#30 tag 24jam
Pemprov Jateng Minta Dukungan BKSAP DPR Perkuat Logistik
Pemprov Jateng minta dukungan BKSAP DPR RI untuk perkuat logistik dan akses pasar internasional guna tingkatkan daya saing investasi dan relokasi industri. [339] url asal
#jawa-tengah #logistik-jawa-tengah #bksap-dpr #infrastruktur-logistik #pasar-internasional #daya-saing-investasi #industri-padat-karya #relokasi-industri #pelabuhan-tanjung-emas #revitalisasi-pelabuhan
(Bisnis.Com - Terbaru) 01/07/26 15:49
v/265181/
Bisnis.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta dukungan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI untuk memperluas akses pasar internasional dan memperkuat infrastruktur logistik, guna meningkatkan daya saing investasi. Langkah itu dilakukan seiring upaya menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat industri padat karya baru yang siap menampung relokasi industri dari Vietnam.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan kerja BKSAP DPR RI di Kota Semarang pada, Rabu 1 Juli 2026. “Di Vietnam sudah mulai penuh. Ada investor yang akan menarik beberapa industri padat karya dari Vietnam ke Jawa Tengah,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (1/7/2026).
Guna mengoptimalkan potensi tersebut, Luthfi menilai infrastruktur logistik perlu ditingkatkan. Saat ini, lanjutnya, baru sekitar 30 persen arus kontainer Jawa Tengah yang dilayani melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, sedangkan sekitar 70 persen lainnya masih bergantung pada pelabuhan di Jawa Timur dan Jakarta.
Luthfi mendorong agar dilakukan percepatan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Menurut Luthfi, penguatan pelabuhan dan sistem distribusi dinilai penting agar daya saing investasi Jawa Tengah semakin meningkat.
“Kalau perlu dibuka pelabuhan di Kendal, Batang, Rembang, maupun Cilacap. Kalau itu belum memungkinkan, kami siapkan dry port di Kendal dan Batang,” ujarnya.
Pada kuartal I/2026, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp23 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang. Sementara sepanjang 2025, investasi mencapai Rp110 triliun dengan penyerapan sekitar 274 ribu tenaga kerja.
Sementara itu, Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk memperluas pasar ekspor, terutama setelah perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa mulai berlaku efektif pada 2027.
Menurutnya, penghapusan tarif berbagai produk Indonesia ke pasar Uni Eropa akan membuka peluang baru bagi daerah, termasuk Jawa Tengah, untuk meningkatkan ekspor. “Ini menjadi potensi baru bagi Jawa Tengah untuk membuka pasar ke Eropa. Banyak produk Indonesia nantinya sudah tidak lagi terkendala tarif ketika masuk ke pasar Uni Eropa,” ujarnya.
Ia menambahkan, BKSAP DPR RI memiliki grup kerja sama bilateral dengan 102 negara yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi investasi, perdagangan, maupun produk unggulan daerah ke pasar internasional.
Peningkatan Kapasitas Pelabuhan Dukung Aktivitas Ekspor
Peningkatan kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas mendukung ekspor Indonesia, meski tantangan logistik dan ketergantungan impor bahan baku masih ada. [1,094] url asal
#ekspor-indonesia #surplus-perdagangan #pelabuhan-tanjung-emas #kapasitas-pelabuhan #logistik-ekspor #industri-pengolahan #produk-ekspor #biaya-logistik #impor-bahan-baku #distribusi-barang #konektivit
(Bisnis.Com - Terbaru) 23/06/26 11:36
v/257156/
Bisnis.com, SURABAYA — Neraca perdagangan nasional mencatatkan surplus senilai USD5,64 miliar selama Januari-April 2026, menjadi sinyal positif aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan masih berjalan di tengah dinamika ekonomi global.
Berdasarkan data dari BPS, pada periode Januari–April 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD92,15 miliar atau tumbuh 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas menjadi penopang utama dengan nilai USD87,74 miliar.
Kinerja tersebut tidak lepas dari kontribusi sektor industri pengolahan yang terus menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Selama Januari-April 2026, BPS mencatat sektor industri pengolahan memberikan kontribusi ekspor senilai USD75,57 miliar.
Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar selama Januari–April 2026, dengan nilai USD22,76 miliar, disusul Amerika Serikat USD10,17 miliar, dan India USD6,14 miliar. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD17,70 miliar dan USD6 miliar.
Sementara itu, Jawa Tengah turut memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nasional dengan nilai mencapai USD4,5 miliar pada periode Januari–April 2026.
Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah, Ade Siti Muksodah, mengatakan sejumlah komoditas menjadi andalan ekspor daerah, di antaranya produk kayu dan turunannya dari wilayah Temanggung serta Wonosobo, produk rajut, hingga gula aren atau brown sugar.
Namun, aktivitas ekspor masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kenaikan biaya logistik hingga tingginya ketergantungan industri terhadap bahan baku impor. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap biaya produksi dan daya saing produk ekspor.
"Sekitar 70% bahan baku kita masih impor di negara China dan beberapa negara lainnya di Asia Timur. Beberapa bahan baku plastik itu naik yang otomatis mempengaruhi perdagangan ekspor di negara kita," ujarnya dikutip Senin (22/6/2026).
Dia menilai, peningkatan kapasitas dan layanan logistik di Pelabuhan Tanjung Emas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekspor. Pembenahan fasilitas serta penambahan peralatan operasional, khususnya untuk mendukung proses bongkar muat dan pengelolaan peti kemas, dinilai mampu memperlancar arus distribusi barang.
"Peran Pelabuhan Tanjung Emas sangat signifikan. Perputaran ekonomi dan logistik berawal dari pelabuhan. Jalur paling mudah dan mendasar untuk ekspor dan impor melalui jalur laut," ungkap Ade.
Adapun guna terus memperkuat ekspor, diperlukan penguatan iklim usaha untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperluas akses pasar ekspor. Pelaku usaha juga masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya biaya logistik yang menjadi salah satu faktor penghambat daya saing.
Selain itu, dinamika geopolitik global, kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), hingga perubahan kebijakan perpajakan turut menjadi perhatian pelaku industri karena dapat mempengaruhi perencanaan bisnis dan aktivitas perdagangan.
Penguatan Infrastruktur
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra mengatakan terjadi peningkatan arus peti kemas internasional di TPK Semarang.Pada periode Januari s.d. Mei 2026 tercatat sebanyak 382.093 TEUs atau meningkat sebesar 12,2% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 340.535 TEUs. Dari jumlah tersebut 192.829 TEUs diantaranya adalah peti kemas impor dan 189.162 TEUs adalah peti kemas ekspor.
"Arus peti kemas impor di TPK Semarang sendiri tumbuh 10,7%, sementara untuk peti kemas ekspor tumbuh 13,72% dari tahun sebelumnya," ucapnya.
Pihaknya menyebut arus peti kemas di TPK Semarang terus tumbuh seiring perkembangan industri yang ada di Jawa Tengah. Perseroan mencatat tahun 2023 arus peti kemas yang melalui TPK Semarang sebanyak 781.841 TEUs, tahun 2024 sebanyak 895.904 dan tahun 2025 lalu tercatat lebih dari 1 juta TEUs.
Merespon pertumbuhan tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas menyiapkan sejumlah langkah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Seperti penambahan tambatan dermaga sepanjang 275 meter, penambahan lapangan penumpukan, hingga penambahan empat unit alat bongkar muat jenis quay container crane (QCC).
"Saat ini empat unit alat baru tersebut (QCC) dalam tahap commissioning and testing, untuk memastikan segala aspek baik secara operasional dan safety dapat terpenuhi. Kami menargetkan alat tersebut dapat segera beroperasi untuk melayani pelanggan," ucapnya.
Beberapa komoditas ekspor yang melalui TPK Semarang adalah produk dari kayu, pakaian, alas kaki, produk olahan laut seperti ikan, krustasea, dan moluska, dan beberapa komoditas lainnya. Sementara untuk produk impor di antaranya adalah mesin industri, peralatan mesin listrik, kendaraan dan bagiannya.
Pengusaha garmen asal Semarang, Deddy Mulyadi, mengatakan Pelabuhan Tanjung Emas memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekspor produknya ke sejumlah pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.
Namun, menurut Deddy, kapasitas dan layanan pelabuhan masih perlu terus ditingkatkan agar mampu mengimbangi pertumbuhan kawasan industri serta peningkatan volume distribusi barang. Kepadatan arus logistik terkadang memicu antrean kapal yang berdampak pada jadwal pengiriman produk ke pasar global.
