Keluh Kesah Penumpang Jelang Integrasi Stasiun KRL dan BNI City

Keluh Kesah Penumpang Jelang Integrasi Stasiun KRL dan BNI City

Integrasi Stasiun KRL Karet dan BNI City akan segera rampung. Penumpang harus berjalan 340 meter lebih jauh ke BNI City, memicu keluhan. Stasiun Karet tetap buka, tapi tanpa layanan KRL. Pemerintah di

(Bisnis.Com) 11/11/25 14:26 35139

Bisnis.com, JAKARTA — Integrasi Stasiun KRL Karet dengan Stasiun BNI City segera rampung. Dengan adanya integrasi ini, penumpang nantinya tidak lagi dapat naik maupun turun di Stasiun Karet dan harus berjalan lebih jauh menuju stasiun yang terletak di antara Sudirman dan Karet tersebut.

Berdasarkan pantauan Bisnis pada Senin (10/11/2025) siang, meskipun pembangunan penghubung antara kedua stasiun telah selesai, akses gerbang masih ditutup dan belum dapat dilewati dari kedua arah.

Jarak antara pintu masuk Stasiun Karet dan pintu masuk Stasiun BNI City tercatat sekitar 340 meter. Berdasarkan uji coba yang dilakukan Bisnis, berjalan santai dari Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

Artinya, pengguna Stasiun Karet yang sebelumnya sudah berjalan kaki dari kantor atau tempat asal masing-masing, kini harus menempuh jarak tambahan 340 meter dan menghabiskan waktu sekitar 5 menit lebih lama untuk naik kereta.

Sri (35), pegawai swasta yang berkantor di kawasan Karet, mengeluhkan jarak tambahan yang harus ditempuh.

“Biasanya jalan kaki 10 menit dari Karet ke kantor. Sekarang jadi sekitar 15 menit, waktunya lebih lama dan lebih capek,” keluhnya kepada Bisnis, Senin (10/11/2025).

Sementara itu, Rira (26) mengaku baru mengetahui adanya kebijakan penggabungan dua stasiun tersebut. Ia menilai kebijakan ini cukup aneh karena jarak tempuh menjadi lebih jauh.

Menurut Rira, sebaiknya peron Stasiun Karet diperpanjang agar tidak mengganggu pejalan kaki, mengingat saat ini tidak semua gerbong KRL mendapat peron di stasiun tersebut.

“Jangan mengorbankan Stasiun Karet yang aksesnya dekat ke mana-mana. Kalau membuat kebijakan, seharusnya lebih berpihak kepada rakyat,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Karet.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi Stasiun BNI City yang dinilai minim pencahayaan atau cukup gelap, sehingga membuatnya khawatir ketika harus naik turun di stasiun tersebut.

Senada, Pratama (31) turut mempertanyakan alasan pemerintah menonaktifkan fungsi Stasiun Karet. Menurutnya, pemerintah atau PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dapat menambah panjang peron, alih-alih memindahkan aktivitas naik turun penumpang ke BNI City yang posisinya berada di antara Karet dan Sudirman.

“Kalau harus turun di BNI City, akan sangat merepotkan bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke kawasan Karet, Kuningan, atau Bendungan Hilir,” jelasnya.

Pratama berpendapat, area peron Stasiun Karet seharusnya bisa diperluas dengan memanfaatkan area pejalan kaki di pinggir kali.

“Area peron bisa lebih luas. Sekarang kalau dipindah ke BNI City, saya tidak terbayang bagaimana alur penumpangnya—tetap akan menumpuk di jalan menuju stasiun,” tambahnya.

Ia berharap Stasiun Karet tetap direnovasi dan dipertahankan sebagai tempat naik turun penumpang, sementara Stasiun BNI City difokuskan untuk layanan kereta bandara, mengingat fungsi KRL sudah diakomodasi oleh Stasiun Sudirman dan Karet.

“Aneh kalau ada dua stasiun KRL yang jaraknya sangat dekat, tapi malah penumpang yang jadi repot,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa Stasiun Karet tidak akan ditutup sepenuhnya, namun aktivitas naik turun penumpang KRL tidak lagi dilayani di stasiun tersebut.

Dudy menjelaskan, integrasi yang dilakukan adalah menghentikan operasional KRL di Stasiun Karet, sehingga calon penumpang dapat berjalan kaki menuju Stasiun BNI City melalui akses dari Karet.

Ia juga telah meminta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), untuk memperbaiki fasilitas di Stasiun Karet, mulai dari pembangunan kanopi hingga perbaikan lantai peron.

“Nanti pinggiran peron Stasiun Karet akan diberi pagar. Akses masuk tetap di Karet, tetapi kereta tidak akan berhenti di sana,” jelas Dudy

Ke depan, penumpang yang akan menggunakan KRL dapat melakukan tap in dan tap out di Stasiun BNI City.

Saat ini, akses penghubung kedua stasiun sudah tersedia, termasuk peron, kanopi, dan gerbang tiket. Meski demikian, pemerintah dan KCI belum mengumumkan waktu pasti penerapan kebijakan tersebut.

#stasiun-krl #integrasi-stasiun #bni-city #stasiun-karet #penumpang-krl #akses-stasiun #jarak-stasiun #kebijakan-stasiun #peron-stasiun #fasilitas-stasiun #krl-jakarta #transportasi-publik #keluhan-pen

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251111/98/1927683/keluh-kesah-penumpang-jelang-integrasi-stasiun-krl-dan-bni-city