Di Hadapan Steve Forbes, Prabowo Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 8%

Di Hadapan Steve Forbes, Prabowo Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 8%

Presiden Prabowo optimistis ekonomi Indonesia bisa tumbuh 8% dengan program seperti Makan Bergizi Gratis yang menciptakan 1,5 juta lapangan kerja.

(Bisnis.Com) 15/10/25 22:06 4878

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto optimistis bahwa dalam masa pemerintahannya realisasi target pertumbuhan ekonomi hingga 8% bisa dicapai dalam waktu dekat.

Hal ini diungkapkan Prabowo saat menghadiri agenda "Pertemuan Pikiran" dalam rangkaian Forbes Global CEO Conference bertajuk The World Pivot di St. Regis Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Dalam sesi dialog dengan Ketua dan Pemimpin Redaksi Forbes Media, Steve Forbes, Presiden Prabowo berbicara saat ditanya Steve terkait dengan peluang tercapainya target ekonomi 8%. Kepala negara pun menyatakan hal itu sangat mungkin bisa dicapai.

Menurutnya, terdapat beberapa program yang membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat yang secara langsung akan memutar roda ekonomi serta membuat masyarakat mendapatkan perbaikan pendapatan dan pada akhirnya ekonomi berputar karena masyarakat mau mengeluarkan uang.

Dia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mampu menciptakan 1,5 juta lapangan kerja secara langsung. Hitungannya, ada 30.000 dapur umum MBG saat ini di seluruh Indonesia, satu dapur umum membutuhkan 50 orang yang bekerja.

Oleh sebab itu, Prabowo menekankan bahwa setidaknya 1,5 juta orang yang bekerja dari program prioritasnya yang sudah mulai berjalan sejak Januari 2025 itu.

"Saya pikir 8% sangat mungkin tercapai. Seperti yang telah saya sebutkan, misalnya, bahkan dengan program Makan Gratis ini, kita menciptakan 1,5 juta lapangan kerja secara langsung. Secara langsung," imbuhnya.

Menurutnya, beberapa ahli ekonomi mengatakan setiap pertumbuhan 1% pada perekonomian Indonesia dapat menciptakan 400.000 lapangan kerja. Baginya, dari 1,5 juta lapangan kerja yang dibuka dari MBG saja, artinya seharusnya sudah ada 3% pertumbuhan ekonomi yang terjadi.

"Jadi para ahli ekonomi mengatakan kepada saya bahwa pertumbuhan 1% akan menciptakan 400.000 lapangan kerja. Nah, kita sudah menciptakan 1,5 juta lapangan kerja. Itu 3%," tandasnya.

Bukan hanya lapangan kerja, masih dari program MBG, Prabowo memperkirakan ada sekitar 15 wirausahawan lokal yang terbentuk untuk satu dapur. Mulai dari pemasok telur, daging, sayuran, dan berbagai bahan baku makanan lainnya. Artinya, masih banyak lapangan kerja yang masih bisa terbuka.

"Dan masing-masing dari 15 vendor atau pemasok ini akan memiliki setidaknya 5, 10, atau 15 pekerja," ucapnya.

Tak hanya itu, dia menekankan bahwa apabila jutaan orang yang mendapatkan pekerjaan lalu mendapatkan pendapatan. Maka, pergerakan ekonomi akan terdistribusi untuk perekonomian di dalam negeri, misalnya saja seseorang karena mendapat pendapatan akan membeli kebutuhan sandang dan pangan.

"Dan jika orang-orang ini punya uang, apa yang mereka lakukan? Mereka akan membeli sepatu, pakaian. Mereka ingin memperbaiki rumah mereka. Mereka ingin masing-masing membeli, mungkin sepeda motor, televisi. Jadi saya pikir beginilah caranya," katanya.

Prabowo menilai bahwa dengan beberapa contoh tersebut, maka Indonesia telah memiliki peluang dalam merealisasikan pertumbuhan ekonomi tersebut. Apalagi, dia menekankan bahwa tak banyak negara yang bisa tumbuh sampai 5% ekonominya.

"Saya rasa, tidak banyak negara di dunia saat ini yang menikmati hal ini, bahkan sekarang kita tumbuh 5% per tahun. Maksud saya, banyak negara lain bahkan tidak tumbuh sama sekali. Anda tahu, 1%, 2%. Bahkan saya baru saja datang dari Sharm El-Sheikh. Saya bertemu dengan semua pemimpin, dan mereka bertukar catatan. Dan banyak negara sedang berjuang dengan energi dan sebagainya," pungkas Prabowo.

#prabowo-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi #ekonomi-indonesia #steve-forbes #forbes-global-conference #lapangan-kerja #makan-bergizi-gratis #program-mbg #dapur-umum #wirausahawan-lokal #pertumbuhan-8-persen

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251015/9/1920688/di-hadapan-steve-forbes-prabowo-optimistis-ekonomi-ri-tumbuh-8