesia, Edwin Cheah, mengatakan produk yang ditawarkan mencakup 10 kategori. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, perlengkapan kebersihan, peralatan makan, aksesori rumah dan kendaraan, hingga kosmetik, perhiasan, alat tulis, dan mainan.
Edwin menjelaskan MR.DIY memposisikan diri sebagai peritel yang menawarkan nilai terbaik bagi konsumen, dengan menekankan tiga hal utama yakni "hemat, lengkap, dan dekat". Hemat merujuk pada harga yang terjangkau, lengkap menggambarkan ragam produk yang lengkap. Sementara dekat adanya strategi perusahaan memperluas jaringan gerai agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Jadi mereka tetap menginginkan kualitas yang baik, tetapi dengan harga yang baik. Bukan berarti ketika membeli sesuatu harga murah berarti kualitasnya juga murah,” kata Edwin ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (15/6).
Harga Tetap Sama dari Sabang Hingga Merauke
Harga Tetap Sama merupakan komitmen MR.DIY demi menjaga harga produk tetap terjangkau bagi konsumen di tengah kenaikan bahan baku, rupiah, hingga kenaikan BBM. Melalui komitmen tersebut, perusahaan mempertahankan harga produk pada level yang sama dari waktu ke waktu sehingga konsumen dapat membeli produk yang dibutuhkan tanpa khawatir ada kenaikan harga.
Demi menjalankan komitmen tersebut, MR.DIY memastikan ketersediaan stok dalam jumlah yang memadai di gudang maupun gerai. Selain itu, perusahaan memanfaatkan skala pembelian yang besar untuk meningkatkan efisiensi dan menyerap sebagian kenaikan biaya, sehingga tidak membebankan konsumen.
Menurut Edwin, langkah tersebut merupakan komitmen besar yang dijalankan perusahaan untuk memberikan kepastian harga kepada pelanggan. Dengan begitu, konsumen dapat mengatur pengeluaran dan tetap memperoleh berbagai kebutuhan rumah tangga, perlengkapan sekolah, hingga peralatan memasak dengan harga yang terjangkau.
"Ini merupakan komitmen besar bagi kami. Karena itu, ketika terjadi kenaikan biaya, kami tidak serta-merta membebankannya kepada pelanggan. Kami memilih menyerap sebagian biaya tersebut agar harga produk tetap sama," kata Edwin.
Bagi MR.DIY, kampanye Harga Tetap Sama bukan hanya soal mempertahankan harga produk. Kampanye tersebut juga menjadi upaya perusahaan memberikan rasa tenang kepada konsumen bahwa berbagai kebutuhan sehari-hari tetap bisa diperoleh dengan harga yang terjangkau kapanpun dibutuhkan.
Edwin menceritakan, misalnya sejumlah orang tua tiba-tiba baru mengetahui kebutuhan sekolah anaknya pada malam hari untuk digunakan keesokan harinya. Dalam situasi seperti itu, konsumen membutuhkan toko yang mudah dijangkau, memiliki pilihan produk yang lengkap, dan menawarkan harga yang pasti dan tidak memberatkan.
Menurutnya, peran tersebut yang ingin diambil MR.DIY sebagai toko kebutuhan keluarga yang dekat dengan masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan utama, konsumen juga kerap menemukan berbagai produk menarik lain saat berbelanja, mulai dari alat tulis, perlengkapan rumah tangga, hingga barang-barang yang sedang tren.
Pengalaman menemukan produk baru dengan harga yang tetap terjangkau menjadi salah satu daya tarik yang terus dihadirkan perusahaan. Melalui strategi itu, MR.DIY berupaya memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan sehari-hari tanpa perlu khawatir terhadap kenaikan harga.
Demi memastikan profit tetap tumbuh ke depan, Edwin menjelaskan perusahaan mengandalkan model bisnis yang sudah matang dan terbukti selama lebih dari 20 tahun dan telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia selama sekitar 9 tahun terakhir.
Ada tiga pilar utama yang dijaga, pertama ia menyebut skala ekonomi. Saat bisnis sedang bertumbuh, volume cenderung meningkat. Ia mengatakan perusahaan bisa mendapatkan biaya yang lebih efisien dan harga yang lebih kompetitif, baik dari sisi produk maupun struktur biaya.
Kedua, kemitraan dengan pihak ahli. Perusahaan bekerja sama dengan penyedia jasa logistik (3PL) dan mitra lain dengan biaya, kualitas layanan, dan efisiensi terbaik. Hal yang sama juga berlaku ke pemasok, semakin besar volume pembelian, semakin kuat posisi tawar untuk mendapatkan harga yang lebih baik.
Ketiga, disiplin operasional. Meski ekspansi terus berjalan, kata Edwin, perusahaan tetap menjaga kontrol biaya dan efisiensi operasional agar struktur biaya tidak melebar dan profitabilitas tetap terjaga.
“Jadi, model bisnis ini memungkinkan kami untuk berkembang dengan cepat dan pesat, selama 3–10 tahun ke depan, kami akan tetap konsisten dalam cara kami beroperasi seperti itu dan itu akan terus membantu kami untuk tetap menguntungkan,” kata Edwin.
Geliat Ekspansi MR.DIY
Seiring dengan memastikan harga tetap sama di seluruh Indonesia, pemilik jaringan ritel bermerek MR.DIY itu berencana membuka sekitar 270 gerai baru sepanjang tahun ini dan menargetkan penambahan 1.200-1.500 gerai dalam tiga tahun ke depan demi memperkuat pangsa pasar di seluruh Indonesia.
