Binsis.com, JAKARTA - Film dokudrama Mochtar Kusumaatmadja: 12 Mile: Guiding the Archipelago akhirnya tayang eksklusif di Djakarta Theater pada Rabu (4/2/26). Film besutan sutradara Tubagus Deddy ini selanjutnya dijadwalkan melakukan roadshow ke sejumlah negara di Eropa.
12 Mile: Guiding the Archipelago mengangkat kisah Prof. Mochtar Kusumaatmadja, mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yang dikenal atas kontribusinya dalam memperjuangkan kedaulatan maritim Indonesia melalui konsep Negara Kepulauan.
Gagasan Mochtar kemudian menjadi fondasi penting bagi pengakuan wilayah laut Indonesia di mata dunia internasional. Salah satunya melalui diplomasi panjang selama hampir seperempat abad untuk memperluas batas wilayah laut Indonesia dari tiga mil menjadi 12 mil.
Sutradara Tubagus Deddy mengatakan film ini tidak dimaksudkan sebagai dokumenter sejarah semata, melainkan jembatan narasi antara fakta hukum dan pengalaman manusia. Dia berharap film ini dapat membuka diskusi publik tentang pentingnya sejarah maritim Indonesia.
“Kami ingin membawa gagasan besar Pak Mochtar ke dalam bahasa film yang bisa dipahami lintas generasi,” ujarnya saat konferensi pers.
Menurut Tubagus, tantangan terbesar terletak pada upaya merangkum pemikiran hukum yang kompleks tanpa kehilangan daya tarik sinematik. Karena itu, film ini memadukan arsip, wawancara, dan adegan dramatik untuk menjaga ritme cerita tetap hidup.
Executive Producer Agus Imanuddin mengatakan film ini lahir dari kegelisahan akan minimnya narasi populer tentang sejarah maritim Indonesia. Menurutnya, kisah Mochtar relevan tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga negara-negara kepulauan lain di dunia.
Dengan rencana roadshow internasional, film ini juga menandai langkah sinema Indonesia dalam membawa kisah nasional ke panggung global. Kisah Prof. Mochtar Kusumaatmadja diharapkan menjadi refleksi atas identitas Indonesia sebagai bangsa maritim.
“Kesulitannya adalah bagaimana menggabungkan proses saintifik dengan tuntutan hiburan, agar pesan tetap utuh tapi film tetap menarik,” kata Agus.
Peran Mochtar Kusumaatmadja muda diperankan oleh Erlangga Noor, yang mengaku awalnya tidak menyangka akan memerankan tokoh sebesar itu. “Saya baru sadar betul tanggung jawabnya setelah membaca naskah dan mendalami siapa Pak Mochtar sebenarnya,” paparnya.
Bagi Erlangga, memerankan Mochtar bukan hanya soal akting, tetapi juga proses belajar sejarah. Dia menyebut film ini memberinya perspektif baru tentang bagaimana diplomasi, kesabaran, dan pemikiran jangka panjang membentuk masa depan bangsa.
“Saya juga bersyukur. Tokoh yang saya hormati, yang saya perankan, akhirnya diakui sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia,” katanya.
Selain menyoroti peran Mochtar di panggung internasional, film ini juga menggambarkan sisi personal sang tokoh sebagai akademisi dan kepala keluarga. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perjuangan besar kerap ditopang oleh lingkungan personal yang kuat.
12 Mile: Guiding the Archipelago diperkuat keterangan narasumber dan akademisi yang memberi konteks sejarah serta hukum laut. Walhasil narasi film juga mengajak penonton memahami proses panjang pembentukan kedaulatan maritim Indonesia.