"Tanjung Emas memang membantu aktivitas ekspor. Tetapi ritme pergerakan barang belum secepat pelabuhan besar seperti Jakarta atau Surabaya. Kadang masih ada antrean kapal," ujarnya.
Dia berharap, pengembangan infrastruktur pelabuhan dapat terus dilakukan, termasuk peningkatan konektivitas transportasi menuju kawasan pelabuhan. Menurutnya, kelancaran akses distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Sinyal Positif
Pakar ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Bhimo Rizky Samudro, menilai surplus perdagangan yang terus berlanjut menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing yang baik di pasar internasional. Capaian tersebut tidak terlepas dari peran sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.
"Surplus perdagangan merupakan sinyal yang baik karena menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing di pasar internasional. Ini juga mencerminkan sektor industri pengolahan kita tetap mampu menjadi penggerak ekspor nasional," katanya.
Pertumbuhan ekspor menunjukkan industri manufaktur masih mampu menjaga produktivitas dan daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, ketergantungan terhadap bahan baku impor masih menjadi tantangan karena dapat membatasi nilai tambah industri nasional.
Di sisi lain, meningkatnya impor bahan baku dan barang modal mencerminkan aktivitas produksi serta investasi industri dalam negeri masih terus berjalan. Bhimo menilai masa depan perdagangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan industri menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga oleh efisiensi sistem logistik nasional.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan konektivitas distribusi yang mampu menghubungkan pusat produksi dengan pasar domestik maupun global secara cepat dan efisien. "Pelabuhan peti kemas merupakan infrastruktur strategis bagi perdagangan Indonesia. Ketika pelabuhan bekerja secara efisien, distribusi barang menjadi lebih cepat dan daya saing produk nasional juga meningkat," jelasnya.
Menurutnya, penguatan logistik tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi digital untuk mempercepat distribusi, meningkatkan akurasi layanan, dan menekan biaya operasional.
Pengembangan teknologi pendukung juga diperlukan untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ke pasar tujuan. Surplus perdagangan yang berkelanjutan menjadi sinyal positif bagi ekonomi nasional.
Namun, kata dia, menjaga momentum tersebut membutuhkan penguatan sektor industri, perdagangan, serta logistik melalui peningkatan kapasitas pelabuhan, efisiensi distribusi, dan pemanfaatan teknologi.
Dengan posisi strategis di jalur perdagangan dunia dan didukung pasar domestik yang besar, Indonesia memiliki peluang memperkuat peran sebagai pusat perdagangan dan logistik kawasan Asia. Pertumbuhan industri, peningkatan ekspor, serta sistem logistik yang semakin efisien akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (K24)
Pelindo
Arus logistik RI menunjukkan tren positif dengan surplus perdagangan USD5,64 miliar, Ekspor tumbuh berkat sektor industri pengolahan dan dukungan pelabuhan. [1,040] url asal
#surplus-neraca-dagang #arus-logistik #ekspor-indonesia #impor-bahan-baku #pelabuhan-tanjung-emas #pelindo #wonosobo #uni-eropa #quay-container-crane #amerika-serikat #bps #bhimo-rizky-samudro #ar
(CNN Indonesia - Ekonomi) 22/06/26 17:47
v/256503/
Arus logistik nasional terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya aktivitas perdagangan Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
Kondisi tersebut tercermin dari kinerja ekspor dan impor yang masih tumbuh, dengan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD5,64 miliar sepanjang Januari-April 2026.
Data dari BPS, pada periode Januari-April 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas menjadi penopang utama dengan nilai USD87,74 miliar.
Kinerja tersebut tidak lepas dari kontribusi sektor industri pengolahan yang terus menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Selama Januari-April 2026, BPS mencatat sektor industri pengolahan memberikan kontribusi ekspor senilai USD75,57 miliar.
Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar selama Januari-April 2026, dengan nilai USD22,76 miliar, disusul Amerika Serikat USD10,17 miliar, dan India USD6,14 miliar. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD17,70 miliar dan USD6 miliar.
Sementara itu, Jawa Tengah turut memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nasional dengan nilai mencapai USD4,5 miliar pada periode Januari-April 2026.
Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah, Ade Siti Muksodah, mengatakan sejumlah komoditas menjadi andalan ekspor daerah, antara lain produk kayu dan turunannya dari wilayah Temanggung serta Wonosobo, produk rajut, hingga gula aren atau brown sugar.
Namun, aktivitas ekspor masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kenaikan biaya logistik hingga tingginya ketergantungan industri terhadap bahan baku impor. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap biaya produksi dan daya saing produk ekspor.
"Sekitar 70 persen bahan baku kita masih impor di negara China dan beberapa negara lainnya di Asia Timur. Beberapa bahan baku plastik itu naik yang otomatis mempengaruhi perdagangan ekspor di negara kita," ujar perempuan yang akrab disapa Ade dikutip Senin (22/6).
Ade menilai peningkatan kapasitas dan layanan logistik di Pelabuhan Tanjung Emas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekspor.
Pembenahan fasilitas serta penambahan peralatan operasional, khususnya untuk mendukung proses bongkar muat dan pengelolaan peti kemas, dinilai mampu memperlancar arus distribusi barang.
"Peran Pelabuhan Tanjung Emas sangat signifikan. Perputaran ekonomi dan logistik berawal dari pelabuhan. Jalur paling mudah dan mendasar untuk ekspor dan impor melalui jalur laut," ungkap Ade.
Diperlukan penguatan iklim usaha untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperluas akses pasar ekspor. Pelaku usaha juga masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya biaya logistik yang menjadi salah satu faktor penghambat daya saing ekspor.
Selain itu, dinamika geopolitik global, kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), hingga perubahan kebijakan perpajakan turut menjadi perhatian pelaku industri karena dapat mempengaruhi perencanaan bisnis dan aktivitas perdagangan.
Arus Peti Kemas Internasional Meningkat
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra mengatakan terjadi peningkatan arus peti kemas internasional di TPK Semarang. Pada periode Januari-Mei 2026 tercatat 382.093 TEUs atau meningkat sebesar 12,2 persen jika dibandingkat periode yang sama pada 2025 sebanyak 340.535 TEUs.
Dari jumlah tersebut 192.829 TEUs diantaranya adalah peti kemas import dan 189.162 TEUs adalah peti kemas eksport.
"Arus peti kemas import di TPK Semarang sendiri tumbuh 10,7 persen, sementara untuk peti kemas eksport tumbuh 13,72 persen dari tahun sebelumnya," terang Widyaswendra.
Pihaknya menyebut arus peti kemas di TPK Semarang terus tumbuh seiring perkembangan industri yang ada di Jawa Tengah. Perseroan mencatat tahun 2023 arus peti kemas yang melalui TPK Semarang sebanyak 781.841 TEUs, tahun 2024 sebanyak 895.904 dan tahun 2025 lalu tercatat lebih dari 1 juta TEUs.
Merespons pertumbuhan tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas menyiapkan sejumlah langkah. Antara lain penambahan tambatan dermaga sepanjang 275 meter, penambahan lapangan penumpukan, hingga penambahan empat unit alat bongkat muat jenis quay container crane (QCC).
"Saat ini empat unit alat baru tersebut (QCC) dalam tahap commissioning and testing, untuk memastikan segala aspek baik secara operasional dan safety dapat terpenuhi. Kami menargetkan alat tersebut dapat segera beroperasi untuk melayani pelanggan," ucapnya.
Beberapa komoditas eksport yang melalui TPK Semarang adalah produk dari kayu, pakaian, alas kaki, produk olahan laut seperti ikan, krustasea, dan moluska, dan beberapa komoditas lainnya. Sementara untuk produk import diantaranya adalah mesin industri, peralatan mesin listrik, kendaraan dan bagiannya.
Logistik & Teknologi Menjadi Kunci
Pengusaha garmen asal Semarang, Deddy Mulyadi, mengatakan Pelabuhan Tanjung Emas memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekspor produknya ke sejumlah pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.
Namun, menurut Deddy, kapasitas dan layanan pelabuhan masih perlu terus ditingkatkan agar mampu mengimbangi pertumbuhan kawasan industri serta peningkatan volume distribusi barang. Kepadatan arus logistik terkadang memicu antrean kapal yang berdampak pada jadwal pengiriman produk ke pasar global.
"Tanjung Emas memang membantu aktivitas ekspor. Tetapi ritme pergerakan barang belum secepat pelabuhan besar seperti Jakarta atau Surabaya. Kadang masih ada antrean kapal," ujarnya ketika dihubungi, Kamis (18/6).