Edwin mengatakan hingga saat ini perusahaan telah hadir di 37 dari 38 provinsi di Indonesia dan menjangkau lebih dari 400 kota. Edwin mengatakan masih banyak wilayah yang berpotensi untuk digarap, sehingga perusahaan berupaya memperluas jangkauan gerai dalam waktu yang relatif cepat demi meningkatkan akses masyarakat terhadap produk-produk MR.DIY.
Strategi ekspansi perusahaan dipengaruhi oleh sebaran populasi dengan Jawa dan Sumatra menjadi wilayah dengan jumlah gerai terbanyak. Menurutnya kedua pulau tersebut menampung sebagian besar penduduk Indonesia. Saat ini, sekitar 700 gerai MR.DIY berada di Jawa dan Sumatra, sementara masing-masing sekitar 150 gerai beroperasi di Kalimantan dan Sulawesi. Lalu sebanyak 50 gerai ada di Papua.
“Setelah kami membuka Papua, pelanggan mulai berdatangan ke toko kami, sekarang sudah hampir 50 toko di seluruh Papua, kecuali Papua Pegunungan,” ucap Edwin.
Menurut Edwin, kehadiran gerai baru tidak hanya bertujuan memperluas jaringan bisnis, tetapi juga mendekatkan akses konsumen terhadap berbagai kebutuhan sehari-hari. Di banyak daerah, MR.DIY bahkan dipandang sebagai toko serba ada yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga dalam satu tempat.
Seiring dengan itu, dalam beberapa bulan ke depan, MR.DIY berencana mempertahankan laju ekspansi yang agresif dengan membuka sedikitnya 20 gerai baru setiap bulan. Ekspansi tersebut tidak hanya difokuskan di Jabodetabek atau Pulau Jawa, melainkan juga menyasar berbagai wilayah lain yang dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan dan kebutuhan akses ritel modern yang tinggi.
“Jadi, kami telah membuka toko-toko baru di Surabaya, Papua, di mana-mana. Sebenarnya, itu tergantung di mana ada peluang. Peluang disini adalah ruang yang tersedia dan tarif sewa yang cocok,” ungkap Edwin.
Perusahaan juga menyampaikan sebenarnya ada rencana ekspansi ke sejumlah negara baru tahun ini, namun belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Beberapa negara tujuan ekspansi itu disebut berada di luar kawasan Asia Tenggara.
Saat ini, Edwin mengatakan perusahaan telah beroperasi di sekitar 14–15 negara. Selain di Asia Tenggara, MR.DIY juga sudah telah menggenggam jaringan retail di India, Bangladesh, Turki, Afrika Selatan, Spanyol, Polandia, dan Rumania.
Janji Bagi Dividen 40%
Adapun MR.DIY telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Kamis (11/6). Salah satu agenda rapat tersebut adalah persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk pembagian dividen kepada pemegang saham.
MR.DIY memutuskan membagikan dividen tunai perdana senilai Rp 440 miliar atau Rp 17,47 per saham. Pemegang saham yang tercatat hingga 24 Juni 2026 berhak menerima dividen yang akan dibayarkan pada awal Juli 2026.
Edwin mengatakan pembagian dividen merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Untuk tahun buku 2025, perusahaan mengalokasikan 40% laba bersih sebagai dividen.
Besaran tersebut sejalan dengan komitmen yang disampaikan perseroan saat melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO), yakni membagikan dividen minimal 40% dari laba bersih.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan nilai bagi pemegang saham. Nilai tersebut tidak hanya berasal dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga melalui dividen yang kami bagikan," kata Edwin.
Adapun kedepannya MDIY berkomitmen mempertahankan rasio pembayaran dividen minimal 40% dari laba, dengan peluang pembagian yang lebih besar apabila kondisi bisnis dan keuangan perusahaan.
Seiring dengan itu, MDIY juga berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang kepada pemegang saham. Fokus pertama adalah pertumbuhan bisnis yang terus dijaga, dengan model usaha yang dinilai sudah terbukti mampu mendorong ekspansi secara konsisten, termasuk percepatan dalam sembilan tahun terakhir.
Selain itu, perusahaan juga menempatkan kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan konsumen. Edwin mengatakan perusahaan terbuka adanya berbagai masukan dari pelanggan untuk memahami preferensi pasar sehingga produk dan layanan tetap sesuai dengan kebutuhan di tengah dinamika yang terus berubah.
Di sisi lain, efisiensi dan disiplin biaya menjadi perhatian utama. MDIY juga akan mengoptimalkan pengelolaan belanja modal maupun operasional agar setiap pengeluaran memberikan hasil yang maksimal.
Aksi MDIY di Tengah Gempuran Bisnis Retail
Meski begitu, Edwin mengaku tidak melihat adanya pesaing retail karena model bisnisnya yang berbeda. Dengan menawarkan sekitar 10 kategori produk dalam satu atap, kata Edwin, sangat sedikit peritel yang memiliki cakupan serupa. Meski ada pemain lain seperti supermarket atau ritel non-makanan yang menjual sebagian kategori yang sama, ia mengklaim mereka hanya meniru sebagian kecil dari konsep yang dijalankan perusahaan.
Ia menegaskan bahwa fokus utama perusahaan bukan pada kompetitor, melainkan pada penguatan bisnis internal. Perusahaan terus mendorong pertumbuhan, menghadirkan produk yang relevan, dan menjaga disiplin operasional agar harga tetap kompetitif.
Di tengah berbagai perubahan lingkungan, perusahaan ingin menjadi ritel yang paling dapat diandalkan. Dengan menawarkan kepastian harga, kenyamanan, serta akses yang konsisten bagi pelanggan yang membutuhkan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Perusahaan menekankan konsistensi layanan, termasuk operasional yang buka setiap hari sepanjang tahun.
