Transformasi Digital Nasional Sulit Tercapai Tanpa Pemerataan Infrastruktur
Transformasi digital Indonesia butuh pemerataan infrastruktur internet. Satelit berperan penting dalam mendukung konektivitas dan keamanan jaringan nasional.
(Bisnis.Com) 23/06/26 21:52 257849
Bisnis.com, JAKARTA — Upaya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memacu transformasi dan pertumbuhan ekonomi digital dinilai perlu diimbangi dengan pemerataan akses internet.
Adopsi ekosistem digital nasional belum berjalan tanpa optimal apabila ketimpangan infrastruktur konektivitas antarwilayah di Indonesia gagal dijembatani.
Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), Risdianto Yuli Hermansyah, menilai pemerintah hakikatnya dalam jalur yang baik dalam mendorong digitalisasi melalui Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026. Namun, inisiatif yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha untuk membangun ekosistem digital yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan ini membutukah dukungan infrastruktur.
Menurutnya, salah satu elemen penting dalam keberhasilan transformasi digital nasional adalah tersedianya infrastruktur konektivitas yang andal, aman, dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Dalam konteks tersebut, industri satelit memiliki peran strategis sebagai enabler yang mendukung pemerataan akses digital sekaligus memperkuat kedaulatan digital nasional.
“Selain menyediakan konektivitas hingga wilayah yang sulit dijangkau, satelit juga mendukung keamanan jaringan, ketahanan infrastruktur nasional, serta mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi,” ujar Risdianto dalam forum DEAL 2026, Selasa (23/6/2026).
Dia menjelaskan dukungan ASSI terhadap DEAL 2026 sejalan dengan upaya mendorong penyehatan ekosistem digital nasional melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan industri.
Penguatan ekosistem digital tidak hanya membutuhkan regulasi yang tepat, tetapi juga perlu didukung oleh investasi, inovasi, dan pengembangan kapabilitas industri dalam negeri.
Sebagai bagian dari kontribusi industri, ASSI terus mendorong hadirnya berbagai showcase teknologi satelit dan layanan digital nasional untuk menunjukkan kesiapan ekosistem satelit Indonesia dalam mendukung agenda transformasi digital.
Peningkatan kapabilitas ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan transmisi data yang lebih masif ke depan.
“Ekosistem satelit Indonesia telah siap mendukung layanan broadband, Internet of Things, layanan pemerintahan digital, sektor maritim, kebencanaan, hingga integrasi dengan kecerdasan artifisial yang menjadi bagian dari ekonomi digital masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, ASSI mengapresiasi peran Menteri Komunikasi dan Digital beserta jajaran Komdigi yang secara konsisten menjadi penggerak kolaborasi dan fasilitator pengembangan ekosistem digital nasional.
Forum seperti DEAL menjadi contoh bagaimana pemerintah mampu menghadirkan ruang dialog dan kesepahaman bersama untuk mempercepat implementasi program-program strategis nasional.
“Melalui DEAL, pemerintah berhasil mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu visi yang sama, yaitu membangun ekosistem digital Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada akhirnya, pelaku industri satelit meyakini kolaborasi yang terbangun melalui DEAL 2026 akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat investasi, inovasi, dan pengembangan teknologi nasional.
Tanpa adanya jaminan jaringan yang merata hingga wilayah terluar, seluruh cetak biru transformasi digital yang dirancang pemerintah tidak akan memberikan dampak optimal bagi pertumbuhan domestik. Ekosistem satelit akan semakin mengambil peran sentral sebagai tulang punggung konektivitas dan layanan digital Indonesia di masa depan.
#transformasi-digital #infrastruktur-digital #akses-internet #ekosistem-digital #konektivitas-indonesia #industri-satelit #pemerataan-digital #kedaulatan-digital #layanan-broadband #internet-of-things #n-a