Deddy berharap pengembangan infrastruktur pelabuhan dapat terus dilakukan, termasuk peningkatan konektivitas transportasi menuju kawasan pelabuhan. Menurutnya, kelancaran akses distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Sementara Pakar ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Bhimo Rizky Samudro, menilai surplus perdagangan yang terus berlanjut menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing yang baik di pasar internasional. Capaian tersebut tidak terlepas dari peran sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.
"Surplus perdagangan merupakan sinyal yang baik karena menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing di pasar internasional. Ini juga mencerminkan sektor industri pengolahan kita tetap mampu menjadi penggerak ekspor nasional," katanya.
Pertumbuhan ekspor menunjukkan industri manufaktur masih mampu menjaga produktivitas dan daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, ketergantungan terhadap bahan baku impor masih menjadi tantangan karena dapat membatasi nilai tambah industri nasional.
Di sisi lain, meningkatnya impor bahan baku dan barang modal mencerminkan aktivitas produksi serta investasi industri dalam negeri masih terus berjalan.
Bhimo menilai masa depan perdagangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan industri menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga oleh efisiensi sistem logistik nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan konektivitas distribusi yang mampu menghubungkan pusat produksi dengan pasar domestik maupun global secara cepat dan efisien.
"Pelabuhan peti kemas merupakan infrastruktur strategis bagi perdagangan Indonesia. Ketika pelabuhan bekerja secara efisien, distribusi barang menjadi lebih cepat dan daya saing produk nasional juga meningkat," jelasnya ketika dihubungi, Kamis (18/6).
Penguatan logistik tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi digital untuk mempercepat distribusi, meningkatkan akurasi layanan, dan menekan biaya operasional. Pengembangan teknologi pendukung juga diperlukan untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ke pasar tujuan.
JELAJAH LEBARAN 2026: Pelni Cabang Semarang Tambah Armada dan Kapasitas Hadapi Arus Mudik
Pelni Semarang menambah armada dan kapasitas hingga 40% untuk arus mudik Lebaran 2026, dengan layanan digital dan diskon tiket 30% untuk kenyamanan penumpang. [559] url asal
#pelni-semarang #arus-mudik-2026 #penambahan-armada-pelni #kapasitas-penumpang-pelni #pelabuhan-tanjung-emas #mudik-lebaran-pelni #kapal-pelni-semarang #peningkatan-kapasitas-pelni #layanan-digital-pel
(Bisnis.Com - Terbaru) 18/03/26 18:30
v/168477/
Bisnis.com, SEMARANG — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI Cabang Semarang memperkuat kesiapan dalam menyambut arus mudik Lebaran 2026. Langkah strategis ini mencakup penambahan armada, peningkatan kapasitas penumpang, hingga digitalisasi layanan guna menjamin kenyamanan dan keselamatan pemudik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Fokus perusahaan tertuju pada pemenuhan standar fasilitas dan operasional pelayanan di atas kapal selama periode sibuk tersebut.
Kepala Cabang Pelni Semarang, Yuniati Fatimah, menegaskan bahwa seluruh armada telah melewati proses pemeriksaan kelaikan secara menyeluruh.
"PELNI sendiri dalam menyambut arus mudik 2026 ini, seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa kami sudah memastikan kondisi armada kami dalam keadaan baik, bahkan sudah dilakukan ramp check," ujarnya saat ditemui Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia pada Senin (16/3/2026).
Periode angkutan mudik ditetapkan berlangsung mulai 6 Maret 2026 hingga 6 April 2026. Secara nasional, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 2 April 2026.
Khusus di Semarang, kedatangan pemudik dari Kalimantan diprediksi mencapai titik tertinggi pada 18 Maret 2026 dengan arus balik dimulai pada 28 Maret 2026, sesuai dengan pola pergerakan penumpang tahunan.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang signifikan, Pelni telah mengantongi izin dispensasi dari Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kapasitas angkut kapal sepanjang periode mudik.
"Kami sudah meminta dispensasi kepada Kemenhub [Kementerian Perhubungan] sehingga kapasitas penumpang akan bertambah dibanding normal kurang lebih 30%—40%," tambah Yuniati.
Sebagai respons terhadap dinamika penumpang di Jawa Tengah, Pelni menambah alokasi kapal yang bersandar di Semarang. Jika pada hari biasa hanya mengoperasikan dua armada, pada periode Lebaran ini jumlahnya ditingkatkan menjadi lima armada.
Penambahan tiga kapal tambahan ini bertujuan untuk mengakomodasi estimasi total penumpang yang diprediksi mencapai rentang 12.000 hingga 15.000 orang selama masa angkutan Lebaran.
Data terkini menunjukkan pergerakan penumpang mulai menunjukkan tren kenaikan yang stabil. Hingga hari ini, KM Leuser yang tiba dari Sampit telah menurunkan 1.114 penumpang di Semarang.
Secara akumulatif sejak 6 Maret 2026, tercatat sebanyak 7.600 penumpang telah tiba menggunakan kapal Pelni, sementara sekitar 500 orang telah diberangkatkan menuju berbagai wilayah di Pulau Kalimantan dari Pelabuhan Tanjung Emas.

Peningkatan aspek kenyamanan menjadi prioritas evaluasi berkala manajemen dalam setiap momen hari raya. Salah satu inovasi yang menonjol tahun ini adalah penyediaan layanan internet di tengah laut untuk menghapus kejenuhan penumpang.
"Kalau kemarin-kemarin penumpang berlayar tidak ada sinyal, sekarang sudah ada Sea Wifi sehingga penumpang bisa terus terhubung dimanapun mereka berada," jelas Yuniati.
Kemudahan akses tiket juga diperluas melalui integrasi dengan berbagai platform digital, termasuk aplikasi perbankan dan dompet digital. Langkah ini melengkapi kanal konvensional seperti situs web resmi PELNI dan jaringan ritel modern.
Tujuannya adalah memastikan masyarakat dapat memperoleh tiket tanpa perlu mengantre secara fisik di loket pelabuhan yang berisiko menimbulkan penumpukan massa.
Selain kemudahan akses, terdapat program stimulus berupa diskon tiket sebesar 30% hasil kerja sama antara PELNI dan Kementerian Perhubungan. Program yang berlaku hingga 5 April 2026 ini menyediakan total kuota nasional mencapai 450.000 tiket.
Penumpang yang melakukan transaksi melalui aplikasi akan mendapatkan potongan harga secara otomatis sesuai dengan ketentuan kuota yang masih tersedia.
Yuniati berharap seluruh rangkaian mudik tahun 2026 dapat berjalan lancar sesuai dengan standar keselamatan pelayaran nasional.
"Seperti tagline mudik aman mudik nyaman, kami berharap semua penumpang Pelni bisa nyaman dan selamat sampai tujuan. Tidak ada kendala apapun. Kami juga berharap penumpang bisa lebih bijak untuk mencari tiket melalui platform resmi Pelni dan jangan sampai terlambat untuk tiba di dermaga," pungkasnya. (*)
JELAJAH LEBARAN 2026: Penumpang Angkutan Laut di Tanjung Emas Dimanjakan Beragam Fasilitas
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tingkatkan layanan mudik 2026 dengan armada tambahan, Sea Wifi, dan diskon tiket 30% untuk pengalaman mudik aman dan nyaman. [458] url asal
#angkutan-laut #pelabuhan-tanjung-emas #mudik-lebaran #fasilitas-penumpang #transportasi-laut #armada-pelni #sea-wifi #diskon-tiket #aplikasi-perbankan #dompet-digital #rute-kumai-semarang #arus-mudik
(Bisnis.Com - Terbaru) 18/03/26 17:44
v/168455/
Bisnis.com, SEMARANG — Gelombang arus mudik Lebaran 1447 H di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, disambut dengan wajah baru layanan transportasi laut yang lebih modern dan inklusif.
Transformasi digital serta peningkatan kapasitas armada menjadi kunci utama dalam memastikan pengalaman pulang kampung yang aman dan berkesan bagi ribuan masyarakat.
Kegembiraan menyambut hari raya terpancar jelas dari para penumpang yang mulai memadati dermaga sejak pekan kedua Maret 2026.
Ishak, seorang pemudik asal Sampit, Kalimantan Tengah, mengungkapkan kepuasannya saat menepi di Semarang menggunakan armada KM Leuser pada Senin (16/3/2026) malam.