Terkait potensi pengembangan segmen baru, Edwin menyebut perusahaan juga terus memperluas kategori produk berdasarkan kebutuhan konsumen. Salah satu contohnya adalah peluncuran produk wewangian dan parfum beberapa bulan terakhir, yang berasal dari riset dan respons terhadap permintaan pelanggan.
Ia mengatakan ekspansi kategori dilakukan dengan dua prinsip utama, menghadirkan produk yang benar-benar dibutuhkan konsumen, sekaligus tetap menawarkan harga yang kompetitif di ratusan toko yang dimiliki perusahaan.
“Jadi, kami kembali memiliki skala untuk menghadirkan produk yang mereka inginkan dengan harga yang lebih baik,” ucapnya.
Edwin dari MR.DIY menyampaikan bahwa seiring pertumbuhan bisnis dan komitmen terhadap harga yang tetap kompetitif, perusahaan menghadapi tantangan dalam mengendalikan tekanan biaya. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan efisiensi, terutama dalam perencanaan rute logistik agar distribusi barang dapat berjalan lebih optimal.
“Dan selama kami memiliki skala dan disiplin biaya, kami akan terus memberikan stabilitas itu kepada masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke,” ujar Edwin.
Geliat MR.DIY (MDIY) Genggam Pasar Retail Nusantara hingga Komitmen Bagi Dividen
PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau dikenal dengan MR DIY (MDIY) terus memperluas jejak bisnisnya dari nusantara hingga mancanegara di tengah dinamika ekonomi dunia dan perubahan perilaku konsumen. [1,684] url asal
PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau dikenal dengan MR DIY (MDIY) terus memperluas jejak bisnisnya dari nusantara hingga mancanegara. Di tengah dinamika ekonomi dunia dan perubahan perilaku konsumen perusahaan yang berfokus pada aneka kebutuhan rumah tangga itu menyiapkan sejumlah strategi.
Dalam sembilan tahun sejak membuka gerai pertama di Mega Bekasi Hypermall pada 2017, jaringan ritel yang menaungi MR.DIY itu telah berkembang menjadi sekitar 1.300 gerai di seluruh Indonesia. Perusahaan menawarkan lebih dari 18.000 jenis produk.
Tak hanya memperkuat penetrasi di pasar domestik, MR.DIY juga menggenggam jaringan ritel global yang telah mencapai sekitar 5.500 gerai di 14-15 negara. Besarnya jaringan gerai tersebut menjadi salah satu komitmen MR.DIY untuk menawarkan produk dengan harga terjangkau kepada konsumen.
Presiden Direktur MR.DIY Indonesia, Edwin Cheah, mengatakan produk yang ditawarkan mencakup 10 kategori. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, perlengkapan kebersihan, peralatan makan, aksesori rumah dan kendaraan, hingga kosmetik, perhiasan, alat tulis, dan mainan.
Edwin menjelaskan MR.DIY memposisikan diri sebagai peritel yang menawarkan nilai terbaik bagi konsumen, dengan menekankan tiga hal utama yakni "hemat, lengkap, dan dekat". Hemat merujuk pada harga yang terjangkau, lengkap menggambarkan ragam produk yang lengkap. Sementara dekat adanya strategi perusahaan memperluas jaringan gerai agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Jadi mereka tetap menginginkan kualitas yang baik, tetapi dengan harga yang baik. Bukan berarti ketika membeli sesuatu harga murah berarti kualitasnya juga murah,” kata Edwin ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (15/6).
Harga Tetap Sama dari Sabang Hingga Merauke
Harga Tetap Sama merupakan komitmen MR.DIY demi menjaga harga produk tetap terjangkau bagi konsumen di tengah kenaikan bahan baku, rupiah, hingga kenaikan BBM. Melalui komitmen tersebut, perusahaan mempertahankan harga produk pada level yang sama dari waktu ke waktu sehingga konsumen dapat membeli produk yang dibutuhkan tanpa khawatir ada kenaikan harga.
Demi menjalankan komitmen tersebut, MR.DIY memastikan ketersediaan stok dalam jumlah yang memadai di gudang maupun gerai. Selain itu, perusahaan memanfaatkan skala pembelian yang besar untuk meningkatkan efisiensi dan menyerap sebagian kenaikan biaya, sehingga tidak membebankan konsumen.
Menurut Edwin, langkah tersebut merupakan komitmen besar yang dijalankan perusahaan untuk memberikan kepastian harga kepada pelanggan. Dengan begitu, konsumen dapat mengatur pengeluaran dan tetap memperoleh berbagai kebutuhan rumah tangga, perlengkapan sekolah, hingga peralatan memasak dengan harga yang terjangkau.
"Ini merupakan komitmen besar bagi kami. Karena itu, ketika terjadi kenaikan biaya, kami tidak serta-merta membebankannya kepada pelanggan. Kami memilih menyerap sebagian biaya tersebut agar harga produk tetap sama," kata Edwin.
Bagi MR.DIY, kampanye Harga Tetap Sama bukan hanya soal mempertahankan harga produk. Kampanye tersebut juga menjadi upaya perusahaan memberikan rasa tenang kepada konsumen bahwa berbagai kebutuhan sehari-hari tetap bisa diperoleh dengan harga yang terjangkau kapanpun dibutuhkan.
Edwin menceritakan, misalnya sejumlah orang tua tiba-tiba baru mengetahui kebutuhan sekolah anaknya pada malam hari untuk digunakan keesokan harinya. Dalam situasi seperti itu, konsumen membutuhkan toko yang mudah dijangkau, memiliki pilihan produk yang lengkap, dan menawarkan harga yang pasti dan tidak memberatkan.
