Survei OJK Ungkap Keyakinan Bankir terhadap Kinerja Akhir Tahun, Begini Hasilnya
Survei OJK kuartal IV/2025 menunjukkan optimisme bankir terhadap kinerja perbankan, didorong ekspektasi perbaikan ekonomi dan pengelolaan risiko.
(Bisnis.Com) 22/11/25 08:56 46418
Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) kuartal IV/2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan dari survei yang dilakukan pada Oktober 2025 terhadap 102 bank dengan nilai aset mencapai 99,25% dari total aset bank umum itu menunjukkan optimisme responden bahwa kinerja perbankan akan tetap solid hingga akhir tahun ini.
"Keyakinan tersebut tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan [IBP] pada triwulan IV-2025 yang tercatat sebesar 66 [zona optimis]," ujar Dian dalam keterangan resmi, Sabtu (22/11/2025).
Dian menjelaskan ekspektasi perbaikan kondisi makroekonomi domestik menjadi alasan utama responden menyatakan bahwa kinerja perbankan tetap baik, didukung keyakinan bahwa perbankan cukup mampu mengelola risiko yang dihadapi.
Prediksi membaiknya kondisi makroekonomi domestik menyebabkan Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) pada kuartal IV/2025 kembali ke level optimis yaitu sebesar 63.
Hal ini, lanjut Dian, terutama didorong oleh prakiraan akan meningkatnya pertumbuhan ekonomi domestik seiring penurunan BI Rate serta ditopang oleh penguatan nilai tukar Rupiah.
Konsumsi masyarakat yang biasanya meningkat pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru diyakini akan mampu mendongkrak permintaan terhadap barang dan jasa. "Selain itu, stimulus 8+4+5 dari Pemerintah diperkirakan juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Di sisi lain, inflasi juga diperkirakan akan turut meningkat sebagai akibat peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi ini. Seiring dengan kondisi makroekonomi yang diperkirakan membaik, Dian menyebutkan mayoritas responden meyakini bahwa risiko perbankan pada kuartal IV/2025 masih terjaga dan terkendali.
Hal ini terlihat dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 57 atau berada pada zona optimis seiring dengan keyakinan bahwa kualitas kredit tetap terjaga baik dan Posisi Devisa Netto (PDN) tetap rendah dengan aset dan tagihan valuta asing (valas) yang lebih besar dibandingkan kewajiban valas (long position).
Di sisi lain, net cashflow perbankan diproyeksikan menurun dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun demikian, cash outflow perbankan juga diperkirakan meningkat seiring dengan meningkatnya penarikan dana untuk kebutuhan operasional nasabah serta pembayaran belanja pemerintah daerah yang biasanya cukup besar pada akhir tahun.
Ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada kuartal IV/2025 juga berada pada level optimis dengan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 78.
"Optimisme pertumbuhan pada triwulan IV-2025 didorong oleh ekspektasi bahwa kredit masih akan tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan kredit serta didukung dengan usaha bank dalam melakukan ekspansi kredit pada pipeline yang tersedia," ujar Dian.
#survei-perbankan-ojk #kinerja-perbankan #survei-ojk #ojk-2025 #makroekonomi-domestik #pertumbuhan-ekonomi #bi-rate #nilai-tukar-rupiah #konsumsi-masyarakat #daya-beli #risiko-perbankan #kualitas-kredi