Bisnis.com, JAKARTA - Transformasi digital telah menjadi elemen kunci dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis di era disrupsi bisnis.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, sebagian besar perusahaan gagal beradaptasi dan mengadopsi teknologi menghadapi risiko besar kehilangan relevansi dan kehilangan bisnis.
Di Indonesia, misalnya, sejumlah mall dan pusat perbelanjaan mulai mengalami koreksi keuntungan karena banyak konsumen beralih ke belanja daring. Beberapa hypermart bahkan menutup operasinya di Indonesia.
Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa ketanggapan dan kelincahan terhadap adopsi teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi keberlanjutan bisnis.
Menyadari urgensi tersebut, Sonny Sintong Panutur seorang praktisi telekomunikasi, melalui riset akademik untuk meraih gelar doktor Universitas Prasetiya Mulya di bidang Manajemen dan Kewirausahaan, meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi digital serta dampaknya terhadap kinerja perusahaan di sektor ritel, TIK, dan keuangan di Indonesia.
Penelitian Sonny juga bertujuan menyelidiki peran agility organisasi dan partisipasi konsumen dalam konteks transformasi digital sebagai variabel dampak yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan.
Dengan menggunakan metode campuran sekuensial (kuantitatif–kualitatif), data dikumpulkan dari 207 responden perusahaan melalui survei daring dan dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan aplikasi Smart PLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknologi, sumber daya manusia, dan lingkungan secara signifikan berkontribusi pada keberhasilan transformasi digital, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi operasional, kinerja inovasi, dan pertumbuhan laba.
“Transformasi digital bukan hanya soal adopsi teknologi terkini, tetapi tentang bagaimana organisasi mengubah cara berpikir, berstrategi, dan berinovasi. Agility organisasi menjadi jantung dari kemampuan perusahaan untuk bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian dalam melakukan transformasi digital,” ujar Sonny Sintong Panutur, peneliti sekaligus promovendus Universitas Prasetiya Mulya.
Agility organisasi yang muncul dari transformasi digital diidentifikasi sebagai mediator parsial yang memperkuat efek positif transformasi digital terhadap kinerja perusahaan. Sementara itu, partisipasi konsumen juga memainkan peran penting, terutama dalam memperkuat pengaruh transformasi digital terhadap kinerja inovasi.
Dengan mengintegrasikan agility organisasi dan partisipasi konsumen dalam kerangka transformasi digital, penelitian ini memberikan wawasan berharga dalam mengoptimalkan strategi digital untuk mendorong keberhasilan perusahaan, sekaligus memperluas pengetahuan ilmiah mengenai hubungan antara transformasi digital dan kinerja bisnis perusahaan.