Menurutnya, peran tersebut yang ingin diambil MR.DIY sebagai toko kebutuhan keluarga yang dekat dengan masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan utama, konsumen juga kerap menemukan berbagai produk menarik lain saat berbelanja, mulai dari alat tulis, perlengkapan rumah tangga, hingga barang-barang yang sedang tren.
Pengalaman menemukan produk baru dengan harga yang tetap terjangkau menjadi salah satu daya tarik yang terus dihadirkan perusahaan. Melalui strategi itu, MR.DIY berupaya memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan sehari-hari tanpa perlu khawatir terhadap kenaikan harga.
Demi memastikan profit tetap tumbuh ke depan, Edwin menjelaskan perusahaan mengandalkan model bisnis yang sudah matang dan terbukti selama lebih dari 20 tahun dan telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia selama sekitar 9 tahun terakhir.
Ada tiga pilar utama yang dijaga, pertama ia menyebut skala ekonomi. Saat bisnis sedang bertumbuh, volume cenderung meningkat. Ia mengatakan perusahaan bisa mendapatkan biaya yang lebih efisien dan harga yang lebih kompetitif, baik dari sisi produk maupun struktur biaya.
Kedua, kemitraan dengan pihak ahli. Perusahaan bekerja sama dengan penyedia jasa logistik (3PL) dan mitra lain dengan biaya, kualitas layanan, dan efisiensi terbaik. Hal yang sama juga berlaku ke pemasok, semakin besar volume pembelian, semakin kuat posisi tawar untuk mendapatkan harga yang lebih baik.
Ketiga, disiplin operasional. Meski ekspansi terus berjalan, kata Edwin, perusahaan tetap menjaga kontrol biaya dan efisiensi operasional agar struktur biaya tidak melebar dan profitabilitas tetap terjaga.
“Jadi, model bisnis ini memungkinkan kami untuk berkembang dengan cepat dan pesat, selama 3–10 tahun ke depan, kami akan tetap konsisten dalam cara kami beroperasi seperti itu dan itu akan terus membantu kami untuk tetap menguntungkan,” kata Edwin.
Geliat Ekspansi MR.DIY
Seiring dengan memastikan harga tetap sama di seluruh Indonesia, pemilik jaringan ritel bermerek MR.DIY itu berencana membuka sekitar 270 gerai baru sepanjang tahun ini dan menargetkan penambahan 1.200-1.500 gerai dalam tiga tahun ke depan demi memperkuat pangsa pasar di seluruh Indonesia.
Edwin mengatakan hingga saat ini perusahaan telah hadir di 37 dari 38 provinsi di Indonesia dan menjangkau lebih dari 400 kota. Edwin mengatakan masih banyak wilayah yang berpotensi untuk digarap, sehingga perusahaan berupaya memperluas jangkauan gerai dalam waktu yang relatif cepat demi meningkatkan akses masyarakat terhadap produk-produk MR.DIY.
Strategi ekspansi perusahaan dipengaruhi oleh sebaran populasi dengan Jawa dan Sumatra menjadi wilayah dengan jumlah gerai terbanyak. Menurutnya kedua pulau tersebut menampung sebagian besar penduduk Indonesia. Saat ini, sekitar 700 gerai MR.DIY berada di Jawa dan Sumatra, sementara masing-masing sekitar 150 gerai beroperasi di Kalimantan dan Sulawesi. Lalu sebanyak 50 gerai ada di Papua.
“Setelah kami membuka Papua, pelanggan mulai berdatangan ke toko kami, sekarang sudah hampir 50 toko di seluruh Papua, kecuali Papua Pegunungan,” ucap Edwin.
Menurut Edwin, kehadiran gerai baru tidak hanya bertujuan memperluas jaringan bisnis, tetapi juga mendekatkan akses konsumen terhadap berbagai kebutuhan sehari-hari. Di banyak daerah, MR.DIY bahkan dipandang sebagai toko serba ada yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga dalam satu tempat.
Seiring dengan itu, dalam beberapa bulan ke depan, MR.DIY berencana mempertahankan laju ekspansi yang agresif dengan membuka sedikitnya 20 gerai baru setiap bulan. Ekspansi tersebut tidak hanya difokuskan di Jabodetabek atau Pulau Jawa, melainkan juga menyasar berbagai wilayah lain yang dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan dan kebutuhan akses ritel modern yang tinggi.
“Jadi, kami telah membuka toko-toko baru di Surabaya, Papua, di mana-mana. Sebenarnya, itu tergantung di mana ada peluang. Peluang disini adalah ruang yang tersedia dan tarif sewa yang cocok,” ungkap Edwin.
Perusahaan juga menyampaikan sebenarnya ada rencana ekspansi ke sejumlah negara baru tahun ini, namun belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Beberapa negara tujuan ekspansi itu disebut berada di luar kawasan Asia Tenggara.
Saat ini, Edwin mengatakan perusahaan telah beroperasi di sekitar 14–15 negara. Selain di Asia Tenggara, MR.DIY juga sudah telah menggenggam jaringan retail di India, Bangladesh, Turki, Afrika Selatan, Spanyol, Polandia, dan Rumania.
Janji Bagi Dividen 40%
Adapun MR.DIY telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Kamis (11/6). Salah satu agenda rapat tersebut adalah persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk pembagian dividen kepada pemegang saham.
MR.DIY memutuskan membagikan dividen tunai perdana senilai Rp 440 miliar atau Rp 17,47 per saham. Pemegang saham yang tercatat hingga 24 Juni 2026 berhak menerima dividen yang akan dibayarkan pada awal Juli 2026.
