Kawasan Industri Lamicitra Kembali Kena Rob, Operasional Tanjung Emas Tetap Jalan
Banjir rob melanda kawasan industri Lamicitra, namun operasional Pelabuhan Tanjung Emas tetap berjalan lancar berkat upaya mitigasi dan pembenahan infrastruktur.
(Bisnis.Com) 11/01/26 07:21 99535
Bisnis.com, SEMARANG — Banjir rob kembali terjadi di kawasan industri Lamicitra pada Jumat (9/1/2026). Tingginya gelombang laut menyebabkan air meluap ke kolam retensi dan meluber hingga ke kawasan industri yang berlokasi di Pelabuhan Tanjung Emas tersebut.
"Pelindo telah menyiapkan sedikitnya 64 unit mesin pompa air dengan kapasitas beragam mulai 150 L/detik hingga 800 L/detik yang tersebar di sejumlah titik-titik rawan banjir rob, mulai dari mulai dari titik terluar seperti Jalan, Terminal Penumpang, Dermaga Samudera sehingga volume air yang tergenang akan berkurang," jelas S. Joko, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Pelabuhan Tanjung Emas.
Joko menyampaikan bahwa hingga Jumat (9/1/2026) sore, genangan rob tersebut berangsur surut dan tidak mengganggu kegiatan operasional pelabuhan. Pelindo telah memasang kantong pasir di area terdampak, disusul dengan peninggian tanggul menggunakan pasangan batu kali setinggi 1,2 meter.
"Aktivitas bongkar muat dan kegiatan operasional lainnya masih berjalan dengan lancar, meskipun banyak pengendara sepeda motor milik karyawan area Lamicitra yang parkir di pinggir jalan di area Jl. Coaster Pelabuhan Tanjung Emas,” ujar Joko.
Rob yang meluap hingga ke bagian dalam kawasan Pelabuhan Tanjung Emas itu bukan kali pertama terjadi. Pada Mei 2025, jebolnya panel blok tanggul menyebabkan wilayah Pos 1 Pelabuhan Tanjung Emas tergenang rob. Pada 2022 silam, kejadian serupa pernah terjadi dan bahkan berdampak ke 75% kawasan pelabuhan.
Belajar dari kejadian tersebut, Pelindo terus melakukan upaya penanggulangan, salah satunya dengan melakukan perbaikan kualitas infrastruktur pelabuhan. I Nyoman Sutrisna, Terminal Head Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang, mengungkapkan bahwa pada tahun ini, pihaknya bakal melakukan peninggian di area dermaga serta container yard. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk mitigasi faktor eksternal seperti cuaca, rob, serta penurunan tanah di beberapa area di Pelabuhan Tanjung Emas.
Koordinasi juga terus dilakukan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang untuk mendapatkan informasi cuaca, perubahan iklim, serta pasang surut air laut yang aktual. Informasi itu diharapkan mampu menjadi bekal dalam menghadapi ancaman bencana alam, sehingga dampak yang ditimbulkan bisa diantisipasi.
#banjir-rob #kawasan-industri #lamicitra #tanjung-emas #operasional-pelabuhan #pelindo #mesin-pompa-air #genangan-rob #aktivitas-bongkar-muat #infrastruktur-pelabuhan #mitigasi-cuaca #penanggulangan-ro