Tok! Subsidi Transjakarta, MRT & LRT Jakarta Dipangkas 2026, Tarif Bakal Naik?

Tok! Subsidi Transjakarta, MRT & LRT Jakarta Dipangkas 2026, Tarif Bakal Naik?

Pemprov DKI Jakarta memangkas subsidi Transjakarta, MRT dan LRT Jakarta di 2026 akibat penurunan APBD.

(Bisnis.Com) 29/12/25 16:56 87574

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memangkas anggaran subsidi transportasi seperti Transjakarta, MRT dan LRT Jakarta. Khusus untuk Transjakarta, subsidi turun menjadi Rp3,75 triliun pada 2026 atau susut dari alokasi 2025 yang mencapai Rp4,51 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, penyusutan tersebut sejalan dengan penurunan APBD Jakarta akibat pemangkasan pemerintah pusat terhadap pendapatan dari Transfer Ke Daerah (TKD).

“Dari yang sebelumnya Rp26,14 triliun di TA 2025 menjadi Rp11,16 triliun di TA 2026. Penurunan terbesar adalah pada alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak yang turun sebesar Rp14,79 triliun,” kata Pramono dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin (29/12/2025).

Terhadap besaran APBD 2026 ini, Pramono mengungkapkan pihaknya tetap fokus penanganan sejumlah isu strategis, termasuk sektor perhubungan dan penanganan kemacetan.

Pada tahun depan, Pramono menganggarkan subsidi transportasi umum yang totalnya mencapai sekitar Rp4,82 triliun. Secara perinci, subsidi Transjakarta senilai Rp3,75 triliun atau turun sekitar Rp760 miliar dari alokasi 2025.

Meski demikian, subsidi untuk 2026 tersebut tercatat lebih tinggi dari realisasi penyaluran subsidi Transjakarta pada 2024 yang sekitar Rp3,63 triliun (anggaran awal 2024 senilai Rp3,9 triliun).

Serupa, subsidi MRT Jakarta juga turun dari sebelumnya Rp944,32 miliar menjadi Rp536,70 miliar. Subsidi LRT Jakarta susut dari Rp515,14 miliar menjadi Rp325,28 miliar. Layanan angkutan kapal perairan turun dari Rp117,79 miliar menjadi sejumlah Rp100,19 miliar.

Di tengah penurunan suntikan dana dari pemprov tersebut, subsidi Bus Sekolah yang dialokasikan pada 2026 senilai Rp105,38 miliar justru tercatat naik dari 2025 yang senilai Rp84,67 miliar.

Terkait penurunan subsidi untuk Transjakarta, pemprov sebelumnya merencanakan untuk menaikkan tarif dari semula Rp3.500 per trip. Sampai dengan menjelang pergantian tahun ini, Pemprov DKI dan Transjakarta belum mengumumkan keputusannya.

Pada 2022, subsidi per pelanggan masih berada di angka Rp16.800. Angka ini menurun menjadi Rp11.400 pada 2023, dan terus turun hingga Rp9.831 pada 2024. Penurunan anggaran subsidi ini menunjukkan bahwa anggaran dikelola dengan lebih efisien dan produktif.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan, rencana kenaikan tarif tiket Transjakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 per perjalanan, masih dalam kajian.

Rano Karno menjelaskan, sejatinya Pemprov DKI Jakarta telah menggelontorkan anggaran cukup banyak untuk subsidi transportasi yang ada di Jakarta, bukan hanya Transjakarta.

“Itu masih dikaji [tarif Rp5.000],” kata Rano kepada Bisnis saat ditemui di Taman Menteng, Jumat (15/11/2025).

#subsidi-transjakarta #subsidi-mrt #subsidi-lrt-jakarta #tarif-transjakarta #tarif-mrt #tarif-lrt #pemangkasan-subsidi #anggaran-transjakarta #subsidi-transportasi #apbd-jakarta #dana-bagi-hasil #penan

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251229/98/1940220/tok-subsidi-transjakarta-mrt-lrt-jakarta-dipangkas-2026-tarif-bakal-naik