Edwin mengatakan pembagian dividen merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Untuk tahun buku 2025, perusahaan mengalokasikan 40% laba bersih sebagai dividen.
Besaran tersebut sejalan dengan komitmen yang disampaikan perseroan saat melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO), yakni membagikan dividen minimal 40% dari laba bersih.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan nilai bagi pemegang saham. Nilai tersebut tidak hanya berasal dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga melalui dividen yang kami bagikan," kata Edwin.
Adapun kedepannya MDIY berkomitmen mempertahankan rasio pembayaran dividen minimal 40% dari laba, dengan peluang pembagian yang lebih besar apabila kondisi bisnis dan keuangan perusahaan.
Seiring dengan itu, MDIY juga berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang kepada pemegang saham. Fokus pertama adalah pertumbuhan bisnis yang terus dijaga, dengan model usaha yang dinilai sudah terbukti mampu mendorong ekspansi secara konsisten, termasuk percepatan dalam sembilan tahun terakhir.
Selain itu, perusahaan juga menempatkan kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan konsumen. Edwin mengatakan perusahaan terbuka adanya berbagai masukan dari pelanggan untuk memahami preferensi pasar sehingga produk dan layanan tetap sesuai dengan kebutuhan di tengah dinamika yang terus berubah.
Di sisi lain, efisiensi dan disiplin biaya menjadi perhatian utama. MDIY juga akan mengoptimalkan pengelolaan belanja modal maupun operasional agar setiap pengeluaran memberikan hasil yang maksimal.
Aksi MDIY di Tengah Gempuran Bisnis Retail
Meski begitu, Edwin mengaku tidak melihat adanya pesaing retail karena model bisnisnya yang berbeda. Dengan menawarkan sekitar 10 kategori produk dalam satu atap, kata Edwin, sangat sedikit peritel yang memiliki cakupan serupa. Meski ada pemain lain seperti supermarket atau ritel non-makanan yang menjual sebagian kategori yang sama, ia mengklaim mereka hanya meniru sebagian kecil dari konsep yang dijalankan perusahaan.
Ia menegaskan bahwa fokus utama perusahaan bukan pada kompetitor, melainkan pada penguatan bisnis internal. Perusahaan terus mendorong pertumbuhan, menghadirkan produk yang relevan, dan menjaga disiplin operasional agar harga tetap kompetitif.
Di tengah berbagai perubahan lingkungan, perusahaan ingin menjadi ritel yang paling dapat diandalkan. Dengan menawarkan kepastian harga, kenyamanan, serta akses yang konsisten bagi pelanggan yang membutuhkan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Perusahaan menekankan konsistensi layanan, termasuk operasional yang buka setiap hari sepanjang tahun.
Terkait potensi pengembangan segmen baru, Edwin menyebut perusahaan juga terus memperluas kategori produk berdasarkan kebutuhan konsumen. Salah satu contohnya adalah peluncuran produk wewangian dan parfum beberapa bulan terakhir, yang berasal dari riset dan respons terhadap permintaan pelanggan.
Ia mengatakan ekspansi kategori dilakukan dengan dua prinsip utama, menghadirkan produk yang benar-benar dibutuhkan konsumen, sekaligus tetap menawarkan harga yang kompetitif di ratusan toko yang dimiliki perusahaan.
“Jadi, kami kembali memiliki skala untuk menghadirkan produk yang mereka inginkan dengan harga yang lebih baik,” ucapnya.
Edwin dari MR.DIY menyampaikan bahwa seiring pertumbuhan bisnis dan komitmen terhadap harga yang tetap kompetitif, perusahaan menghadapi tantangan dalam mengendalikan tekanan biaya. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan efisiensi, terutama dalam perencanaan rute logistik agar distribusi barang dapat berjalan lebih optimal.
“Dan selama kami memiliki skala dan disiplin biaya, kami akan terus memberikan stabilitas itu kepada masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke,” ujar Edwin.
Tebar Dividen Rp443 Miliar, Momentum MDIY Perkuat Daya Tarik Saham
Analis menyebut langkah PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) membagikan dividen perdana bisa menjadi momentum perkuat daya tarik saham. [612] url asal
#daya-intiguna-yasa #mr-diy #mdiy #dividen-mdiy #ipo-mdiy #laba-mdiy
(Bisnis.Com - Market) 12/06/26 12:48
v/248312/
Bisnis.com, JAKARTA — Langkah emiten peritel PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) membagikan dividen perdana sejak IPO bisa memperkuat daya tarik saham bagi investor.
Rencana pembagian dividen tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 11 Juni 2026. Pemegang saham menyepakati penggunaan 40% laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp1,1 triliun sebagai dividen tunai.
Total dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp443 miliar atau setara dengan Rp17,62 per saham. Dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 24 Juni 2026 dan dibayarkan pada 10 Juli 2026.
Analis Ciptadana Sekuritas, Alif Ihsanario menilai pembagian dividen tersebut menjadi momen penting bagi MDIY. Setelah beberapa tahun fokus memperluas jaringan gerai dan memperkuat posisi pasar, perseroan mulai menunjukkan kemampuan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengembalian nilai kepada pemegang saham.
“Pembagian dividen perdana sejak IPO menunjukkan bahwa MDIY memiliki komitmen untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham. Ini merupakan sinyal positif yang memperkuat kepercayaan investor terhadap kualitas pertumbuhan perusahaan,” kata Alif dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Dia menambahkan keputusan tersebut tidak hanya mencerminkan profitabilitas yang kuat, tetapi juga menunjukkan kualitas arus kas yang sehat serta pengelolaan modal yang solid. Dengan kondisi tersebut, kapasitas ekspansi MDIY dinilai tetap terjaga meskipun perseroan mulai membagikan laba kepada investor.
