Ciputra Life: Daya Beli Masyarakat Pengaruhi Kontraksi Premi Asuransi Jiwa

Ciputra Life: Daya Beli Masyarakat Pengaruhi Kontraksi Premi Asuransi Jiwa

Daya beli masyarakat yang lesu mempengaruhi kontraksi premi asuransi jiwa Ciputra Life, meski laba naik. Fokus pada inovasi produk dan layanan.

(Bisnis.Com) 18/11/25 14:56 41939

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life menilai masih lesunya daya beli masyarakat sangat berpengaruh terhadap kinerja industri asuransi jiwa.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per September 2025 premi asuransi jiwa senilai Rp132,85 triliun. Nilai tersebut terkontraksi sebesar 2,06% (year on year/YoY).

“Kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat masih menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja industri asuransi jiwa sampai dengan September 2025,” kata Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso kepadaBisnis, dikutip pada Selasa (18/11/2025).

Hengky menegaskan meskipun ekonomi Indonesia secara makro tetap tumbuh pada kisaran 5%, tetapi berbagai ketidakpastian dan masih tingginya suku bunga perbankan menyebabkan kelesuan daya beli dan pertumbuhan kredit.

Sebab itu, untuk menghadapi tantangan yang ada dia menyebut bahwa Ciputra Life akan fokus dalam melakukan inovasi produk, pengembangan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis baik baru maupun eksisting, dan terus meningkatkan layanan kepada pemegang polis.

“Kami optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi dan daya beli pada kuartal terakhir tahun 2025 akan lebih baik, sehingga kami sangat optimistis dapat meraih pendapatan premi yang lebih tinggi pada kuartal terakhir tahun ini dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” ucapnya.

Adapun, Ciputra Life mencatatkan pendapatan premi Rp365 miliar hingga September 2025. Nilai ini setara dengan 83% dari pendapatan premi di periode yang sama tahun lalu. Artinya, premi kuartal III/2025 ini terkontraksi 16,63%.

Meski demikian, Hengky menegaskan laba komprehensif perusahaan pada September 2025 berhasil naik signifikan menjadi Rp77,8 miliar dari Rp37,7 miliar.

“Pendapatan premi Ciputra Life hampir 80% berasal dari kontribusi produk asuransi jiwa kredit [yang merupakan premi asuransi kumpulan], baik untuk melindungi nasabah yang mengambil kredit KPR maupun kredit kendaraan bermotor,” ucapnya.

Lebih jauh, dari sisi produk asuransi jiwa, Ciputra Life melihat adanya pergeseran preferensi para pemegang polis dari produkunit-linkedatau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) ke produk asuransi tradisional, seperti asuransi kesehatan ataupun jiwa.

“Hal ini tentunya cukup positif, karena esensi utama dari produk asuransi seharusnya terletak pada sisi perlindungan, baik perlindungan jiwa, kesehatan, maupun kecelakaan, bukan pada sisi investasinya,” sebutnya.

Sebagai informasi, kontraksi premi asuransi jiwa tidak hanya terjadi pada September 2025 karena dua bulan sebelumnya pendapatan premi terus terkontraksi.

Per Agustus 2025, premi asuransi jiwa juga turun sebesar 1,21% (YoY). Pada periode ini preminya senilai Rp117,51 triliun. Sementara itu, pada Juli 2025 premi asuransi jiwa turun 0,84% (YoY) menjadi Rp103,42 triliun.

#ciputra-life #daya-beli-masyarakat #premi-asuransi-jiwa #kontraksi-premi #industri-asuransi-jiwa #ekonomi-indonesia #suku-bunga-perbankan #inovasi-produk-asuransi #pengembangan-kerja-sama #layanan-pem

https://finansial.bisnis.com/read/20251118/215/1929763/ciputra-life-daya-beli-masyarakat-pengaruhi-kontraksi-premi-asuransi-jiwa