Ekonom: Penambahan Dana Pemerintah Bikin Ruang Kredit Bank Makin Longgar
Penempatan dana pemerintah di bank umum meningkatkan likuiditas, memperluas kapasitas kredit, dan menyebarkan manfaat ke seluruh sistem perbankan di Indonesia.
(Bisnis.Com) 19/11/25 11:49 43122
Bisnis.com, JAKARTA – Chief Economist Citi Indonesia Helmi Arman menilai tambahan penempatan dana pemerintah ke bank umum kian memperkuat likuiditas industri dan memberi ruang lebih besar bagi bank untuk menyalurkan kredit.
Helmi mengatakan adanya injeksi tambahan ke himpunan bank milik negara (Himbara) seharusnya membuat rasio-rasio likuiditas perbankan membaik sehingga meningkatkan kapasitas penyaluran kredit.
“Karena mungkin untuk bank-bank tertentu kapasitas penyaluran kreditnya selama ini agak tertahan oleh rasio likuiditas yang mendekati borderline,” kata Helmi usai menghadiri konferensi pers Pemaparan Ekonomi dan Kinerja Keuangan Citi Indonesia Kuartal III/2025 di Jakarta Pusat, dikutip Rabu (19/11/2025).
Menurutnya, tahun ini terjadi penciptaan likuiditas perbankan yang cukup besar. Mulai dari Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga penempatan dana pemerintah dari Bank Indonesia (BI) ke bank BUMN.
Untuk diketahui, pemerintah pada September 2025 telah menempatkan dana senilai Rp200 triliun ke Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI. Terbaru, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut kembali menginjeksi perbankan senilai Rp76 triliun.
Perinciannya, Mandiri, BNI dan BRI masing-masing senilai Rp25 triliun. Kemudian, PT Bank Jakarta atau Bank Jakarta turut mendapat kucuran dana sebesar Rp1 triliun. Dengan adanya injeksi lanjutan, Helmi memandang kemungkinan tahun depan pemerintah masih akan menambah likuiditas perbankan.
Ketika dikonfirmasi apakah tambahan likuiditas hanya akan dinikmati bank-bank penerima penempatan dana, Helmi menegaskan bahwa kelebihan likuiditas akan menyebar ke seluruh sistem.
Penyaluran kredit baru, kata dia, menciptakan uang baru di perekonomian yang kemudian beredar melalui konsumsi dan transaksi masyarakat. "Ketika kredit yang diberikan itu dipakai atau dibelanjakan, itu seharusnya menyebar, jadi tidak hanya terpusat di bank-bank tertentu saja, tapi lebih menyebar ke sistem,” pungkasnya.
#bank-likuiditas #penyaluran-kredit #dana-pemerintah #bank-umum #himbara #rasio-likuiditas #injeksi-dana #kebijakan-likuiditas #bank-bumn #bank-mandiri #bank-bni #bank-bri #bank-btn #bank-bsi #ekonomi