Menurutnya, optimisme tersebut ditopang oleh kinerja keuangan sepanjang 2025. MDIY membukukan pendapatan Rp7,9 triliun atau tumbuh 16,7% secara tahunan. Pada saat yang sama, EBITDA meningkat 15,8% menjadi Rp2,6 triliun.
Momentum pertumbuhan itu berlanjut pada awal tahun ini. Pada kuartal I/2026, pendapatan perseroan melonjak 31% menjadi Rp2,4 triliun, sedangkan laba bersih meningkat 36% menjadi Rp307 miliar.
Dari sisi fundamental, MDIY juga mencatatkan arus kas operasional positif sebesar Rp1,06 triliun. Tingkat utang relatif rendah dengan gearing ratio hanya 0,3 kali, memberikan ruang yang cukup bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi jaringan maupun investasi bisnis.
Alif menilai kombinasi pertumbuhan laba, arus kas yang kuat, dan struktur permodalan yang sehat membuat prospek MDIY tetap menarik meskipun perseroan mulai memasuki fase pembagian dividen.
Dia berpendapat dengan dividen Rp17,62 per saham, dividend yield MDIY diperkirakan berada di kisaran 2,2%. Meski tidak tergolong tinggi dibandingkan sejumlah emiten lain, imbal hasil tersebut dinilai menarik karena ditopang oleh prospek pertumbuhan bisnis yang masih kuat.
“Di tengah volatilitas pasar yang terjadi belakangan ini, keberadaan dividen dapat menjadi sentimen tambahan yang positif. Investor tidak hanya memperoleh eksposur terhadap pertumbuhan bisnis MDIY, tetapi juga mendapatkan aliran kas melalui dividen,” kata Alif.
Prospek tersebut semakin diperkuat oleh strategi operasional perseroan yang tetap agresif menjaga daya saing. Di tengah kenaikan harga minyak dan bahan baku global, MDIY menegaskan tidak akan menaikkan harga jual kepada konsumen.
Alif menyebut, langkah itu menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan model bisnis dan kondisi keuangan perseroan, sekaligus membuka peluang mempertahankan pertumbuhan penjualan di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, Direktur Utama MDIY Edwin Cheah mengatakan kondisi ini menandai pembagian dividen perdana perseroan sejak mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Edwin menilai keputusan ini didukung oleh kinerja tahun buku 2025 yang mencatat laba bersih sebesar Rp1,1 triliun dengan pendapatan mencapai Rp7,9 triliun, tumbuh 16,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp17,62 per saham. Ini merupakan pembagian dividen perdana sejak perseroan tercatat di bursa," ujarnya melalui keterangan RUPST, Kamis (11/6/2026).
Pembagian dividen, lanjutnya, juga mencerminkan kekuatan fundamental bisnis perusahaan serta kepercayaan para pemegang saham terhadap kemampuan eksekusi dan pendekatan pertumbuhan jangka panjang yang terus dijalankan secara disiplin.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
MDIY Tebar Dividen Perdana, Investor Kantongi Rp17,62 per Saham
RUPST MDIY menyetujui pembagian dividen perdana Rp17,62 per saham atau setara 40% dari laba bersih tahun buku 2025. [274] url asal
#mr-diy-indonesia #dividen #mdiy #dividen-mdiy #rups-mdiy #jadwal-dividen-mdiy #toko-mr-diy #ekspansi-mr-diy #mr-diy-pik-2 #lapangan-kerja-mr-diy #produk-lokal-mr-diy #pendapatan-mr-diy #strategi-ekspa
(Bisnis.Com - Market) 12/06/26 06:44
v/247845/
Bisnis.com, JAKARTA — PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) mengumumkan bahwa para pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 40% dari laba bersih tahun buku 2025, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Direktur Utama MDIY Edwin Cheah mengatakan kondisi ini menandai pembagian dividen perdana perseroan sejak mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Edwin menilai keputusan ini didukung oleh kinerja tahun buku 2025 yang mencatat laba bersih sebesar Rp1,1 triliun dengan pendapatan mencapai Rp7,9 triliun, tumbuh 16,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp17,62 per saham. Ini merupakan pembagian dividen perdana sejak perseroan tercatat di bursa," ujarnya melalui keterangan RUPST, Kamis (11/6/2026).
Pembagian dividen, lanjutnya, juga mencerminkan kekuatan fundamental bisnis perusahaan serta kepercayaan para pemegang saham terhadap kemampuan eksekusi dan pendekatan pertumbuhan jangka panjang yang terus dijalankan secara disiplin.
Dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang saham (DPS) Perseroan per 24 Juni 2026 (recording date), dengan tanggal pembayaran dividen ditetapkan pada 10 Juli 2026.
Dengan telah terpenuhinya kewajiban penyisihan cadangan wajib pada 2025, Perseroan kini memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengalokasikan modal.
Edward menyebut hal ini memungkinkan perseroan untuk menyeimbangkan antara return bagi pemegang saham dengan investasi berkelanjutan untuk mendukung ekspansi dan prioritas operasional pada masa mendatang.
Dia meyakini ekspansi MDIY di seluruh Indonesia dibangun atas keyakinan yang konsisten bahwa pertumbuhan berkelanjutan dan nilai tambah bagi pemegang saham dapat berjalan beriringan.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Peritel Modern MR D.I.Y (MDIY) Bagi Dividen Rp 440 Miliar, Perdana Sejak IPO
Peritel modern PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mengumumkan pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 40% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan itu diambil dalam RUPS hari ini [398] url asal
Peritel modern PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mengumumkan pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 40% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 Kamis (11/6).
