Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional, Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN
Konsolidasi dilakukan untuk membangun BUMN yang lebih efisien dan memiliki daya saing lebih kuat.
(Kompas.com) 01/07/26 12:11 264894
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah mulai merealisasikan pembentukan holding logistik nasional melalui konsolidasi tujuh perusahaan logistik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat integrasi layanan logistik, meningkatkan efisiensi rantai pasok, sekaligus menekan biaya logistik nasional.
Tahap awal konsolidasi ditandai dengan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), bersama sejumlah entitas logistik BUMN di Pos Bloc Jakarta.
Proses tersebut merupakan bagian dari transformasi sektor logistik nasional yang dijalankan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin, mengatakan, konsolidasi dilakukan untuk membangun BUMN yang lebih efisien dan memiliki daya saing lebih kuat.
"Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah lebih besar bagi negara," ujar Aurelius dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Pada tahap awal, struktur kepemilikan perusahaan hasil konsolidasi terdiri atas Pelindo Group sebesar 74,47 persen, PT Pos Indonesia (Persero) 9,24 persen, PT Krakatau Bandar Samudera 9,37 persen, serta entitas lainnya sebesar 6,92 persen. Dengan kepemilikan mayoritas tersebut, Pelindo akan memimpin proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengatakan konsolidasi menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing sektor logistik melalui sinergi antarpelaku logistik BUMN.
"Kami menyambut baik konsolidasi ini sebagai upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif," kata Achmad.
Ia menambahkan, Pelindo akan memastikan proses transisi berjalan sesuai peta jalan yang telah disusun agar manfaat konsolidasi segera dirasakan dunia usaha maupun masyarakat.
"Kami akan terus mendukung proses integrasi ini, termasuk melalui penguatan sinergi layanan kepelabuhanan dan logistik. Kami meyakini konsolidasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif," ujarnya.
Dalam skema tersebut, tujuh perusahaan logistik BUMN akan digabungkan ke dalam satu entitas, yakni PT Multi Terminal Indonesia (MTI) sebagai *surviving entity*. Ketujuh perusahaan tersebut meliputi PT Multi Terminal Indonesia dan PT Prima Indonesia Logistik dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik, PT KBN Prima Logistik, PT Varia Usaha Dharma Segara, serta PT Krakatau Jasa Logistik.
Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, mengatakan pihaknya siap mendukung proses integrasi melalui penguatan layanan logistik yang menghubungkan pelabuhan dengan kawasan industri dan wilayah hinterland.
"Langkah konsolidasi ini membawa harapan besar bagi dunia logistik Indonesia, termasuk bagi PSL. Kami siap memperkuat sinergi layanan logistik melalui konektivitas yang semakin terintegrasi, mulai dari pelabuhan hingga kawasan hinterland. Dengan kolaborasi antarentitas BUMN, kami optimistis dapat menghadirkan solusi logistik yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan," ujar Faruq.
Pemerintah berharap konsolidasi tersebut dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset, mengurangi duplikasi layanan, memperkuat jaringan distribusi nasional, serta membangun ekosistem logistik yang lebih terintegrasi. Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri dan efisiensi distribusi barang di Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang