MNC Bank (BABP) Milik Hary Tanoe Cetak Laba Bersih Rp60,39 Miliar per Kuartal III/2025
MNC Bank (BABP) milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo catat laba Rp60,39 miliar per Kuartal III/2025, naik 22,09% YoY.
(Bisnis.Com) 04/11/25 13:28 26905
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp60,39 miliar hingga September 2025. Realisasi itu tumbuh 22,09% secara tahunan (year on year/ YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp49,46 miliar.
Dalam laporan triwulanan yang dipublikasikan, anak usaha PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) itu mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar 3,81% YoY menjadi Rp434,28 miliar pada kuartal III/2025. Pada periode yang sama tahun lalu, MNC Bank meraih pendapatan bunga bersih sebesar Rp418,35 miliar.
Capaian tersebut ditopang oleh pendapatan bunga yang senilai Rp1,15 triliun, tumbuh 11,98% YoY dari kuartal III/2024 yang sebesar Rp1,02 triliun. Beban bunga juga meningkat 17,58% YoY menjadi Rp718,81 miliar dari sebelumnya Rp611,36 miliar.
MNC Bank mencatatkan penurunan beban operasional lainnya. Hingga September 2025, beban operasional lainnya mencapai Rp363,73 miliar turun 0,23% YoY dari September 2024 sebesar Rp364,59 miliar.
Salah satu komponen beban operasional nonbunga yang membengkak yaitu impairment naik dari Rp34,95 miliar menjadi Rp54,57 miliar per September 2025. Selain itu, beban promosi perseroan juga meningkat dari Rp11,11 miliar menjadi Rp14,10 miliar.
Perseroan membukukan pertumbuhan laba operasional sebesar 31,23% YoY, dari Rp53,75 miliar menjadi Rp70,54 miliar per kuartal III/2025. Laba non operasional tercatat menyusut 39,81% YoY menjadi Rp5,87 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp9,76 miliar.
Laba tahun berjalan sebelum pajak tercatat mencapai Rp76,42 miliar, tumbuh 20,31% YoY dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp63,52 miliar.
Bank milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo ini membukukan pertumbuhan kredit sebesar 2,20% YoY menjadi Rp11,08 triliun. Pada kuartal III/2024, perseroan menyalurkan kredit sebanyak Rp10,85 triliun.
Presiden Direktur MNC Bank Rita Montagna mengatakan meski industri perbankan tengah dibayangi isu daya beli dan laju pertumbuhan kredit yang kurang bergairah, MNC Bank mampu mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran kredit.
“Segmentasi kredit yang kami salurkan didominasi oleh wholesale business sebesar Rp7,48 triliun, diikuti konsumer sebesar Rp1,60 triliun, multifinance sebesar Rp1,57 triliun, dan SME sebesar Rp436 miliar,” kata Rita dalam keterangannya, dikutip Senin (3/11/2025).
Pada saat yang sama, MNC Bank membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp13,66 triliun. Angka itu turun 2,31% YoY dibanding kuartal III/2024 yang mencapai Rp13,98 triliun.
Perinciannya, simpanan deposito tumbuh 0,76% YoY menjadi Rp11,24 triliun, giro susut 15,51% YoY menjadi Rp795,61 miliar, dan tabungan menurun 13,83% YoY menjadi Rp1,62 triliun.
Melihat indikator keuangan, MNC Bank mencatatkan penurunan pada rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM), dari 27,55% menjadi 24,50%. Untuk kualitas kredit terdapat perbaikan dengan NPL gros sebesar 4,00% dari 4,69% dan NPL net 2,80% dari kuartal III/2024 di level 3,32%.
Adapun pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) menurun dari 3,45% menjadi 3,20% hingga September 2025, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional juga tercatat turun dari 95,20% menjadi 94,49% pada kuartal III/2025.
#mnc-bank #laba-bersih #hary-tanoe #pendapatan-bunga #beban-operasional #pertumbuhan-kredit #dana-pihak-ketiga #simpanan-deposito #kualitas-kredit #net-interest-margin #npl-gros #npl-net #rasio-kpmm #l