Keputusan ini menandai pembagian dividen perdana Perseroan sejak mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2024 lalu. Pada tahun buku 2025, perusahaan yang dikenal dengan merk MR.D.IY ini mencatat laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun dengan pendapatan mencapai Rp 7,9 triliun.
Dalam RUPS, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 17,62 per saham. Persetujuan tersebut mengukuhkan komitmen yang sebelumnya telah disampaikan manajemen, menjadi keputusan resmi pemegang saham.
“Keputusan ini menandai milestone yang penting bagi MR.D.I.Y. Indonesia,” ujar Edwin Cheah, Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia.
Edwin mengatakan, pembagian dividen perdana sejak Perseroan tercatat di bursa mencerminkan kekuatan fundamental bisnis perusahaan serta kepercayaan para pemegang saham terhadap kemampuan eksekusi dan pendekatan pertumbuhan jangka panjang yang dijalankan perusahaan.
Dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan per 24 Juni 2026. Adapun pembayaran dividen ditetapkan pada 10 Juli 2026.
“Dengan telah terpenuhinya kewajiban penyisihan cadangan wajib pada 2025, Perseroan kini memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengalokasikan modal,” ujar Edwin lagi.
Ia menyebutkan pembagian dividen memungkinkan Perseroan untuk menyeimbangkan antara return bagi pemegang saham dengan investasi berkelanjutan untuk mendukung ekspansi dan prioritas operasional di masa mendatang.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan berkelanjutan dan return bagi pemegang saham bukanlah dua hal yang berlawanan, melainkan hasil nyata dari upaya kami dalam membangun bisnis yang sehat, disiplin, dan berorientasi jangka panjang.”
Hingga akhir tahun buku 2025, MR.D.I.Y. Indonesia memperkuat posisinya melalui ekspansi toko berkelanjutan. Selain itu perusahaan mendorong model bisnis berbasis nilai yang mengedepankan keterjangkauan, kemudahan akses, dan ragam produk.
Pada RUPS, pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025. Selain itu rapat juga memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) terhadap Direksi dan Dewan Komisaris atas pelaksanaan tugas pengelolaan dan supervisi selama 2025.
Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi MR.D.I.Y. Indonesia saat ini adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris MR.D.I.Y
Komisaris Utama: Ong Chu Jin Adrian
Komisaris: Darwin Cyril Noerhadi
Komisaris Independen: Istini Tatiek Siddharta
Komisaris Independen: Loo Chong Peng
Jajaran Direksi MR.D.I.Y
Direktur Utama: Edwin Cheah Yew Hong
Direktur: Rika Juniaty Tanzil
Direktur: Frida Herlina Marpaung
Direktur: Hendra Kurniawan
Direktur: Michael
MDIY Tetapkan Dividen Perdana Rp17,62 per Saham
Berdasarkan harga penutupan saham MDIY, di level Rp850 per saham, maka yield dividen saham perseroan mencapai 2,07 persen. [200] url asal
#mdiy #mr-diy #dividen #dividen-perdana
(IDX-Channel - Market News) 11/06/26 17:21
v/247398/
IDXChannel - PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR DIY Indonesia menetapkan pembagian dividen tunai perdana sebesar Rp17,62 per saham untuk tahun buku 2025.
Berdasarkan harga penutupan saham MDIY pada Kamis (11/6/2026) di level Rp850 per saham, maka yield dividen saham perseroan mencapai 2,07 persen.
Nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp440 miliar sebagaimana disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 10 Juni 2026.
"Pembagian dividen perdana sejak perseroan tercatat di bursa mencerminkan kekuatan fundamental bisnis perusahaan serta kepercayaan para pemegang saham terhadap kemampuan eksekusi dan pendekatan pertumbuhan jangka panjang yang terus kami jalankan secara disiplin," kata Direktur Utama MDIY Edwin Cheah dalam keterangan, Kamis (11/6/2026).
Besaran dividen tersebut setara 40 persen dari laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp1,1 triliun.
Sepanjang 2025 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,92 triliun, naik 16,7 persen dari Rp6,78 triliun pada 2024. Laba bruto juga naik menjadi Rp4,36 triliun dan laba bersih mencapai Rp1,11 triliun, naik dari Rp1,07 triliun dari tahun sebelumnya.
Dividen ini akan mengalir ke rekening pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau recording date pada 10 Juli 2026.
(DESI ANGRIANI)
Kemenperin Dorong MR.DIY (MDIY) Perluas Akses Produk UMKM
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjalin kerja sama dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) selaku pemilik jaringan ritel modern MR.DIY. [517] url asal
#kemenperin #mr-diy #mdiy #umkm
(IDX-Channel - Market News) 22/05/26 11:02
v/228707/
IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjalin kerja sama dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) selaku pemilik jaringan ritel modern MR.DIY di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) melalui perluasan akses pasar dan penguatan kemitraan dengan sektor ritel modern.
Hal itu diwujudkan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional, khususnya bagi pelaku IKM agar semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan ekosistem pemasaran yang lebih kuat agar produk IKM Indonesia semakin kompetitif, memiliki akses distribusi yang lebih luas, dan mampu menjangkau pasar yang lebih besar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita bersama Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk, Rika Juniaty Tanzil. Kerja sama yang berlaku selama dua tahun tersebut mencakup berbagai ruang lingkup, mulai dari pertukaran data dan informasi, fasilitasi promosi dan perluasan pasar, pengembangan jejaring kemitraan, hingga bimbingan teknis dan pendampingan pemasaran produk IKM.
