KAI Mau Bangun TOD dan KRL di Kawasan Industri Terpadu Batang
KAI akan membangun KRL dan TOD di Kawasan Industri Terpadu Batang untuk meningkatkan efisiensi logistik dan konektivitas, mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi.
(Bisnis.Com) 15/10/25 12:59 4122
Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menyiapkan langkah strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), melalui penyediaan KRL dan pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD).
Executive Vice President (EVP) of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji menyebutkan bahwa moda transportasi kereta api memiliki potensi besar untuk mendukung operasional kawasan industri.
Baik melalui pengangkutan barang, maupun penumpang dalam skala besar dan potensi angkutan KA perkotaan karena mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara efisien, aman, dan ramah lingkungan.
“Dengan konektivitas rel yang baik, arus logistik dari Kawasan Industri Terpadu Batang dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi dengan pelabuhan maupun jaringan transportasi darat lainnya,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (15/10/2025).
Harapannya, integrasi jaringan rel ke kawasan industri akan menjadi kunci efisiensi logistik serta mendukung konektivitas Batang dengan kota-kota besar di Pulau Jawa.
Usai kunjungan kerja Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin pada Selasa (14/10/2025) ke Kabupaten Batang, Agus menyampaikan KAI akan menindaklanjuti pengembangan KITB yang terletak satu wilayah dengan KAI Daop 4 Semarang.
Di antaranya adalah menyiapkan kajian renovasi Stasiun Batang, pengembangan Stasiun Plabuan menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD) untuk mempermudah akses pekerja dan barang.
Selain itu, penambahan layanan Commuter Line menuju kawasan industri guna menunjang mobilitas tenaga kerja.
"Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran transportasi kereta api dalam ekosistem industri Batang secara menyeluruh," tambah Agus.
Pemerintah Kabupaten Batang menyambut positif langkah KAI tersebut, karena konektivitas berbasis rel akan memperkuat daya saing KITB dan menjadi faktor penting dalam menarik investasi baru.
Selain meningkatkan efisiensi logistik, kehadiran layanan transportasi publik juga akan mendukung mobilitas pekerja dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Batang dan sekitarnya.
Untuk diketahui, pengembangan KITB masuk ke dalam daftar kegiatan prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Sebagaimana mengacu pada Lampiran I Peraturan Presiden No. 12/2025 tentang RPJMN 2025-2029, KITB menjadi salah satu dari 83 kegiatan prioritas utama.
Sebelum Perpres RPJMN 2025-2029, keberadaan KITB telah dikukuhkan sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) dalam Perpres No. 109/2020.
Dua tahun kemudian, terbit Perpres No. 106/2022 tentang Percepatan Investasi Melalui Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang Di Provinsi Jawa Tengah. Sasaran prioritas pengembangan KITB dalam Perpres ini adalah terwujudnya peningkatan aglomerasi industri di KITB.
#kai #kawasan-industri-batang #krl-batang #transit-oriented-development #kitb #kereta-api-indonesia #logistik-batang #stasiun-batang #commuter-line-batang #ekosistem-industri-batang #mobilitas-pekerja