Bisnis.com, JAKARTA - Dalam dunia bisnis yang bergerak semakin cepat, keunggulan kompetitif tidak lagi ditentukan oleh skala semata, melainkan oleh kecepatan dan presisi dalam mengambil keputusan.
Pemimpin bisnis yang unggul adalah mereka yang bisa membaca situasi lebih awal dan bergerak lebih cepat dari kompetitor. Namun kenyataannya, data yang dibutuhkan untuk memutuskan sering kali tersebar, terlambat, atau sudah tidak relevan pada saat sampai ke tangan pimpinan.
Dalam dunia bisnis yang semakin berkembang, perusahaan harus bisa bekerja lebih cepat, efisien, dan terorganisir untuk tetap bersaing. Di sinilah ERP (Enterprise Resource Planning) menjadi solusi yang sangat penting. Lalu, apa sebenarnya ERP itu?
ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sistem yang memungkinkan perusahaan mengelola berbagai aspek penting seperti pengelolaan stok, produksi, akuntansi, dan penggajian dalam satu platform terintegrasi. Dengan ERP, semua data yang dibutuhkan bisa terhubung secara otomatis, memudahkan tim untuk bekerja lebih efisien dan lebih terkoordinasi.
Data yang dimasukkan ke dalam ERP akan diolah menjadi laporan yang memberikan informasi akurat, membantu pengambilan keputusan lebih cepat dan lebih tepat.
Sayangnya, pasar ERP Indonesia selama ini timpang, dimana menuntut investasi tinggi dan kustomisasi ekstensif untuk menyesuaikan regulasi lokal, dan juga belum matang dari sisi integrasi dan kompleksitas yang diakomodir.
Awan Karnadjaya, Direktur Haluancorp yang membangun robustapp mengatakan ada dimensi risiko yang sering luput dari perhatian: ketika ketegangan geopolitik memunculkan ancaman embargo atau pembatasan akses terhadap teknologi asing, perusahaan yang seluruh operasionalnya berjalan di atas infrastruktur asing menghadapi pertanyaan serius tentang kelangsungan bisnisnya.
Karena itu, katanya, harus ada opsi bagi perusahaan untuk membeli lisensi penggunaan penuh (perpetual license), menempatkan kendali atas data dan infrastruktur di tangan perusahaan.
Selain itu, arsitektur yang terbuka juga memungkinkan integrasi dengan sistem yang sudah berjalan, termasuk bagi perusahaan yang menggunakan platform global di level korporat dan membutuhkan solusi tambahan yang memahami konteks Indonesia di level operasional.
"Perusahaan Indonesia tidak seharusnya dipaksa memilih antara sistem global yang asing bagi realitas lokal atau sistem lokal yang belum siap untuk skala enterprise. Melalui Augmented Intelligence, kami memberikan kecepatan analitik AI kepada eksekutif Indonesia tanpa memindahkan tanggung jawab keputusan keluar dari tangan mereka," ujarnya.
Dia memaparkan harus ada hubungan antara pencatatan data perusahaan dan kecepatan analitik yang dibutuhkan eksekutif.
Seperti menganalisis data operasional lintas seluruh fungsi bisnis, mendeteksi pola dan anomali secara real-time, serta menyajikan sinyal peringatan dini beserta dasar pertimbangannya sebelum masalah operasional berkembang menjadi kerugian finansial.
Meski diperkaya dengan dokumen internal maupun referensi eksternal yang tervalidasi, sejalan dengan pendekatan yang oleh komunitas riset global dikenal sebagai Human-centered AI, seharusnya otoritas keputusan tetap mutlak di tangan manusia.
"Untuk bisnis juga sebaiknya menggunakan pendekatan quick time-to-value.Sebelum implementasi selesai, data yang sudah dimiliki perusahaan, baik dari spreadsheet maupun sistem lama, dapat langsung diekstraksi dan diolah oleh Aug-I untuk menghasilkan wawasan strategis yang dapat segera ditindaklanjuti. Dari titik itu, cakupan modul diperluas secara bertahap dengan pendampingan langsung dari tim robustapp mencakup penguatan alur kerja, standar operasional prosedur, serta change management," katanya lagi.
Di sisi keuangan, chart of account multidimensi sebagai basis modul keuangannya memungkinkan analisis kinerja dari berbagai perspektif sekaligus tanpa menunggu laporan dikompilasi manual.
Untuk rantai pasok, setiap penggunaan material dapat langsung dikaitkan dengan berbagai dimensi bisnis (seperti departemen, proyek, atau lokasi) memungkinkan pencatatan biaya yang lebih akurat sekaligus siap dianalisis tanpa proses tambahan. robustapp juga melihat bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu aspek krusial perusahaan yang belum banyak disentuh oleh pemain ERP lainnya.
Pentingnya juga memilih fitur ERP yang memiliki kemampuan Human Capital Management dalam sistemnya baik operasional maupun strategis, seperti fitur geolocation, face recognition offline, pengaturan jadwal serta enkripsi data penggajian hingga level basis data sesuai ketentuan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi.
Selain itu, juga layanan Project-Based Solution (PBS) mengintegrasikan seluruh alur dari perencanaan termasuk penyusunan work break-down structure, estimasi, alokasi sumber daya, pengadaan, pelaksanaan aktivitas proyek hingga pelaporan keuangan proyek dalam satu sistem.
Hingga akhirnya, perusahaan dapat memastikan perencanaan, pemantauan dan kendali seluruh aktivitas proyek menjadi lebih baik, akurat dan real-time.