Adapun komoditas yang masuk dalam ruang lingkup kerja sama meliputi perlengkapan rumah tangga, elektronik, alat tulis kantor, alat olahraga, aksesoris kendaraan, kerajinan, perkakas, mainan, perhiasan, kosmetik, hingga perlengkapan komputer dan telepon seluler.
Reni menyampaikan, IKM memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur industri nasional sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah. Berdasarkan data BPS tahun 2025, jumlah IKM di Indonesia mencapai 4,43 juta unit usaha atau sekitar 99,79 persen dari total industri nasional.
Menurut Reni, implementasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) perlu terus diperluas tidak hanya melalui pengadaan pemerintah, tetapi juga melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk semakin bangga menggunakan produk lokal.
Dia berharap semakin banyak produk IKM binaan Kemenperin yang mampu masuk ke rantai pasok MR.DIY dengan kualitas yang kompetitif, inovatif, dan sesuai kebutuhan konsumen.
“Kehadiran MR.DIY sebagai mitra ritel modern nasional menjadi peluang besar bagi IKM untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk lokal,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk, Rika Juniaty Tanzil, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen MR.DIY dalam mendukung pengembangan pelaku usaha dan produk lokal Indonesia.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal serta pengembangan produk lokal berkualitas. Saat ini hampir 300 pemasok lokal, termasuk pelaku IKM, telah menjadi bagian dari jaringan pemasok ritel MR.DIY,” ujar Rika.
Menurutnya, pengembangan pelaku usaha lokal tidak cukup hanya melalui perluasan akses pasar, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan peningkatan kapasitas agar dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dia berharap semakin banyak IKM binaan Kemenperin yang dapat masuk ke jaringan ritel MR.DIY yang kini telah hadir di 37 provinsi di Indonesia.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu lebih banyak produk lokal berkualitas menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing industri nasional, serta menciptakan ekosistem kemitraan yang positif antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha lokal,” katanya.
(Rahmat Fiansyah)
Mr. D.I.Y. (MDIY) Agresif Ekspansi Ritel, Strategi Harga Tetap Sama
MR. D.I.Y. mempercepat ekspansi dengan membuka toko ke-1.300 di Kalimantan Utara, tetap menjaga harga terjangkau untuk memperkuat daya beli dan loyalitas konsumen. [393] url asal
#mr-diy #ekspansi-ritel #harga-tetap-sama #toko-baru #daya-beli-masyarakat #strategi-harga #pertumbuhan-bisnis #akses-produk #harga-terjangkau #loyalitas-konsumen #persaingan-industri #analisis-pasar
(Bisnis.Com - Ekonomi) 17/05/26 14:30
v/222890/
Bisnis.com, JAKARTA — Peritel dengan jenama MR. D.I.Y, PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) mempercepat ekspansi ritel modern dengan membuka toko ke-1.300 yang berlokasi di Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Perseroan pada tahun ini menganggarkan belanja modal setidaknya di angka yang sama dengan pada 2025, atau sekitar Rp720 miliar.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah mengatakan ekspansi yang dilakukan perusahaan bukan sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, melainkan memastikan masyarakat di berbagai wilayah memiliki akses yang sama terhadap produk rumah tangga dengan harga terjangkau.
Sejalan dengan ekspansi tersebut, perseroan juga meluncurkan komitmen 'Harga Tetap Sama'. Kebijakan tersebut menjadi penegasan strategi perusahaan untuk menjaga keterjangkauan harga di tengah tekanan ekonomi dan fluktuasi biaya distribusi.
"Melalui komitmen Harga Tetap Sama, kami ingin menegaskan bahwa keterjangkauan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip, Minggu (17/5/2026).
Melalui strategi ini, perseroan menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan kenaikan harga secara umum.
Perseroan menyatakan tidak akan melakukan kenaikan harga secara umum dan tetap mempertahankan kebijakan satu harga nasional yang telah diterapkan sejak awal operasional pada 2017.
"Harga yang tertera di rak toko MR.D.I.Y. Indonesia berlaku sama di seluruh wilayah tanpa penyesuaian harga berdasarkan lokasi, jarak, maupun kompleksitas distribusi ke toko mana pun," terangnya.
Langkah itu dinilai menjadi strategi penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat loyalitas konsumen di tengah persaingan industri ritel yang semakin ketat.
Ekspansi perseroan juga berlangsung agresif dalam beberapa bulan terakhir. Dalam kurun kurang dari sembilan bulan, MR.D.I.Y. Indonesia berhasil menambah sekitar 200 toko baru. Setelah membuka toko ke-1.100 di Jakarta pada Agustus 2025 dan toko ke-1.200 di Sumbawa pada Desember 2025, kini perseroan melanjutkan ekspansi ke Tana Tidung sebagai toko ke-1.300.
Direktur sekaligus VP of Business Development MR.D.I.Y. Indonesia, Michael Cohen mengatakan pemilihan lokasi ekspansi dilakukan melalui analisis ketat yang mempertimbangkan potensi pasar, pertumbuhan ekonomi lokal, dan kebutuhan masyarakat.
“Tana Tidung memenuhi seluruh indikator tersebut. Kehadiran di sini bukan pengecualian, melainkan kelanjutan logis dari strategi ekspansi yang konsisten di seluruh Indonesia,” katanya.
Ekspansi agresif tersebut ditopang fundamental bisnis yang dinilai solid. Pada Kuartal I/2026, MR.D.I.Y. Indonesia mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 35,5%, melanjutkan tren profitabilitas positif sepanjang tahun lalu.
"Ekspansi yang disiplin dapat berjalan seiring dengan kinerja keuangan yang sehat," terangnya.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56
