KKP: Banyak Tambak Udang Rusak Parah Imbas Banjir Sumatra
KKP menyebut sejumlah tambak udang di Sumatra mengalami kerusakan parah akibat banjir yang melanda daerah tersebut.
(Bisnis.Com) 03/12/25 16:24 59552
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengakui banyak tambak udang terdampak banjir yang melanda beberapa provinsi di Sumatra, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pung Nugroho Saksono mengatakan sebagian besar tambak udang di wilayah terdampak banjir mengalami kerusakan parah.
Kondisi ini mendorong KKP untuk bergerak cepat, menunjukkan respons yang sigap terhadap kebutuhan para penambak udang yang terdampak.
“Kita ketahui bersama banyak tambak-tambak udang dan itu rata semuanya. Inilah KKP dalam hal ini cepat bereaksi,” kata Ipung dalam acara Pelepasan Ekspor Udang Indonesia Bersertifikat Bebas Cesium-137 ke AS di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Pung mengungkap, kondisi tambak udang terdampak mengalami kerusakan cukup parah. Namun ke depan, pemerintah melalui KKP akan merevitalisasi tambak udang tersebut.
“Ini kan lumpur semua. Lumpur-lumpur semua. Nanti KKP ke depannya akan revitalisasi, barangkali. Pasti akan diperbaiki pemerintah dalam hal ini,” ujarnya.
Adapun, KKP telah membentuk Tim Satgas Aksi Tanggap dan Peduli Bencana Sumatra pada 1 Desember 2025. Satgas ini diharapkan dapat memastikan seluruh penanganan bencana oleh KKP berjalan terpadu, terukur, dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat berdampak.
Dia menuturkan, Satgas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak, terutama dalam hal pangan, dengan pendistribusian melalui jalur laut.
“Kami pastikan KKP yang akan hadir di sana. Kami melewat laut ya, yang tidak bisa lewat darat itu kan kita ada armada laut kita. Sama Lhokseumawe [Aceh], kita lewat situ. Tamiang [Aceh] itu kita lewat Langsa [Aceh] dulu. Jadi kita punya tim di lapangan juga, termasuk Sibolga,” pungkasnya.
Dalam catatanBisnis, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI/Polri, BNPB, hingga Basarnas terus melakukan evakuasi dan pengiriman bantuan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyatakan bantuan dari berbagai jalur mulai masuk, meski sejumlah daerah masih terisolasi dan akses kesehatan belum sepenuhnya pulih. Dia mengatakan bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten sudah mulai berdatangan sejak Senin (1/12/2025) malam.
Berdasarkan data Rekapitulasi Terdampak Bencana yang ditampilkan Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 BNPB pada Rabu (3/12/2025) pagi, jumlah korban meninggal mencapai 753 orang dan 650 orang dinyatakan hilang, serta 2.600 orang mengalami luka-luka.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Rinciannya, Sumatera Utara korban meninggal dunia 294 jiwa dan hilang 155 jiwa. Kemudian, Provinsi Aceh per hari ini meninggal dunia 218 jiwa, hilang 227 jiwa,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers update penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Untuk Sumatra Barat, korban jiwa ada 196 jiwa dan dinyatakan masih hilang ada 117 jiwa.
Sementara itu, kabupaten yang paling terdampak di Sumatra Utara adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Distribusi logistik untuk Sumut dilakukan lewat tiga moda transportasi.
“Untuk Sumatera Utara, proses distribusi logistik tetap kita upayakan dari tiga moda transportasi. Ada jalur darat, jalur udara dan jalur laut,” tutupnya.
#tambak-udang #dampak-banjir-sumatra #banjir-sumatra #kkp #kerusakan-tambak #revitalisasi-tambak #satgas-kkp #bantuan-banjir #bencana-sumatra #evakuasi-banjir #korban-banjir #distribusi-logistik #bnpb #n-a