Bappenas Ingatkan RI Punya 19 Tahun untuk Keluar dari Middle Income Trap

Bappenas Ingatkan RI Punya 19 Tahun untuk Keluar dari Middle Income Trap

Bappenas menegaskan Indonesia harus lepas dari middle income trap dan mengejar target SDGs 2030 menuju Indonesia Emas 2045. Kolaborasi semua pihak krusial!

(Kompas.com) 25/06/26 12:59 259415

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, menyebut Indonesia harus bisa lepas dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

Pesan itu Rachmat sampaikan saat membuka Sustainable Development Goal (SDGs) Center Conference 2026.

Rachmat mengatakan, pemerintah memiliki waktu sekitar 19 tahun untuk membereskan ketimpangan sosial, kemiskinan, kelaparan hingga masalah lingkungan guna mewujudkan target Indonesia Emas 2045.

SHUTTERSTOCK/METAMORWORKS Ilustrasi Sustainable Development Goals atau SDGs.

“Di dalam konteks ekonomi, Indonesia harus lepas dari middle income trap guna mencapai Indonesia Emas tahun 2045,” kata Rachmat di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Adapun SDGs merupakan agenda pembangunan yang disepakati 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) termasuk Indonesia.

Program itu menetapkan 17 tujuan yang harus ditangani guna mewujudkan kehidupan yang baik dengan sejumlah indikator seperti ekonomi, pendidikan, kesetaraan gender, lingkungan, dan lainnya.

Agenda SDGs itu kemudian diterjemahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Rahmat menyebut, laporan The Sustainable Development Goals Report 2025 menyebut hanya 18 persen negara yang dinilai berhasil mencapai target.

Sementara, sebagian besar anggota, termasuk di kawasan Asia Pasifik tidak memenuhi target.

“Di regional Asia Pasifik situasi semakin menantang dengan estimasi pencapaian SDGs bisa mundur 32 tahun jika tidak ada upaya transformatif,” ujar Rachmat.

DOK. PRASASTI Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy di acara Prasasti Economic Forum, di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Untuk mengejar target SDGs tahun 2030, Bappenas menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

Pemerintah berharap perguruan tinggi bisa menghasilkan riset yang berdampak dan bisa terlibat dalam pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

“Makin efisien secara energi dan juga penggunaan-penggunaan air dan juga makin ramah lingkungan,” ujar Rachmat.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Amien Suyitno, menyebut saat ini beberapa Universitas Islam Negeri (UIN) sudah berkomitmen mendukung agenda SDGs.

Beberapa kampus sudah memiliki SDGs Center tersendiri dan dua di antaranya sudah masuk majalah Times Higher Education.

Amien mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk berkontribusi pada pengentasan kemiskinan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M).

Selain itu, pihaknya juga menerapkan metodologi Asset-Based Community Development (ABCD).

“Sebagai langkah bagaimana pendampingan penguatan ekonomi berbasis ekonomi syariah,” tutur Amien.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#bappenas #indonesia-emas-2045 #middle-income-trap #sdgs-2030

https://money.kompas.com/read/2026/06/25/125945926/bappenas-ingatkan-ri-punya-19-tahun-untuk-keluar-dari-middle-income-trap