"Kami naik dari Sampit, bersama kawan-kawan rombongan tempat kerja 90 orang. Ini baru sekali naik KM Leuser, biasanya kapal lain. Dari fasilitas sama saja, tapi karena musim mudik jadi lebih ramai. Semoga setiap tahun moda transportasinya makin lancar," tutur Ishak saat ditemui Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia di area debarkasi.
Antusiasme penumpang seperti Ishak direspons positif oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) melalui penguatan infrastruktur layanan.
Kepala Cabang PELNI Semarang, Yuniati Fatimah, menegaskan bahwa pada periode mudik tahun ini, pihaknya melakukan lompatan signifikan dalam hal penyediaan armada dan kualitas pelayanan di atas kapal.
"Evaluasi kami lakukan secara berkala. Kalau kemarin-kemarin penumpang berlayar tidak ada sinyal, sekarang sudah ada Sea Wifi sehingga penumpang bisa terus terhubung di mana pun mereka berada. Kami juga memastikan bahwa makanan, fasilitas, dan hal-hal lain yang mendukung operasional pelayanan sudah terpenuhi dengan baik," ujar Yuniati.
Untuk menjamin ketersediaan kursi bagi masyarakat, Pelni menambah operasional armada di Semarang dari dua kapal menjadi lima kapal selama masa angkutan Lebaran.

Kebijakan ini didukung oleh dispensasi kapasitas dari Kementerian Perhubungan sebesar 30%—40% dari batas normal, yang memungkinkan satu kapal mengangkut hingga 1.400 penumpang demi mengakomodasi lonjakan pemudik dari Kalimantan.
Guna semakin menggairahkan minat masyarakat menggunakan kapal laut, pemerintah juga meluncurkan stimulus berupa diskon tiket sebesar 30%. Program kolaborasi Pelni dan Kemenhub ini menyediakan kuota hingga 450.000 tiket secara nasional.
Yuniati menambahkan bahwa kemudahan akses tiket kini diperluas melalui integrasi aplikasi perbankan dan dompet digital, sehingga masyarakat lebih mudah merencanakan perjalanan mereka.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas mencatat hingga H-8 Idulfitri, pergerakan penumpang baru mencapai angka 6.288 penumpang. Namun demikian, otoritas tetap optimis angka ini akan meningkat tajam saat memasuki puncak arus mudik pada 18-19 Maret 2026.
Fokus rute strategis seperti Kumai—Semarang tetap menjadi urat nadi utama dengan kontribusi ribuan penumpang.
Kesiapan Pelabuhan Tanjung Emas dalam menyambut pemudik juga terlihat dari kelancaran arus kendaraan, di mana mobilitas kendaraan roda empat yang masuk menunjukkan tren positif.
"Sesuai tagline mudik aman mudik nyaman, kami berharap semua penumpang Pelni bisa nyaman dan selamat sampai tujuan. Tidak ada kendala apa pun. Kami juga berharap penumpang bisa lebih bijak untuk mencari tiket melalui platform resmi agar perjalanan semakin terencana," pungkas Yuniati. (*)
Pelindo Tambah 4 Quay Container Crane di TPK Semarang
Pelindo menambah 4 Quay Container Crane di TPK Semarang untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas bongkar muat, mendukung arus logistik di Jawa Tengah [604] url asal
#quay-container-crane #pelindo #tpk-semarang #pelabuhan-tanjung-emas #post-panamax-crane #terminal-petikemas #logistik-jawa-tengah #peningkatan-kapasitas #produktivitas-bongkar-muat #industri-jawa-teng
(Bisnis.Com - Terbaru) 16/03/26 19:42
v/166480/
Bisnis.com, SEMARANG - Empat unit Quay Container Crane (QCC) berukuran post panamax tiba di Pelabuhan Tanjung Emas pada Sabtu (14/3/2026). Kedatangan peralatan bongkar muat berkapasitas besar tersebut akan memperkuat operasional Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang.
Penambahan crane modern ini menjadi langkah strategis PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) untuk meningkatkan kapasitas layanan terminal sekaligus memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Emas sebagai simpul logistik utama di wilayah Jawa Tengah.
Dengan tambahan empat unit tersebut, total QCC di TPK Semarang kini menjadi 10 unit. Penambahan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan terminal dalam melayani kapal peti kemas berukuran besar serta mendorong produktivitas kegiatan bongkar muat di dermaga.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan bahwa crane yang didatangkan merupakan tipe post panamax yang dirancang untuk menangani kapal peti kemas generasi besar dengan produktivitas tinggi.
“Crane ini memiliki jangkauan (outreach) sekitar 60 meter sehingga mampu menjangkau lebih dari 16 baris petikemas dari sisi kapal,” ujar Nyoman.
Selain itu, crane tersebut memiliki kapasitas angkat hingga sekitar 65 ton menggunakan spreader serta dilengkapi sistem hoisting berkecepatan tinggi. Teknologi ini memungkinkan proses bongkar muat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Menurut Nyoman, penambahan peralatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan terminal.
“Penambahan QCC ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas operasional terminal. Dengan dukungan peralatan yang lebih modern, kami optimistis pelayanan kepada pengguna jasa akan semakin optimal serta mampu mengakomodasi pertumbuhan arus peti kemas di Semarang dan wilayah sekitarnya,” ujarnya.
Setelah kapal pengangkut bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, keempat unit crane tersebut akan menjalani proses rolling off menuju area terminal. Selanjutnya, crane akan melalui tahapan instalasi, pengujian sistem (commissioning), serta integrasi dengan sistem operasional terminal sebelum dioperasikan secara penuh.
Industri Tumbuh, Arus Peti Kemas Diproyeksikan Naik
Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Teguh Arif Handoko, menilai pertumbuhan aktivitas industri di sejumlah kawasan industri di Jawa Tengah berpotensi mendorong peningkatan arus peti kemas melalui Pelabuhan Tanjung Emas.
“Kami yakin kenaikan throughput pada 2026 minimal dapat mencapai 10 persen. Sejumlah kawasan industri seperti Kawasan Industri Terpadu Batang, Kendal Industrial Park, serta Jatengland terus meningkatkan produksi untuk tenant baru maupun yang sudah lama beroperasi. Informasi sebelumnya menunjukkan bahwa produksi perusahaan manufaktur di kawasan tersebut masih berada di kisaran 25 persen kapasitas. Ini menjadi tantangan besar bagi Jawa Tengah, termasuk bagi pengembangan infrastruktur logistik agar mampu mendukung arus barang yang terus meningkat,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, Pelabuhan Tanjung Emas saat ini menjadi pelabuhan utama di Jawa Tengah yang diandalkan oleh pemilik barang maupun pelaku logistik karena dinilai memiliki kemampuan layanan pengiriman yang efektif dan efisien.
“Dengan hadirnya QCC baru di Pelabuhan Tanjung Emas, proses bongkar muat peti kemas dipastikan dapat berlangsung lebih cepat sehingga peningkatan throughput yang terjadi dapat terlayani dengan baik. Apalagi Tanjung Emas memiliki letak yang sangat strategis untuk mendukung distribusi barang di Jawa Tengah,” kata Teguh.
Sementara itu, dari pihak pelayaran, Manager Operasi PT Tresna Muda Sejati (TMS) Cabang Semarang, Yudi Purwanto, menilai penambahan crane di Terminal Petikemas Semarang akan berdampak positif terhadap efisiensi layanan kapal di terminal.
“Kami berharap dengan adanya tambahan crane ini, proses bongkar muat kapal dapat berlangsung lebih cepat sehingga waktu tunggu kapal dapat ditekan. Dengan meningkatnya produktivitas layanan di TPK Semarang, waktu tinggal kapal (port stay) di pelabuhan bisa lebih singkat dan pelayanan menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kinerja layanan tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan pelayaran untuk menambah aktivitas operasional maupun membuka potensi layanan (service) baru di TPK Semarang.
Kehadiran empat QCC baru ini diharapkan semakin memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Emas sebagai gerbang logistik utama di Jawa Tengah serta mendukung kelancaran arus perdagangan domestik maupun internasional.
Kopi Robusta Pekalongan Tembus Pasar Yunani
Kopi Robusta Pekalongan diekspor ke Yunani, didukung BI Tegal untuk meningkatkan daya saing UMKM dan stabilitas ekonomi lokal. [586] url asal
#kopi-robusta #kopi-pekalongan #ekspor-kopi #pasar-yunani #bank-indonesia #umkm-ekspor #robusta-pekalongan #kopi-indonesia #pelabuhan-tanjung-emas #kub-lumbung-kopi #petani-kopi #pasar-internasional
(Bisnis.Com - Terbaru) 10/03/26 11:25
v/160181/
Bisnis.com, SEMARANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal secara resmi memfasilitasi pelepasan ekspor 19,8 ton komoditas kopi Robusta asal Kabupaten Pekalongan ke Yunani pada Senin (9/3/2026). Komoditas kopi tersebut dijadwalkan akan dikapalkan melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dengan tujuan utama Pelabuhan Thessaloniki, Yunani.
Produk petani Pekalongan tersebut direncanakan akan didistribusikan lebih lanjut menuju pasar Macedonia. Ekspor ini bukan sekadar pengiriman komoditas mentah, melainkan representasi dari peningkatan daya saing produk lokal di tengah standarisasi global yang kian ketat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mendorong UMKM naik kelas. "Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong UMKM berorientasi ekspor serta memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah," ujar Bimala dalam keterangan resminya.
Bimala menyebut bahwa penetrasi ke pasar Yunani menjadi tolok ukur penting bagi kualitas kopi Robusta Indonesia di mata dunia. Adapun catatan performa ekspor kopi asal Pekalongan menunjukkan tren yang sangat positif dan konsisten.
Sebelumnya, pada periode November 2025, volume ekspor kopi Robusta dari wilayah ini ke Yunani telah mencapai angka signifikan yakni 59,4 ton. Jumlah tersebut dikirimkan menggunakan tiga kontainer biji kopi hijau (green bean).
KUB Lumbung Kopi Nusantara menjadi eksportir yang sukses menembus pasar Yunani tersebut. Kelompok tani binaan KPwBI Tegal tersebut berada di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Kelompok ini mengelola lahan seluas 60 hektare (Ha) di kawasan perhutanan sosial Perhutani KPH Pekalongan Timur. Diversifikasi produk yang mereka tawarkan mencakup green bean, roasted bean, hingga kopi bubuk siap konsumsi.
Bimala menekankan bahwa pencapaian ini adalah buah dari proses panjang yang melelahkan.
"Keberhasilan ekspor dalam skala kontainer ini menjadi tonggak penting bagi kopi Pekalongan dalam menembus pasar internasional. Capaian tersebut mencerminkan peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, serta kesiapan UMKM kopi daerah untuk bersaing di pasar global," tambahnya secara mendalam.
KUB Lumbung Kopi Nusantara tercatat telah menjadi mitra binaan KPwBI Tegal sejak tahun 2024. Selama masa pembinaan, mereka menjalani serangkaian program penguatan kapasitas yang sangat intensif.
Beberapa di antaranya meliputi Pelatihan Pascapanen Kopi di Purwokerto (2024), Kurasi dan Pelatihan Standar Mutu Greenbean di Jakarta (2025), hingga partisipasi aktif dalam ajang Java Coffee & Flavour Festival di Surabaya (2025).
Keterlibatan mereka dalam Export Coaching Program (ECP) yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan KPwBI Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada 2025 silam menjadi kunci pembuka gerbang ekspor.
Pelatihan peningkatan mutu greenbean di Padang (2025) juga turut menyempurnakan standar produk mereka agar sesuai dengan ekspektasi pembeli mancanegara yang sangat selektif.
Pada ajang Java Coffee & Flavour Festival 2025 di Surabaya, KUB Lumbung Kopi Nusantara berhasil meraih Juara I QRIS Racing dan Harapan I Kopi Bersuara. Prestasi ini semakin memperkokoh citra kopi Pekalongan sebagai produk yang tidak hanya unggul secara kualitas fisik, tetapi juga adaptif terhadap ekosistem digital modern.
Dari sisi kebijakan makroekonomi, peran Bank Indonesia dalam memfasilitasi ekspor ini sejalan dengan mandat menjaga kestabilan nilai Rupiah.
"Bank Indonesia memiliki tugas utama mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah, baik terhadap barang dan jasa (inflasi) maupun terhadap mata uang asing, melalui tiga pilar kebijakan, yaitu kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan," jelas Bimala.
Pengembangan klaster UMKM komoditas unggulan daerah yang dijalankan Bank Indonesia sejak tahun 2006 terbukti menjadi instrumen efektif dalam memperkuat ekonomi regional. Bimala menjelaskan bahwa Dengan mendorong penguatan klaster petani kopi, peningkatan kualitas produksi, serta fasilitasi akses pasar domestik dan global, BI berupaya menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh di tingkat akar rumput.
"Ekspor kopi Robusta Pekalongan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perolehan devisa negara, peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan ekonomi nasional berbasis komoditas unggulan daerah," tutup Bimala.
Arus Logistik Meroket Jelang Lebaran, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
Arus logistik di Jawa Timur dan Jawa Tengah diprediksi melonjak hingga 130% jelang Lebaran 2026. Pelindo dan ALFI siap antisipasi kepadatan di pelabuhan. [796] url asal
#logistik-lebaran #arus-logistik #pelabuhan-tanjung-perak #pelabuhan-tanjung-emas #bongkar-muat #peti-kemas #terminal-petikemas #pelindo-terminal #arus-barang #gudang-ekspor #kontainer-ekspor #bea-cuka
(Bisnis.Com - Terbaru) 06/03/26 08:04
v/156678/
Bisnis.com, SURABAYA – Arus logistik nasional diprediksi menunjukkan tren peningkatan jelang Lebaran 2026. Wilayah dengan aktivitas peti kemas yang diprakirakan melonjak antara lain adalah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Para pelaku usaha logistik serta pemangku kepentingan terkait disebut telah mempersiapkan berbagai strategi maupun kebijakan khusus guna memastikan arus logistik tetap lancar jelang Lebaran tiba.
Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jatim Sebastian Wibisono menjelaskan lonjakan arus logistik jelang Lebaran memang tidak bisa dihindari.
Volume arus logistik Lebaran diprediksi bakal meroket hingga 80% karena status Surabaya sebagai jalur transit ke wilayah Indonesia Timur. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan akan normal kembali usai April.
"Kebetulan saat Nataru, Imlek, dan Idulfitri waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang tinggi. Saat Imlek, banyak impor turun ke sini, lalu didistribusikan ke wilayah, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," beber Wibi, Kamis (5/3/2026).
Guna mengantisipasi penumpukan, ALFI Jatim telah menerapkan strategi pengalihan lokasi. Wibi menjelaskan gudang yang biasanya digunakan untuk ekspor oleh para pelaku usaha bakal dimanfaatkan sementara waktu untuk menampung barang impor.
Kebijakan tersebut, lanjut dia, secara resmi diperbolehkan untuk dijalankan oleh para pelaku usaha logistik usai koordinasi dan memperoleh perizinan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar arus logistik tetap lancar.
Ia menjelaskan lonjakan arus logistik tahun lalu di Surabaya mencapai 103%. Namun, hal tersebut dapat diantisipasi dengan memindahkan kontainer ke storage domestik maupun depo yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti.
"Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada 2 terminal utama, Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya," ujar dia.
Selanjutnya, Ketua ALFI Jateng-DIY Teguh Arif Handoko mengungkapkan volume kargo jelang Lebaran 2026 telah melonjak naik hingga sekitar 130%.
Ia menjelaskan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kenaikan kargo membuat rotasi kontainer yang biasanya rata-rata sekitar 2.800 unit per hari meningkat menjadi 3.000 unit per hari.
Selain momentum Lebaran, ALFI Jateng menyoroti tren pertumbuhan aktivitas logistik itu juga disebabkan oleh menjamurnya aktivitas investasi industri di Jawa Tengah, seperti di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang secara multiplier mendorong peningkatan throughput di Pelabuhan Tanjung Emas.
"Tahun 2023 sekitar 700.000 TEUs, 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. Ini signifikan, walaupun perusahaan di kawasan industri KIK dan KITB baru sekitar 20% yang sudah produksi dan beroperasi," papar Teguh.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi menyatakan peningkatan aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Emas menjadi sinyal membaiknya roda perekonomian di kawasan regional.
Volume bongkar muat tercatat naik seiring dengan meningkatnya kegiatan konsumsi masyarakat saat Imlek, yang berlanjut menjelang Lebaran.
Frans membeberkan volume bongkar muat saat ini diperkirakan naik sekitar 20% bila dibanding hari biasa. Apindo Jateng juga memprediksi bahwa sekitar 10 hari sebelum Lebaran, lonjakan aktivitas bongkar muat dapat menyentuh kisaran 25%.
"Sejak Desember sudah terlihat ada peningkatan aktivitas bongkar muat di sana. Ini akan terus meningkat mendekati Lebaran, dengan kenaikan sekitar 25% dibanding hari biasa," tutur Frans.
Menurut Frans, komoditas yang mendominasi peningkatan arus barang di antaranya adalah kebutuhan konsumsi musiman, seperti bahan pangan, produk fesyen, hingga pernak-pernik lebaran.
Dia mengeklaim dampaknya cukup positif bagi UMKM maupun ritel karena perputaran uang relatif berlangsung lebih cepat.
Hingga saat ini, Frans mengaku belum menerima laporan dari anggota Apindo Jateng mengenai antrean di terminal peti kemas, khususnya di Pelabuhan Tanjung Emas, yang umumnya disebabkan oleh penumpukan aktivitas bongkar muat.
"Sejauh ini, kegiatan operasional pelabuhan relatif lancar, sebab Pelindo Terminal Petikemas memiliki pengalaman saat menangani peningkatan arus barang tersebut," ucapnya.
PT Pelindo Terminal Petikemas pun telah melakukan persiapan di sejumlah terminal yang dikelola guna mengantisipasi kepadatan maupun antrean bongkar muat di lapangan.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menjelaskan dengan sistem operasi terminal yang digunakan saat ini pihaknya dapat merencanakan pelayanan bongkar muat kapal peti kemas sejak jauh-jauh hari.
Dia mengungkapkan terminal dapat memprediksi tingkat kepadatan tambatan di dermaga (berth occupancy ratio) serta tingkat kepadatan lapangan penumpukan peti kemas (yard occupancy ratio).
"Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas karena kurang lebih selama 16 hari, peti kemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan barang," ujar Widyaswendra.
Pengelola terminal bersama para pihak terkait juga menyiapkan lokasi overbrengen (pindah lokasi penumpukan) sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan di dalam area terminal. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar kegiatan bongkar muat di area terminal peti kemas.
Selama libur Hari Raya Idulfitri 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas menegaskan operasional terminal tetap berlangsung penuh selama 24 jam dalam 7 hari. Kegiatan pelayanan tetap berlangsung sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang dilakukan.
"Kami mengimbau kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system untuk meminimalkan kepadatan dan terjadinya kemacetan di jalan raya saat akan melakukan pengiriman maupun pengambilan peti kemas sebelum libur dan setelah libur lebaran," pungkasnya.
Ini Respon Pengusaha Jateng Soal Pembatasan Angkutan Lebaran
Pengusaha truk Jateng siap patuhi pembatasan angkutan Lebaran 2026 untuk stabilitas lalu lintas, meski khawatir dampak kapasitas pelabuhan Tanjung Emas. [511] url asal
#angkutan-lebaran #pembatasan-angkutan #pengusaha-jateng #aptrindo-jateng #regulasi-angkutan #hari-raya-idulfitri #surat-keputusan-bersama #pelabuhan-tanjung-emas #krisis-kapasitas-pelabuhan #dwelling
(Bisnis.Com - Terbaru) 06/03/26 06:07
v/156615/
Bisnis.com, SEMARANG - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah-DI Yogyakarta menyatakan kesiapannya dalam mematuhi regulasi pembatasan operasional angkutan barang menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah guna menjaga stabilitas arus lalu lintas nasional.
Bambang Widjanarko, Ketua DPD Aptrindo Jateng-DI Yogyakarta, mengungkapkan bahwa koordinasi tahun ini berjalan jauh lebih efektif dibandingkan periode sebelumnya.
Pemerintah dinilai telah memberikan kepastian regulasi melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) dalam jangka waktu yang cukup ideal bagi para pengusaha untuk melakukan penyesuaian jadwal operasional armada.
"Kami mengikuti anjuran ketum aptrindo untuk menaati imbauan SKB karena SKBnya juga diberikan satu bulan sebelum Ramadan, atau 2 bulan sebelum Idulfitri. Kami memiliki persiapan waktu yang lebih cukup dibanding SKB sebelumnya yang terbitnya mendadak sekali," ujar Bambang Widjanarko dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (4/3/2026) di Kota Semarang.
Pembatasan angkutan Lebaran 2026 dijadwalkan berlangsung selama 16 hari, terhitung mulai tanggal 13-29 Maret 2026.
Durasi pembatasan yang dimulai lebih awal ini merupakan langkah antisipasi terhadap potensi pergerakan pemudik yang diprediksi meningkat seiring dengan adanya hari libur nasional Nyepi yang berdekatan dengan momentum Ramadan.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DPC Aptrindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Supriyono, menegaskan bahwa seluruh anggota asosiasi akan mengikuti arahan pengurus untuk bersikap kooperatif.
"Sesuai arahan DPP Aptrindo, untuk masa libur lebaran 2026 ini Aptrindo ikut aturan pemerintah. Kita ingat tahun lalu Aptrindo ramai-ramai demo di Jakarta, dimana-mana, tapi tahun ini kita tidak ada demo, penolakan, kita ikuti SKB," tegasnya.
Namun, di balik kepatuhan tersebut, sektor logistik di Jawa Tengah masih dibayangi oleh krisis kapasitas di Pelabuhan Tanjung Emas. Supriyono mengungkapkan bahwa kondisi pelabuhan saat ini berada dalam tingkat kepadatan yang sangat tinggi.
Kepadatan ini telah menyebabkan masa tunggu kapal (dwelling time) membengkak hingga lebih dari 5 hari.
Kondisi tersebut dipicu oleh pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan di wilayah Jawa Tengah, terutama dengan masifnya aktivitas industri di Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal.
Arus barang yang terus mengalir dari kawasan industri tersebut tidak sebanding dengan kapasitas penampungan di pelabuhan yang mulai terbatas.
Kekhawatiran utama para pengusaha muncul pada periode pasca-lebaran. Mengingat operasional kapal dan aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap berjalan selama hari libur, tumpukan kontainer diprediksi akan semakin menggunung sementara distribusi keluar pelabuhan terhenti akibat pembatasan truk.
"Yang saya takutkan nanti habis lebaran terjadi kemacetan di pelabuhan, sekarang saja sudah sangat crowded apalagi selama libur, truk dan kapal tetap bekerja, tetap masuk semarang dan bongkar muat di pelabuhan. Jadi tidak ada libur angkutan kapal, hanya di hari H," jelas Supriyono.
Kondisi ini berpotensi memicu pembengkakan biaya bagi para pelaku ekspor dan impor di Jawa Tengah. Kontainer yang mengendap di pelabuhan lebih dari 3 hari akan dikenakan tarif progresif serta biaya sewa kontainer (deturrage) yang cukup tinggi dari pihak pelayaran jika melebihi batas waktu yang ditentukan.
Pihak Aptrindo berharap pemerintah dan otoritas pelabuhan dapat memberikan relaksasi atau solusi manajemen arus barang agar kebijakan pembatasan angkutan di jalan raya tidak justru membebani daya saing industri akibat biaya logistik yang tidak terkendali di area pelabuhan selama masa transisi Lebaran 2026.
Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
Di Pelabuhan Tanjung Emas, kenaikan kargo membuat rotasi kontainer meningkat, dari rata-rata 2.800 unit per hari menjadi 3.000 unit per hari. [1,008] url asal
#tanjung-perak #pertumbuhan-ekonomi #tanjung-emas #pelindo-terminal-petikemas #arus-logistik #lebaran-2026
(Kompas.com - Money) 05/03/26 15:58
v/156134/
KOMPAS.com - Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus logistik tetap lancar.
Peningkatan arus logistik di antaranya terjadi di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).
Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jateng-DIY Teguh Arif Handoko menyebutkan bahwa volume kargo naik sekitar 130 persen.
Di Pelabuhan Tanjung Emas, kenaikan kargo membuat rotasi kontainer meningkat, dari rata-rata 2.800 unit per hari menjadi 3.000 unit per hari.
Selain momentum Lebaran, ALFI Jateng menilai bahwa pertumbuhan aktivitas logistik juga didongkrak oleh tingginya investasi industri di Jateng, seperti di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang mendorong peningkatan throughput di Pelabuhan Tanjung Emas.
"Tahun 2023 sekitar 700.000 twenty-foot equivalent unit (TEUs), 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. (Peningkatan) ini signifikan, walaupun perusahaan di KIK dan KITB baru sekitar 20 persen yang sudah produksi dan operasi," ujar Teguh dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (5/3/2026).
Strategi hadapi lonjakan di Tanjung Perak
Kepadatan arus logistik jelang Lebaran mendorong ALFI Jatim menyiapkan strategi khusus. Salah satunya dengan mengalihkan storage ekspor untuk menampung barang impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sementara waktu.
Ketua ALFI Jatim Sebastian Wibisono mengatakan bahwa lonjakan arus logistik memang tidak bisa dihindari menjelang Lebaran.
Pria yang akrab disapa Wibi itu memprediksi volume arus logistik akan meningkat 80 persen. Terlebih, Surabaya kerap menjadi jalur transit ke wilayah Timur. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan kembali normal setelah April.
"Kebetulan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Imlek, serta Idul Fitri waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang tinggi. Waktu Imlek banyak impor turun ke sini, lalu didistribusikan ke wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," jelas Wibi.
Untuk mengantisipasi penumpukan, ALFI Jatim menerapkan strategi pengalihan lokasi. Gudang yang biasanya digunakan untuk ekspor akan dimanfaatkan sementara waktu untuk menampung barang impor.
Strategi tersebut diterapkan setelah berkoordinasi dan mengantongi izin Bea Cukai agar arus logistik tetap lancar.
"Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada dua terminal utama, yaitu Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya," ungkap Wibi.
Ia memaparkan, lonjakan arus logistik pada 2024 mencapai 103 persen. Namun, hal ini dapat diantisipasi dengan memindahkan kontainer ke storage domestik maupun depo yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti.
Lebih lanjut, Wibi menilai bahwa pelabuhan seperti Tanjung Mas dan Tanjung Perak membutuhkan peningkatan infrastruktur, misalnya perluasan lahan agar lebih banyak titik penyandaran kapal.
Hal serupa juga menjadi perhatian ALFI Jateng. Ketua ALFI/ILFA Jateng-DIY Teguh Arif menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur secara menyeluruh, termasuk fasilitas akses jalan dan depo kontainer, agar operasional logistik di Pelabuhan Tanjung Emas lebih lancar.
ALFI Jateng turut menyoroti peran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dalam mendukung investasi. Teguh berharap, investasi tidak hanya didorong dari sisi penanaman modal, tetapi juga memperhatikan manajemen rantai pasok.
Langkah tersebut penting dilakukan untuk mengontrol alur bongkar muat sekaligus mengurangi antrean kontainer dan barang keluar masuk pelabuhan.
"Jangan hanya memberikan suatu kemudahan investasi tanpa memikirkan manajemen supply chain. Jangan sampai investor bingung saat mengirim barang setelah produksi selesai," kata Teguh.
Upaya antisipasi Pelindo Petikemas
Sebagai upaya antisipasi peningkatan arus logistik jelang Lebaran 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mengaku telah melakukan persiapan di sejumlah terminal yang dikelola.
Corporate Secretary SPTP Widyaswendra mengatakan bahwa sistem operasi terminal yang digunakan saat ini membuat pihaknya dapat merencanakan pelayanan bongkar muat kapal peti kemas sejak jauh-jauh hari.
Dengan demikian, terminal dapat memprediksi tingkat kepadatan tambatan di dermaga (berth occupancy ratio) serta tingkat kepadatan lapangan penumpukan peti kemas (yard occupancy ratio).
"Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas, karena kurang lebih selama 16 hari peti kemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan barang," jelas Widyaswendra.
Selain itu, pengelola terminal bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan lokasi pemindahan penumpukan (overbrengen) untuk mengurai kepadatan di dalam area terminal. Langkah ini dilakukan agar kegiatan bongkar muat di dalam terminal peti kemas dapat berjalan lancar.
Selama libur Lebaran, Widyaswendra menyatakan bahwa operasional terminal peti kemas akan tetap berlangsung selama 24 jam dalam tujuh hari. Kegiatan pelayanan tetap berlangsung sesuai jadwal dan perencanaan yang ditetapkan.
"Kami mengimbau kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system guna meminimalkan kepadatan dan terjadinya kemacetan di jalan raya saat akan melakukan pengiriman maupun pengambilan peti kemas sebelum libur dan setelah libur Lebaran," tutur Widyaswendra.
Peningkatan perdagangan
Pada kesempatan terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mengatakan bahwa peningkatan aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi sinyal perbaikan perputaran ekonomi.
Volume bongkar muat tercatat naik seiring meningkatnya konsumsi masyarakat saat Imlek dan berlanjut menjelang Lebaran.
Menurut Frans, volume bongkar muat tersebut diperkirakan naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa. Bahkan, lonjakan aktivitas bongkar muat diprediksi menyentuh 25 persen sekitar 10 hari sebelum Lebaran.
"Sejak Desember, sudah terlihat ada peningkatan aktivitas bongkar muat di sana. Ini akan terus meningkat mendekati Lebaran dengan kenaikan sekitar 25 persen dibanding hari biasa," kata Frans.
Ia mengungkapkan bahwa komoditas yang mendominasi peningkatan arus barang adalah kebutuhan konsumsi musiman, mulai dari bahan pangan produk fesyen dan perlengkapan Idul Fitri lainnya.
Hal tersebut memberikan dampak cukup positif untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun ritel karena perputaran uang berlangsung lebih cepat.
Sejauh ini, Frans belum mendapat laporan dari anggota Apindo Jateng soal antrean akibat penumpukan aktivitas bongkar muat. Menurutnya, operasional pelabuhan relatif lancar karena Pelindo Terminal Petikemas berpengalaman dalam menangani peningkatan arus barang.
Frans memprediksi pertumbuhan ekonomi di Jateng hingga Lebaran 2026 menunjukkan tren positif dengan konsumsi domestik sebagai pendorong utama laju perputaran ekonomi.
Ia pun memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi mendekati 5,7 persen atau lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa sebesar 5,1 hingga 5,2 persen.
"Kondisi ekonomi setelah Lebaran masih tanda tanya besar. Dalam situasi sekarang, faktor geopolitik dan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump itu yang membuat kondisi ke depan belum bisa dipastikan," tegas Frans.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Langkah Pelindo Antisipasi Kepadatan Pelabuhan Jelang Lebaran
Menjelang Lebaran 2026, aktivitas logistik di pelabuhan utama meningkat signifikan, Pelaku usaha siapkan strategi untuk kelancaran distribusi barang. [981] url asal
#pelabuhan #logistik #lebaran-2026 #pelindo #arus-barang #kepadatan-pelabuhan #tanjung-emas #tanjung-perak #bea-cukai #widyaswendra #sebastian-wibisono #nataru #jawa-tengah #terminal-teluk-lamon
(CNN Indonesia - Ekonomi) 05/03/26 15:40
v/156157/
Peningkatan aktivitas logistik mulai terasa di sejumlah pelabuhan utama menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik bersama operator terminal pun menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar arus barang tetap lancar di tengah lonjakan permintaan distribusi.
Kenaikan arus logistik antara lain terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Tengah-DIY, Teguh Arif Handoko, menyebutkan volume kargo di wilayahnya meningkat hingga sekitar 130 persen.
Lonjakan tersebut tercermin dari aktivitas di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Rotasi kontainer yang biasanya rata-rata mencapai sekitar 2.800 unit per hari kini meningkat menjadi sekitar 3.000 unit per hari.
Menurut Teguh, peningkatan aktivitas logistik tidak hanya dipicu oleh momentum Lebaran, tetapi juga oleh pertumbuhan investasi industri di Jawa Tengah.Kehadiran Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) turut mendorong peningkatan throughput di Pelabuhan Tanjung Emas.
"Tahun 2023 sekitar 700.000 TEUs, 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. Ini signifikan, walaupun perusahaan di kawasan industri KIK dan KITB baru sekitar 20 persen yang sudah produksi dan operasi," ucap Teguh saat ditemui di kantornya, Selasa (3/3).
Strategi Khusus
Sementara itu, peningkatan arus logistik juga terjadi di Jawa Timur. Untuk mengantisipasi potensi kepadatan menjelang Lebaran, ALFI Jawa Timur menyiapkan sejumlah strategi operasional di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Ketua ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, mengatakan lonjakan arus logistik menjelang Lebaran merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Pada periode Lebaran kali ini, ia memperkirakan volume arus logistik meningkat hingga sekitar 80 persen.
Menurut dia, Surabaya selama ini menjadi salah satu jalur transit utama distribusi barang menuju kawasan Indonesia Timur. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan kembali normal setelah April.
"Kebetulan Nataru, Imlek dan Idulfitri waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang tinggi. Pas Imlek banyak impor turun ke sini, terus didistribusikan ke wilayah seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," kata Wibi, sapaan akrabnya saat dihubungi, Selasa (3/3),
Untuk mengantisipasi penumpukan, ALFI Jatim menerapkan strategi pengalihan lokasi. Gudang yang biasanya digunakan untuk ekspor bakal dimanfaatkan sementara untuk menampung barang impor. Semua itu dilakukan setelah koordinasi dan izin Bea Cukai agar arus logistik tetap lancar.
"Setiap tahun selalu ada migrasi antar terminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada dua terminal utama, Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya," ujar dia.
Wibi membeberkan lonjakan arus logistik tahun lalu mencapai 103 persen. Namun, masih bisa diantisipasi dengan memindahkan kontainer ke storage domestik maupun depo yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti.
Lebih jauh, dia menilai pelabuhan-pelabuhan seperti Tanjung Mas dan Tanjung Perak perlu peningkatan infrastruktur seperti diperluas lahannya agar penyandaran kapal bisa lebih banyak.
Hal serupa juga menjadi perhatian ALFI Jateng. Teguh menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur secara menyeluruh, termasuk fasilitas akses jalan dan depo kontainer agar operasional logistik di Pelabuhan Tanjung Emas lebih lancar.
ALFI Jateng menyoroti peran pemerintah provinsi dalam mendukung investasi tidak hanya dari sisi penanaman modal, tetapi juga memastikan manajemen rantai pasok yang perlu diperhatikan.
Langkah ini semata-mata menciptakan alur bongkar muat yang terkontrol, mengurangi antrean kontainer dan barang keluar masuk pelabuhan tanpa hambatan.
"Jangan hanya memberikan suatu kemudahan investasi tanpa memikirkan manajemen supply chain. Jangan sampai investor bingung saat mengirim barang setelah produksi selesai," tandasnya.
Mengantisipasi peningkatan arus logistik jelang lebaran 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas mengaku telah melakukan persiapan di sejumlah terminal yang dikelola.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan dengan sistem operasi terminal yang digunakan saat ini pihaknya dapat merencanakan pelayanan bongkar muat kapal peti kemas sejak jauh-jauh hari.
Terminal dapat memprediksi tingkat kepadatan tambatan di dermaga (berth occupancy ratio) juga tingkat kepadatan lapangan penumpukan peti kemas (yard occupancy ratio).
"Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas, karena kurang lebih selama 16 hari peti kemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan barang," kata Widyaswendra.
Pengelola terminal bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan lokasi overbrengen (pindah lokasi penumpukan) sebagai cara untuk mengurai kepadatan di dalam area terminal. Langkah ini dilakukan agar kegiatan bongkar muat di dalam terminal peti kemas dapat berjalan dengan lancar.
Selama libur lebaran, operasional terminal peti kemas disebut tetap berlangsung penuh selama 24 jam dalam 7 hari. Kegiatan pelayanan tetap berlangsung sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang dilakukan.
"Kami menghimbau kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system untuk meminimalkan kepadatan dan terjadinya kemacetan di jalan raya saat akan melakukan pengiriman maupun pengambilan peti kemas sebelum libur dan setelah libur lebaran," ujarnya.
Peningkatan Perdagangan
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, menilai peningkatan aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi sinyal membaiknya perputaran ekonomi. Volume bongkar muat tercatat naik seiring meningkatnya konsumsi masyarakat saat Imlek dan berlanjut menjelang Lebaran.
Menurutnya, volume bongkar muat tersebut diperkirakan naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa. Bahkan nanti sekitar 10 hari sebelum Lebaran, lonjakan aktivitas bongkar muat bisa menyentuh kisaran 25 persen.
"Sejak Desember sudah terlihat ada peningkatan aktivitas bongkar muat di sana. Ini akan terus meningkat mendekati lebaran dengan kenaikan sekitar 25 persen dibanding hari biasa," ucap Frans.
Menurut Frans, komoditas yang mendominasi peningkatan arus barang adalah kebutuhan konsumsi musiman, mulai dari bahan pangan produk fesyen dan perlengkapan lebaran idulfitri lainnya. Dampaknya cukup positif untuk UMKM maupun ritel karena perputaran uang berlangsung lebih cepat.
Sejauh ini, Frans belum mendapat laporan dari anggota Apindo Jateng soal adanya antrean karena penumpukan aktivitas bongkar muat. Dia menilai operasional pelabuhan relatif lancar, sebab Pelindo Terminal Petikemas memiliki pengalaman saat menangani peningkatan arus barang tersebut.
Frans memprediksi pertumbuhan ekonomi di Jateng hingga Lebaran mendatang menunjukkan tren positif. Konsumsi domestik menjadi penopang utama yang mendorong laju perputaran ekonomi.
Bahkan dia memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi mendekati 5,7 persen atau lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa yang berkisar 5,1 hingga 5,2 persen.
"Kondisi ekonomi setelah Lebaran masih tanda tanya besar. Dalam situasi sekarang, faktor geopolitik dan kebijakan tarif Presiden Trump itu yang membuat kondisi ke depan belum bisa dipastikan," tandasnya.
Balai Karantina Jateng Musnahkan 120 Ton Bawang Bombai Ilegal
Balai Karantina Jateng musnahkan 120 ton bawang bombai ilegal dari Pontianak di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang karena tanpa dokumen impor, berisiko hama. [365] url asal
#bawang-bombai-ilegal #pemusnahan-bawang-bombai #balai-karantina-jateng #pelabuhan-tanjung-emas #dokumen-persyaratan-impor #hama-penyakit-bawang #keamanan-pangan-nasional #karantina-tumbuhan #sertifika
(Bisnis.Com - Terbaru) 28/01/26 07:25
v/116482/
Bisnis.com, SEMARANG - 120 Ton bawang bombai ilegal dari Pontianak, Kalimantan Barat dimusnahkan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah bersama Polrestabes Semarang. 6.171 karung bawang bombai tersebut masuk ke Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, tanpa dokumen persyaratan impor sehingga berpotensi membawa hama penyakit.
"Komoditas tidak dilengkapi dokumen karantina sebagai jaminan kesehatan. Tidak ada sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antararea (KT3) dari daerah asal, oleh karenanya bawang bombai yang masuk secara ilegal tersebut dimusnahkan sesuai UU No.21/1029 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan," jelas Heri Widarta, Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan mewakili Kepala Balai Karantina Jawa Tengah, dalam siaran pers Senin (26/1/2026).
Lalu lintas komoditas pertanian melalui Pelabuhan Tanjung Emas perlu disertai dengan dokumen persyaratan impor antar daerah untuk mencegah penyebaran hama penyakit yang membahayakan. Tanpa dokumen persyaratan tersebut, kata Heri, ada hama penyakit berisiko terbawa ke daerah tujuan pengiriman sehingga mengancam keamanan pangan nasional.
"Tindakan karantina tersebut sebagai wujud profesionalisme dan komitmen bersama Balai Karantina Jawa Tengah, Polrestabes Semarang, dan instansi terkait dalam menjaga kelestarian dan keamanan hayati di wilayah Jawa Tengah. Pemusnahan tersebut sebagai salah satu upaya untuk mencegah ancaman organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK)," jelas Heri.
Acara pemusnahan itu ikut dihadiri oleh Kapolrestabes Semarang M. Syahduddi, Wali Kota Semarang, Kepala Pengadilan Negeri Semarang, Dandim 0733 Semarang, Kepala Bea Cukai Tanjung Emas, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas, serta General Manager PT Pelindo (Persero) Tanjung Emas.
Syahduddi menjelaskan bahwa pemusnahan bawang bombai ilegal itu dilakukan sesuai dengan prosedur karantina yang berlaku.
“Komoditas ini berpotensi membawa bakteri atau jamur berbahaya serta merugikan sektor pertanian nasional,” jelasnya.
Pelaksanaan tindakan pemusanahan menerapkan prosedur biosekuriti dengan cara dibakar dan ditimbun di Instalasi Karantina Hewan, Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
Sebagaimana tertuang pada Pasal 35 UU Nomor 21 Tahun 2019 bahwa setiap orang yang melalulintaskan media pembawa HPHK, HPIK, OPTK dari suatu wilayah ke wilayah lain di dalam negeri wajib dilengkapi Sertifikat Kesehatan Antararea, dilaporkan kepada petugas karantina, dan melalui tempat pemasukan pengeluaran yang ditetapkan.
Bawang bombai dengan volume mencapai 120 ton tersebut diamankan tim gabungan Karantina Jateng, Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang, Polrestabes Semarang, Bea Cukai, dan Komando Distrik Militer (Kodim) saat Siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56